Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Keluar Istana Sendirian


__ADS_3

Kerajaan Shin


Raja Sanji Shin, permaisuri Chylian Shin dan pangeran Chian sudah pulang dari kerajaan Qiran. Pangeran Chian Shin langsung masuk ke kamar nya.


"Capek nya," Kata pangeran Chian seraya merebahkan badannya.


Pangeran Chian Shin memejamkan matanya yang sedikit mengantuk. Tetapi baru beberapa menit ada seseorang yang mengetuk pintuk kamarnya dan memanggilnya.


"Pangeran Chian, ini aku," Kata Yanzi.


"Masuklah!" perintah pangeran Chian kepada Yanzi. Lalu yanzi pun masuk ke kamar.


"Ada apa kamu kemari?" Tanya pangeran Chian yang masih setia berbaring di kasurnya.


"Maaf, pangeran Chian. Aku kesini membawa kabar buruk," Kata yanzi orang kepercayaan pangeran Chian untuk memata-matai kerjaan Min.


Seketika itu pangeran Chian langsung membuka matanya dan duduk di kasurnya.


"Apa itu?" Tanya pangeran Chian.


"Raja Sishan, permaisuri Axyun dan putri Fiyen ingin menghancurkan kerjaan Qiran," Tutur Yanzi dan pangeran Chian mengangguk paham.


"Tetapi ada yang lebih parah lagi, pangeran," Kata Yanzi. Lalu pangeran Chian mengerutkan dahinya Karena ucapan Yanzi.


"Bicaralah!" Perintah pangeran Chian.


"Mereka juga ingin melenyapkan putri angkat raja Wian," Tutur Yanzi.


"Maksudmu putri Lyly Qiran?" Tanya pangeran Chian.


"Benar, pangeran," Kata Yanzi.


Seketika tangan pangeran Chian Shin mengepal hingga kuat, menahan amarah yang bergejolak.


"Putri Fiyen berkata bahwa putri Lyly Qiran menjadi penghalang perjodohannya dengan pangeran Chian," Kata Yanzi.


"Dasar tidak punya hati!!" Pangeran Chian mengumpat. Sedangkan Yanzi bergidik ngeri.


"Apa kamu tahu taktik mereka?" Tanya pangeran Chian.


"Ti-tidak, pangeran," Kata Yanzi sedikit takut.


"Yasudah tidak apa-apa. kapan kamu akan balik ke kerajaan itu lagi?" Tanya pangeran Chian.


"Besok, pangeran," Kata Yanzi.


"Kalau begitu hati-hati lah, Jangan sampai penyamaran mu sebagai tukang bersih-bersih istana Min menjadi terbongkar," Pangeran Chian mengingatkan Yanzi.


"Baiklah, pangeran. Kalau begitu saya pamit dulu," Kata Yanzi kemudian menundukkan badannya tanda hormat. Lalu diangguki oleh pangeran Chian dan Yanzi pun keluar kamar.


"Awas saja kalian. Jika kalian menyentuh kerjaan Qiran terutama putri Lylyan Qiran, maka habis lah kalian ditangan ku," Pangeran Chian menggerutu marah dan menggerakkan rahangnya hingga sedikit terdengar gigi yang bergesek.


"Lihat saja, sejauh mana kalian bisa berkutik," Lanjut pangeran Chian dengan amarah yang menggebu-gebu.


Karena begitu marah, pangeran Chian pun mandi agar setan yang ada di tubuhnya hilang dan membuatnya rileks. Dengan begitu ia dengan muda mencari solusi dari masalah itu. Kemudian pangeran Chian Shin tidur untuk menjernihkan pikirannya yang sedang bergejolak.


*****


3 Hari Kemudian


Pangeran Chian Shin dikejutkan bahwa ada undangan acara jamuan antar kerjaan dari kerjaan Min.


"Putra ku, 1 minggu lagi kita akan pergi ke kerjaan Min untuk menghadiri acara jamuan," Kata raja Sanji.


"Apa!!" Kata pangeran Chian terkejut.


"Kenapa kamu terkejut begitu?" Tanya raja Sanji.


"Haruskah kita kesana, Ayahanda?" Tanya pangeran Chian.


"Iya, putra ku," Kata raja Sanji.


"Kenapa? sepertinya kamu tidak senang," Kata permaisuri Chylian.


"Jujur saja, aku memang tidak senang," Kata pangeran Chian dingin.


"Memang ada masalah apa sehingga kamu tidak senang," Tutur raja Sanji.


"Karena aku benci kepicikan mereka," Kata pangeran Chian.


"Masudnya?" Tanya permaisuri Chylian.

__ADS_1


"Raja Sishan, permaisuri Axyun dan putri Fiyen ingin menghancurkan kerjaan Qiran. Yang paling parahnya, mereka ingin melenyapkan putri Lyly (Lylyan) ," Tutur pangeran Chian.


Raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin terkejut mendengar itu.


"Mengapa mereka ingin melakukan itu?" Tanya permaisuri Chylian.


"Karena mereka tidak suka atas kedatangan putri Lyly sebagai anak angkat raja Wian dan permaisuri Lyana," Kata pangeran Chian dan diangguki oleh raja Sanji dan permaisuri Chylian tanda paham dengan ucapan putra nya itu.


"Tetapi kita harus datang, putraku," Kata raja Sanji.


"Baiklah Ayahanda," Kata pangeran Chian.


"Tetapi jika mereka berbuat hal jahat pada Lyly, aku tidak akan tinggal diam," Tutur pangeran Chian.


Setelah itu pangeran Chian pergi mengecek keadaan rakyat di pinggir kerjaan Shin.


*****


Kerjaan Qiran


Putri Lylyan Qiran(Lyly) bosan karena ia tidak ada teman di dalam istana nya. Ia pun berinisiatif untuk pergi ke kerjaan Wen.


"Ayahanda, Ibunda. Bolehkan aku pergi ke kerjaan Wen?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Kamu ingin ngapain kesana?" Tanya permaisuri Lyana.


"Aku bosan disini, tidak ada teman," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Bagaimana, Suamiku?" Tanya permaisuri Lyana.


"Aku tidak mengijinkan mu pergi kesana," Kata raja Wian.


"Kenapa?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Karena tidak ada yang menjagamu saat pergi kesana," Kata raja Wian.


"Tapi kan ada prajurit yang menemaniku," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Tetap tidak boleh!!," Kata raja Wian sedikit marah.


"Tapi...," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Putri ku, ikutilah perkataan Ayahanda mu. Ini demi kebaikanmu," Tutur permaisuri Lyana.


*****


Didalam kamar, putri Lylyan Qiran (Lyly) menggerutu kesal.


"Apaan sih, enakan lagi tinggal di zaman modern. Tidak di kekang seperti ini dan banyak teman di sana, tidak seperti disini," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Aku jadi ingin kembali ke dunia modern," Kaya putri Lylyan(Lyly).


Beberapa menit, putri Lylyan Qiran (Lyly) memejamkan matanya dan terlintas dipikirannya rencana yang bisa membuatnya keluar dari istana Qiran menuju ke istana Wen.


"Aha, mending aku menyamar saja menjadi Maid agar aku bisa keluar," Batin putri Lylyan(Lyly).


"Ide yang cemerlang," Kata putri Lylyan(Lyly) bergumam seraya melukiskan senyuman di sudut bibirnya yang mungil itu.


Ia pun keluar dari kamarnya menuju kamar para maid.


"Putri Lyly, mengapa putri kesini?" Tanya salah satu Maid terjekut melihat putri Lylyan(Lyly) datang ke kamar mereka.


"Aku ingin meminjam satu pakaian kalian," Kata putri Lylyan(Lyly). Salah satu maid pun mengerutkan dahinya karena bingung.


"Untuk apa, putri? Bukannya pakaian putri itu banyak sekali dan bagus-bagus," Tutur salah satu Maid.


"Iya aku hanya ingin memakai pakaian seperti kalian. Aku hanya ingin tahu rasanya," Kata putri Lylyan(Lyly) berbohong seraya tersenyum.


"Tapi putri...," Kata Maid itu.


"Yasudah kalau kalian tidak mau meminjamkannya, akan aku adukan pada Ayahanda dan Ibunda," Kata putri Lylyan(Lyly) sedikit kesal dan ingin melangkahkan kakinya keluar dari kamar para Maid.


"Jangan putri, jagan adukan kami," Kata Maid itu tekut.


"Kalau begitu berikan aku satu pakaian," Kata putri Lylyan(Lyly) dan diangguki oleh Maid itu.


Beberapa menit salah satu Maid membawakan pakaian yang diminta putri Lylyan Qiran(Lyly) lalu ia pun pergi kembali ke kamar nya dan memakai pakain itu dan ditambah dengan selendang penutup separuh wajahnya. Kemudian menjalankan rencananya dengan cepat.


Putri Lylyan Qiran (Lyly) keluar dari kamarnya dengan mengendap-endap seperti maling, tanpa ia sadari permaisuri Lyana memergokinya.


"Siapa itu?" Tanya permaisuri Lyana.

__ADS_1


"Mati aku. Kenapa Ibunda ada disini," Batin putri Lylyan(Lyly).


"Maafkan saya permaisuri, saya Yun. Maid baru disini," Kata putri Lylyan(Lyly) dengan suara dibuat-buat.


"Kenapa kamu mengendap-endap seperti maling?" Tanya permaisuri Lyana.


"Aku hanya dari kamar putri Lyly membawakan makanan untuknya. Mungkin permaisuri salah sangka," Kata putri Lylyan(Lyly) Berbohong dan menyamarkan suaranya.


"Ooh yasudah kalau begitu," Kata permaisuri Lylyan(Lyly) tanpa ada perasaan curiga.


"Kalau begitu saya ke dapur dulu," Tutur putri Lylyan(Lyly) berbohong. Lalu permaisuri Lyana mengiyakan dan mengangguk.


"Selamat...," Batin putri Lylyan(Lyly).


Putri Lylyan Qiran (Lyly) berjalan meninggalakan permaisuri Lyana Qiran. Akan tetapi ia tidak pergi kedapur melainkan ke gerbang istana.


"Penjaga, tolong bukakan gerbangnya!," Perintah putri Lylyan(Lyly) dengan suara dibuat-buat.


"Kamu ingin kemana Maid?" Tanya salah satu penjaga gerbang.


"Aku ingin melihat anak ku yang sedang sakit dirumah," Tutur putri Lylyan(Lyly) berbohong.


"Kalau begitu tunjukkan tanda pengenal Maid yang di berikan raja Wian," Kata salah satu penjaga gerbang.


"Mati aku, bagaimana ini," Batin putri Lylyan(Lyly).


"Maaf, aku tidak membawanya karena kemarin tanda pengenal para Maid di minta oleh raja Wian untuk diganti yang baru," Tutur putri Lylyan(Lyly) berbohong dan dengan bodohnya penjaga gerbang itu percaya begitu saja lalu membukakan gerbang nya.


Dengan cepat kilat putri Lylyan Qiran (Lyly) berjalan meninggalkan istana Qiran dan pergi menuju istana Wen yaitu istana yang dimiliki oleh saudaranya.


"Maafkan aku, Ayahada, Ibunda...," Batin putri Lylyan(Lyly).


Belum sampai ke kerjaan Wen, putri Lylyan Qiran (Lyly) berhenti di sebuah pasar yang tidak jauh dari istananya yang merupakan pinggiran desa dari kerjaan Qiran. Ia sibuk melihat pernak pernik yang menurutnya sangat bagus.


"Tuan, berapa harga penjepit rambut ini?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Dua keping koin, nak," Kata penjual itu dengan ramah.


Lalu putri Lylyan Qiran (Lyly) membeli penjepit rambut itu dengan harga dua keping koin.


Kemudian putri Lylyan melanjutkan perjalanannya menuju kerjaan Wen. Tetapi kakinya kecapean hingga ia berhenti di pinggir jalan.


"Aku capek sekali...Aku juga tidak tahu lagi jalan menuju kerjaan Wen. Tapi kalau aku kembali pasti Ayahanda dan Ibunda marah," Batin putri Lylyan(Lyly).


"Aku harus bagaimana? Aku juga lupa jalan pulang ke istana ku...," Batin putri Lylyan(Lyly) lagi.


Putri Lylyan Qiran hampir menangis dengan kelakuan bodoh yang telah ia perbuat itu, tetapi ia tepiskan lalu dia mencari penginapan karena hari mulai sore. Ia mencari penginapan yang kecil dan aman yang terletak masih di desa kerjaan Qiran.


*****


Disisi lain yaitu istana kerjaan Qiran


Raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran sibuk mencari putri Lylyan Qiran (Lyly). Mereka cemas dengan putri mereka. Disela-sela mereka sibuk mencari putrinya, ada salah satu Maid yang telah meminjamkan pakaian untuk putri Lylyan Qiran (Lyly) melapor tetang putri Lylyan Qiran (Lyly).


"Maafkan saya raja Wian, saya kesini ingin memberi tahu bahwa putri Lylyan tadi siang...(menceritakan dari A-Z).


"Apa!!" Kata raja Wian terkejut mendengar penuturan Maid itu, sedangkan permaisuri Lyana lemas hingga tubuhnya jatuh kelantai.


"Maafkan saya raja Wian," Kata Miad itu takut.


"Sudahlah, kamu keluar saja kembali kerjakan pekerjaanmu," Kata raja Wian lalu diangguki oleh Miad itu. Mais itu pun keluar.


"Suamiku, putri kita bagaimana di luar sana, aku takut putri kita kenapa-kenapa," Kata permaisuri Lyana lirih.


"Putri kita pasti tidak apa-apa, sayang," Kata raja Wian menenangkan istrinya.


Setelah itu raja Wian Qiran memerintahkan Lixhan untuk mencari putri Lylyan Qiran (Lyly) ke kerjaan Wen. Raja Wian tidak ingin kerjaan Min mendengar bahwa putri mereka tidak ada di istana. Tetapi hasilnya nihil, ternyata putri Lylyan Qiran (Lyly) belum sampai kesana.


Raja Wian Qiran dan Permaisuri Lyana Qiran semakin Khawatir, begitu juga dengan keluarga kerjaan Wen. Mereka juga Khawatir karena bagaimana pun putri Lylyan Qiran (Lyly) adalah bagian dari keluarga mereka.


Hingga akhirnya raja Wian Qiran memerintahkan Lixhan pergi ke kerjaan Shin. Manatahu putrinya ada disana. Tetapi hasilnya nihil juga. Bahkan pangeran Chian Shin sangat terkejut bukan main mendengar itu. Lalu ia ikut dengan Lixhan ke kerjaan Qiran untuk mencari putri Lylyan Qiran (Lyly).


*


*


*


*


*

__ADS_1


Like, coment, vote


Lanjut...


__ADS_2