Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter41


__ADS_3

Beberapa menit, suasana menjadi hening. Kemudian, pangeran Chian memecahkan keheningan itu.


"Istriku," Panggil pangeran Chian.


"Hmm," Sahut putri Lylyan.


"Kamu masih marah padaku?" Tanya pangeran Chian lagi.


"Tidak," Sahut putri Lylyan.


"Jadi, kenapa kamu sangat cuek pada ku?" Tanya pangeran Chian.


"Tidak apa-apa," Kata putri Lylyan.


"Istriku, maafkan semua kesalahan ku, kumohon!" Tutur pangeran Chian. Ia berlutut di kaki Istrinya.


"Apa yang kamu lakukan? jangan seperti ini," Kata putri Lylyan.


"Maafkan aku, Istriku," Tutur pangeran Chian seraya menggenggam tangan putri Lylyan.


"Iya, aku sudah memaafkan mu," Sahut putri Lylyan.


"Sekarang, berdirilah. Duduk disamping ku!," Sambungnya.


"Terimakasih, Istriku," Sahut pangeran Chian.


Pangeran Chian Shin mengikuti ucapan Istrinya.


"Bisakah kamu memelukku?" Tanya putri Lylyan.


"Tentu saja," Sahut pangeran Chian. Ia langsung memeluk istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Apakah kamu tidak merindukan ku?" Tanya putri Lylyan lagi.


"Aku sangat merindukan mu. Aku rindu dengan semua yang ada pada drimu," Sahut pangeran Chian.


"Aku juga merindukan mu," Tutur putri Lylyan.


"Berjanjilah pada ku, tidak akan mimun arak lagi. Dan tidak akan membentakku lagi. Aku takut pada mu jika kamu seperti itu," Sambungnya.


"Iya, sayang. Aku berjanji," Sahut pangeran Chian.


Beberapa menit mereka berpelukan, menghilangkan rasa rindu mereka selama dua minggu tidak bertemu.


'Cup'


Pucuk kepala putri Lylyan di kecup oleh pangeran Chian. Lalu, mereka melepaskan pelukannya.


"Berjanji lah pada ku, tidak akan meninggalkanku dalam keadaan apa pun!" Tutur pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk.


"Sekarang kita masuk yuk, kita makan siang dulu!" Kata pangeran Chian.


"Ayo lah," Sahut putri Lylyan dengan antusias. Ia menepiskan senyumannya pada suaminya.


*****


Di ruang makan, disana sudah ada raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin.


"Eh, anak dan menantu Ibunda," Kata permasiuri Chylian.


"Duduk lah! Kita makan bersama," Kata raja Sanji.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin pun duduk. Setelah itu mereka makan siang bersama. Saat makan berlangsung, tidak ada yang berbicara.

__ADS_1


Setelah selesai makan siang.


"Ekhem-ekhem," Permaisuri Chylian memecahkan keheningan.


"Lylyan," Panggil permaisuri Chylian.


"Iya, Ibunda," Sahut putri Lylyan.


"Hmm, kamu belum hamil?" Tanya permaisuri Chylian dengan hati-hati. Putri Lylyan hanya menggelengkan kepalanya.


"Pasti Ibunda ingin cepat punya cucu," Batin putri Lylyan.


"Maaf ya, Ibunda," Sahut putri Lylyan. Lalu ia menunduk.


"Eh, kok kamu minta maaf sih. Ibunda kan hanya tanya. Kamu tidak salah, sayang," Kata permaisuri Chylian. Ia pun tersenyum.


"Ibunda, tenang saja. Kami akan kasi cucu untuk kalian," Kata pangeran Chian seraya menggenggam erat tangan istrinya agar istrinya tidak merasa bersalah.


Permaisuri Chylian hanya tersenyum.


"Sudah, jangan di pikirkan. Anak itu kan titipan tuhan," Tutur raja Sanji. Ia tersenyum pada menantu nya. Dan dibalas senyuman oleh putri Lylyan.


"Ohiya, siang ini kalian mau kemana?" Tanya raja Sanji.


"Kami di istana saja, Ayahanda. Lagi pula, Istriku pasti masih capek," Kata pangeran Chian. Dibalas anggukan oleh raja Sanji.


"Ayahanda, kami masuk ke kamar dulu ya. Biar Istriku istirahat," Sambungnya.


"Baiklah. Jaga Istrimu!. Jangan kecewakan dia," Kata raja Sanji.


"Kamu kan tidak bisa pisah dari Lylyan yang imut," Kata permaisuri Chylian seraya mengedipkan satu matanya. Pangeran Chian hanya tersipu malu.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin masuk kedalam kamar yang biasa mereka tempati berdua.


Setelah sampai, putri Lylyan Qiran Shin membaringkan tubuhnya, begitu juga dengan pangeran Chian Shin. Lalu, pangeran Chian Shin memeluk istrinya dengan erat seperti anak kecil yang rindu dengan ibunya.


"Kenapa kamu memelukku seperti ini?" Tanya putri Lylyan.


"Aku hanya ingin melepaskan kerinduan ku pada mu selama dua minggu," Sahut pangeran Chian. Lalu, putri Lylyan hanya tersenyum.


"Kalau begitu. Kecup ini!" Kata putri Lylyan seraya memegang pipinya.


'Cup'


Tanpa basa-basi, pangeran Chian Shin mengecup pipi istirnya.


"Terimakasih," Kata putri Lylyan.


Putri Lylyan Qiran Shin menenggelemkan wajahnya di dada bidang pangerah Chian Shin.


"Kenapa kamu suka menenggelamkan wajah mu di dada ku? Apa kamu tidak susah bernafas dengan posisi seperti ini?" Tanya pangeran Chian dengab lembut seraya memeluk istrinya.


"Aku suka seperti ini, Aku suka kehangatan dari tubuhmu, Aku suka bau badan mu," Tutur putri Lylyan yang masih dalam keadaan seperti tadi.


"Apakah kamu merasa keberatan karena hal ini?" Tanya putri Lylyan seraya mendongakkan wajahnya.


"Tidak, sayang. Aku tidak merasa keberatan. Malah, aku suka," Tutur pangeran Chian seraya menatap kedua bola mata istrinya.


"Terimakasih, Suamiku," Sahut putri Lylyan.


"Sekarang kita istirahat, ya!" Tutur pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengguk seraya tersenyum.


Mereka pun tidur berdua dengan posisi berpelukan. Posisi begitu sudah menjadi kebiasaan mereka selama menikah.

__ADS_1


*****


Diluar Kamar


Disana, di Pavilliun. Terlihatlah raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin sedang bersantai.


"Suamiku," Panggil permiaisuri Chylian.


"Ada apa?" Tanya raja Sanji.


"Kita bedoa ya. Semoga hubungan rumah tangga Chian dan Lylyan semakin baik. Dan tidak ada masalah apa pun lagi," Tutur permaisuri Chylian.


"Iya, Istriku," Sahut raja Sanji.


"Ohiya, mereka sudah lama menikah. Tapi kenapa Lylyan belum hamil ya?" Tanya permaisuri Chylian. Ia sedikit bingung, karena ia dulu setelah satu bulan menikah, ia langsung hamil.


"Mungkin belum dikasi oleh Tuhan. Kita tunggu saja kabar baiknya," Sahut raja Sanji. Permaisuri Chylian pun mengguk.


"Tetapi, bisa jadi Chian yang tidak top cer dalam membutanya," Celoteh permaisuri Chylian.


"Kemungkinan," Sahut raja Sanji.


"Padahal aku sudah menginginkan menimang cucu," Kata permaisuri Chylian.


"Sudah lah. Jangan di bahas lagi, mereka pasti punya rencana sendiri. Kita tunggu saja," Tutur raja Sanji.


"Baiklah," Sahut permaisuri Chylian.


Setelah itu, mereka melanjutkan bersantai dan bercerita diluar hal yang menyangkut putranya dan menantunya.


*****


1 Minggu Kemudian


Di malam hari, putri Lylyan Qiran Shin sedang duduk di meja rias. Ia memberisihkan wajahnya, lalu membuka satu persatu jepitan yang ada di rambunya. Lalu menyisir rambut panjangnya. Setelah itu ia mengganti pakaiannya dengan piyama tidur ala zaman kuno. Ya seperti itu lah rutinitas putri Lylyan Qiran Shin saat hendak tidur


"Sudah selesai. Sekarang waktunya tidur," Putri Lylyan berbicara sendiri. Lalu, ia menuju ranjang. Dan merebahkan tubuhnya.


"Suamiku kemana ya, lama sekali masuk kedalam kamar," Batin putri Lylyan.


Beberapa menit, pangeran Chian Shin pun masuk kedalam kamar.


"Lama sekali. Ngapain diluar sana sampai lupa masuk kamar, sekalian saja jangan masuk kamar," Kata putri Lylyan.


"Maaf, Istriku. Aku tadi sedang mengecek penjagaan istana ini," Kata pangeran Chian.


"Oh," Sahut putri Lylyan dengan singkat. Pangeran Chian hanya diam saja.


"Sebentar ya, aku mau ganti pakaian dulu," Tutur pangeran Chian.


"Ya," Sahut putri Lylyan.


Pangeran Chian Shin pun berganti pakaian. Sebelum itu, ia masuk kemar mandi untuk memberisihkan wajah dan kakinya terlebih dahulu. Kemudian mengganti pakaiannya dengan piyama tidur zaman kuno. Ya, seperti itu lah rutinitas pangeran Chian Shin saat hendak tidur.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Like, coment, vote


Lanjut...


__ADS_2