Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter51


__ADS_3

*****


Disisi lainnya, yaitu di istana kerjaan Shin.


Malam hari nya, pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin beristirahat. Pangeran Chian Shin tidur dengan pulas nya, tetapi berbeda dengan putri Lylyan Qiran Shin


"Aduuh," Lirih Putri Lylyan. Ia menggeserkan tubuh nya. Ia merasa tubuhnya terasa pegal.


Lalu, putri Lylyan Qiran Shin duduk bersandar di kepala ranjang. Kemudian ia memijat kaki nya.


Tiba-tiba, pangeran Chian Shin meraba tubuh istirnya. Ia merasa ada yang berbeda, kemudian ia membuka mata nya dengan perlahan.


Putri Lylyan Qiran pun menghentikan memijat kaki nya.


"Sayang, kenapa tidak tidur?" Tanya pangeran Chian dengen lembut. Ia berkata dengan suara serak.


"Aku tidak mengantuk. Kamu tidur saja lagi," Sahut putri Lylyan. Ia tersenyum.


"Kamu yakin tidak kenapa-kenapa?" Tanya pangeran Chian lagi.


"Iya, Suamiku. Aku tidak apa-apa," Sahut putri Lylyan. Padahal, ia merasakan tubuhnya yang terasa sakit/pegal. Ia tidak ingin suami nya khawatir.


"Yasudah, aku tidur lagi. Aku sangat mengantuk," Sahut pangeran Chian. Ia pun memjamkan mata nya.


Setelah itu, putri Lylyan Qiran Shin melanjutkan memijat kaki nya.


"Kenapa badan ku sakit semua," Gumam putri Lylyan seraya memijit kaki nya. Ia berkata sangat pelan.


"Kamu berbohong padaku kan?" Tanya pangeran Chian dengan tiba-tiba. Ternyata, ia mendengar guamaman istri nya.


Putri Lylyan Qiran Shin terkejut mendengar suara suami nya. Ia kira, suami nya sudah tidur.


"Aku berbohong apa?Aku tidak ada berbohong," Kata putri Lylyan.


"Istriku, kamu jangan bohong. Badan mu terasa sakit ya, kan?" Kata pangeran Chian.


"Kalau tidak percaya, yasudah. aku mau tidur," Alibi putri Lylyan.


Putri Lylyan Qiran Shin merebahkan tubuh nya di ranjang. Karena pinggang nya terasa sakit, ia pun menggigit bibir bawah nya untuk menahan rasa sakit. Pangeran Chian Shin melihat itu.


Mereka berbaring berhadapan satu sama lain.


"Kamu yakin tidak ingin jujur?" Tanya pangeran Chian.


"Iya, aku jujur. Badan ku terasa sakit, yang paling sakit bagian pinggang," Sahut putri Lylyan. Ia tidak berani menatap mata suami nya.


"Kenapa tidak bilang dari tadi?" Tanya pangeran Chian. Ia mngerutkan alis nya.


"Aku takut kamu marah. Dan aku tidak mau merepotkan mu," Sahut putri Lylyan dengan suara pelan.


"Istriku, aku tidak akan marah pada mu. Aku lebih suka kamu jujur pada ku. Aku tidak suka kamu berbohong," Tutur pangeran Chian.


"Kita ini sudah suami istri, jadi kita harus terbuka satu sama lain. Tidak ada yang perlu di sembunyikan," Sambungnya.


"Maaf," Sahut putri Lylyan. Pangeran Chian membalas dengan senyuman.


"Aku pijitin kamu ya," Kata pangeran Chian. Ia ingin duduk.


"Tidak usah," Sahut putri Lylyan dengan cepat.


"Kamu tidur saja," Sambungnya.

__ADS_1


"Aku ingin memijit kaki mu, agar mendingan," Sahut pangeran Chian.


"Tidak perlu. Kamu usap pinggangku saja, bagian pinggang yang paling sakit," Sahut putri Lylyan.


"Baiklah," Sahut pangeran Chian.


Lalu, ia mengusap pinggang istrinya. Sesekali ia memijut pinggang serta punggung istri nya.


"Sayang, kenapa selama halim pinggang mu sering sakit?" Tanya pangeran Chian. Ia sedikit bingung.


"Aku pun tidak tahu, Suamiku," Sahut putri Lylyan.


"Apa bawaan bayi kita ya, sayang?" Tanya pangeran Chian lagi.


"Hmm, mungkin," Sahut putri Lylyan.


"Badan ku sering lemas, apa lagi pinggang ku selalu terasa sakit jika duduk telalu lama," Sambungnya.


"Yasudah, mulai sekarang kamu jangan duduk terlalu lama lagi, dan sering merebahan saja," Sahut pangeran Chian.


"Baiklah," Jawab putri Lylyan.


"Sekarang sudah hampir tengah malam, kamu tidur ya!. Aku akan mengusap punggung mu sampai kamu tertidur," Kata pangeran Chian.


"Baiklah," Sahut putri Lylyan.


'Cup'


Pangeran Chian mengecup sebentar dahi istri nya.


"Selamat tidur sayang. Semoga tidur nya yenyak," Kata pangeran Chian.


Beberapa menit kemudian.


"Akhirnya kamu tidur juga," Kata pangeran Chian.


"Anakku, jangan membebani Ibunda mu ya, kamu cukup diam di dalam perut Ibunda mu, dan tumbuhlah dengan cepat serta sehat," Gumam pangeran Chian seraya memengang perut istri nya.


Lalu, pangeran Chian Shin pun memeluk istri nya, ia juga ikut tidur.


*****


Keesokan Harinya


Di istana kerjaan Min terlihatlah keluarga kerajaan Min yang sedang sarapan pagi. Beberapa menit, mereka pun selesai sarapan.


"Putriku, apakah yang dikatakan oleh Ibunda mu itu benar?" Tanya raja Sishan.


"Maksudnya, Ayahanda?" Tanya putri Fiyen.


"Tetang kamu ingin memiliki pangeran Chian?" Tanya raja Sanji.


"Maaf, Ayahanda," Sahut putri Fiyen.


"Anakku, jangan pernah melakukan hal itu ya!" Perintah raja Sanji.


"Ayahanda yakin, jodoh mu bukan pangeran Chian. Pasti di luar sana ada yang menerima mu apa adanya. Jadi, lupakan lah pangeran Chian dan jangan merusak hubungan rumah tangga mereka," Sambung nya.


"Baiklah, Ayahanda," Sahut putri Fiyen. Ia tidak bisa membantah ucapan Ayahanda nya.


"Gitu baru putri Ayahanda yang baik hati," Sahut raja Sishan.

__ADS_1


Putri Fiyen Min pun tersenyum.


"Oh iya, Ibunda masih marah padaku?" Tanya putri Fiyen. Karena ia melihat Ibunda nya hanya diam saja dari tadi.


"Tidak, putriku," Sahut permaisuri Axyun.


"Terimakasih, Ibunda," Sahut putri Fiyen. Ia sangat bahagia.


*****


Disisi lain, yaitu kerajaan Shin. Raja Sanji Shin, permaisuri Chylian Qiran Shin dan pangeran Chian Shin sedang sarapan pagi.


"Putraku, istrimu mana?" Tanya permaisuri Chylian. Karena ia melihat menantu nya tidak ikut bersama putra nya.


"Masih tidur," Sahut pangeran Chian.


"Tumben," Sahut permaisuri Chylian.


"Iya, dia tadi malam tidak bisa tidur karena badan nya terasa sakit dan yang paling sakit bagian pinggangnya," Sahut pangeran Chian. Ia menjelaskan pada orang tua nya.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya raja Sanji.


"Entah lah, Ayahanda. Aku pun tidak tahu," Sahut pangeran Chian.


"Istriku sering pinggang nya terasa sakit, apalagi kalau kelamaan duduk," Sambungnya.


"Oooh, Karen itu. Kalau Hal seperti itu sudah biasa bagi wanita yang sednag hamil," Tutur permiasuri Chylian.


"Ibunda pernah merasakan seperti itu?" Tanya pangeran Chian.


"Tidak sih, waktu Ibunda hamil dirimu, Ibunda hanya sering merasakan lemas saja," Sahut permaisuri Chylian. Ia tersenyum.


"Jadi kenapa Ibunda tahu?" Tanya pangeran Chian.


"Teman-teman Ibunda yang mengatakan seperti itu. Termasuk bibi Liu juga mengatakan seperti itu, dia saat hamil adik nya Yiyin, ia sering sakit pinggang dan sering lemas. Katanya, kalau pinggang nya terasa sakit, terkadang ia tidak bisa menahan rasa sakit itu sampai menangis," Tutur permaisuri Chylian.


Pangeran Chian Shin terdiam sejenak.


"Pantasan," Gumam pangeran Chian.


"Kamu bilang apa?" Tanya permaisuri Chylian. Ia sedikit mengdengar gumaman putra nya.


"Tidak apa-apa, Ibunda," Sahut pangeran Chian.


"Pantasan Istriku sampai meringis kesakitan dan bahkan sering tidak tidur saat pinggang nya sakit," Batin pangeran Chian.


Lalu, pangeran pun melanjutkan sarapan pagi nya sampai selesai.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2