Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Terluka


__ADS_3

"Maaf pangeran, Perjalanan kita masih 2 jam lagi dan sepertinya hari mulai petang. kita tidak bisa melanjutkan perjalanan," Kata Lixhan.


"Kalau begitu cari penginapan untuk kita menginap!. Sebelum itu cari dulu obat-obatan untuk luka putri Lylyan!," Perintah pangeran Chian.


"Tapi, kita masih di tengah hutan, pangeran. **M**ungkin 1 jam lagi baru sampai kepinggir desa kerajaan Qiran," Kata Lixhan.


"Kalau begitu kita nginap dihutan ini saja. Tetapi carilah tempat yang aman!" Perintah pangeran Chian.


Lixhan pun menganggu lalu mencari tempat yang aman untuk mereka menginap. Sebagian perajurit mencari dedaunan yang akan diracik oleh Xixin. Karena Xixin sedikit tahu tentang meracik obat-obatan.


*****


Hutan Tempat Mereka Menginap


Putri Lylyan Qiran mulai sadar dari pingsan.


"Aduuuh, lengan ku sakit sekali...," Kata putri Lylyan.


"Syukurlah kamu sudah sadar, istirahat lah dulu!" Kata pangeran Chian.


"Hmm, kita dimana?" Tanya putri Lylyan.


"Kita di tenda di dalam hutan," Kata pangeran.


"Di hutan?" Tanya putri Lylyan.


"Iya," Kata pangeran Chian.


Lylyan langsung memeluk pangeran dengan reflek.


"Ayo kita pulang...!" Kata putri Lylyan dengan tangan bergetar.


"Jangan takut, ada aku disini," Kata pangeran Chian.


"Hmmm, jangan tinggalkan aku lagi...!" Pinta putri Lylyan.


"Iya, tidak akan," Kata pangeran Chian lembut.


Xixin mendatangi tenda tempat pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran.


"Pangeran, ini obat untuk putri Lylyan serta makan malamnya," Kata Xixin seraya memberi obat itu.


"Terimakasih Xixin," Kata pangeran Chian.


"Oleskan saja ke lukanya, lalu ikat dengan kain," Kata Xixin lalu pangeran Chian mengangguk.


"Kalau begitu saya keluar dulu," Kata Xixin.


Sepeninggal Xixin, pangeran Chian Shin membujuk putri Lylyan Qiran agar mau diobati lukanya.


"Lylyan ku sayang, kita obati dulu luka mu ya!" Kata pangeran dengan lembut.


"Baiklah, tapi pelan-pelan...," Kata putri Lylyan.


Pangeran Chian Shin pun mengiyakan lalu mengobati luka putri Lylyan Qiran.


"Auh perih...," Putri Lylyan meringis.


"Tahanlah sedikit," Kata pangeran Chian seraya meniup luka putri Lylyan.


Tidak lama kemudian selesailah acara mengobati luka itu dan putri Lylyan Qiran pun sudah selesai makan malam walaupun hanya sedikit.


"Sudah selesai, sekarang istirahat lah. Hari sudah gelap." Kata pangeran Chian.


"Iyaaa, tapi jangan tinggalkan aku sendirian disini...!" Lirih putri Lylyan.


"Iya, aku akan menemanimu. Sekarang tidur lah!" Kata pangeran.


Putri Lylyan Qiran pun tertidur sedangkan pangeran Chian Shin menunggu putri Lylyan Qiran.


"Emmm," Putri Lylyan berdhem dengan mata masih terpejam.


Pangeran Chian Shin menoleh dan mengelus pucuk kepala putri Lylyan Qrian.


"Kenapa dahinya jadi panas," Kata pangeran Chian cemas.


Pangeran keluar dari tenda lalu mencari Lixhan dan Xixin


"Prajurit, jaga putri Lylyan dulu!" Perintah pangeran Chian.


"Baik, pangeran," Kata prajurit.


Pangeran langsung menemui Lixhan dan Xixin yang berada di tenda lain.


"Lixhan, Xixin keluar lah!" Kata pangeran.


Mendengar suara pangeran Chian Shin, mereka langsung keluar tenda.

__ADS_1


"Ada apa, pangeran?" Tanya Lixhan.


"Putri Lylyan badannya panas," Kata pangeran Chian dengan cemas.


"Pangeran jangan khawatir, pangeran ke tenda saja menemani putri Lylyan. Saya akan membuat obat terlebih dahulu!" Kata Xixin.


Pangeran pun mengangguk, lalu pergi kembali ke tenda. Sedangkan Lixhan dan Xixin membuat obat yang teribuat dari dedaunan yang telah mereka cari sebelum mata hari terbenam.


*****


Di Tenda Putri Lylyan Qiran


Pangeran Chian Shin pun masuk ke tenda lalu pangeran mengelus pipi putri Lylyan Qiran dan mengecupnya sebentar.


'Cup'


"Tidur lah yang nyenyak Lylyan ku yang polos," Kata pangeran.


"Aku sangat menyayangi mu," Lanjut pangeran Chian.


Tidak lama kemudian putri Lixhan dan Xixin datang


"Pangeran, kami datang," Kata Lixhan.


"Masuklah," Sahut pangeran.


Karena tenda pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran cukup besar jadi mereka pun masuk.


"Ini obatnya," Kata Xixin seraya memberikan obat.


"Terimakasih," Kata pangeran Chian.


"Bagaimana keadaan lukanya, apakah sudah mengering?" Tanya Lixhan.


"Aku belum membukanya. Mungkin tunggu ia bangun," Kata pangeran Chian.


"Kalau begitu kami permisi dulu pangeran," Kata Lixhan.


"Ohiya pangeran, minumkan lah air rebusan dedaunan itu pada putri Lylyan. Dan daun yang masih lebar itu letakkan di dahinya sebagai kompresan," Xixin menjelaskan lalu di angguki pangeran Chian.


Kemudian Lixhan dan Xixin keluar dari tenda kembali ke tendanya.


Di dalam tenda Lixhan dan Xixin.


"Suamiku, sepertinya pangeran Chian benar-benar mencintai putri Lylyan," Kata Xixin.


"Iya itu karena kamu memanjakannya suamiku," Kata Xixin.


"Kamu juga memanjakannya," Kata Lixhan dan hanya di balas dengan senyuman oleh Xixin.


"Yasudah lah, mari kita tidur lagi! Ini masih tengah malam," Kata Lixhan.


"Baiklah, Kata Xixin.


Disisi lain, di tenda Lylyan Qiran. Pangeran Chian Shin mengompres putri Lylyan menggunakan satu lembar daun yang disuruh oleh Xixin.


"Jangan sakit lagi Lylyan ku yang polos... Aku tidak bisa melihatmu seperti ini...maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik," Batin pangeran Chian.


"Pangeran...," Lirih putri Lylyan.


"Iya, Lylyan, aku disini. Kepa kamu bangun?" Tanya pangeran Chian.


"Ini apa yang ada di dahi ku?" Tanya putri Lylyan yang baru sadar jika ada sesuatu di dahi nya.


"Itu daun untuk mengompres mu," Kata pangeran Chian.


"Hmm. Aku haus...," Kata putri Lylyan.


"Duduk lah, lalu minum ini!" Kata pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran pun duduk di bantu oleh pangeran Chian Shin.


"Kenapa baunya aneh?" Tanya putri Lylyan.


"Ini air rebusan dedaunan agar kamu cepat sembuh," Kata pangeran Chian.


"Kalau begitu aku tidak jadi minum," Kata putri Lylyan.


"Minum lah sedikit saja!," Kata pangeran Chian.


"Aku tidak mau...itu pasti pahit rasanya," Kata putri Lylyan.


"Kalau kamu ingin menemui Ayahanda dan Ibunda mu, maka minumlah ini hingga habis," Kata pangeran.


"Hmm, baiklah," Kata putri Lylyan terpaksa.


Dengan berat hati, putri Lylyan Qiran meminum obat itu hingga habis.

__ADS_1


"Pahit," Kata putri Lylyan.


"Yasudah, minum lah air putih ini," Kata pangeran Chian memberi air putih. Lalu putri Lylyan meminumnya.


"Kenapa tidak dari tadi memberi air putih?" Tanya putri Lylyan polos.


"Dasar polos, la jelas aku tidak memberimu air putih terlebih dahulu. Jika kamu minum air putih terlebih dahulu pasti kamu tidak akan mau minum obat tadi," Kata pangeran Chian dengan aura dingin.


"Dasar pangeran dingin yang kejam," Kata putri Lylyan.


"Aku kejam demi kesembuhan mu...," Kata pangeran.


Putri Lylyan Qiran ingin memukul pangeran Chian Shin


"Auuhh sakit...," Lirih putri Lylyan.


"Makanya jangan banyak menggerakkan tangan mu," Kata pangeran Chian dingin.


"Hmmm," Putri Lylyan memanyunkan bibirnya.


"Aku buka dulu ya ikatan nya ya?" Tanya pangeran Chian.


"Buka lah," Kata putri Lylyan.


"Tumben menurut," Batin pangeran Chian.


Pangeran Chian Shin pun membuka ikatan di luka putri Lylyan Qiran. Lalu mengganti dengan obat yang baru, setelah itu putri Lylyan pun tidur. Masih dalam keadaan posisi dudu, pangeran Chian Shin juga tertidur karena sangat mengantuk dan capek.


*****


Pagi Harinya


Putri Lylyan dan pangeran Chian belum bangun. Sedangkan Lixhan, Xixin dan para prajurit masih sibuk berberes barang dan memyiapkan sarapan pagi.


"Suamiku, apakah putri Lylyan dan pangeran Chian masih tidur?" Tanya Xixin.


"Eh iya ya, pangeran belum keluar tenda," Kata Lixhan baru sadar jika di luar belum ada pangeran.


"Pasti pangeran kecapean menjaga putri Lylyan," Kata Xixin.


"Iya, Istriku. Kita biarkan saja lah, mungkin sebentar lagi mereka bangun," Kata Lixhan.


Tidak lama kemudian putri Lylyan Qiran bangun lebih dulu dari pangeran Chian Shin.


"Eh, kenapa aku bisa bersama pangeran?" Batin putri Lylyan lalu ia mengingat kejadian semalam dan yang telah dilakukan pangeran padanya.


"Pasti kamu kecapean menjaga ku hingga kamu telat bangun seperti ini, maafkan aku merepotkan mu tadi malam," Kata putri Lylyan dengan suara pelan.


"Walaupun sikapmu sedikit dingin pada ku, tapi hati mu sangat baik pangeran ku. Aku sangat menyayangimu," lanjut putri Lylyan dan mengelus pipi pangeran dengan pelan.


"Aku juga menyayangimu," Kata pangeran.


"Eh," Kata putri Lylyan terkejut lalu menjauhkan tangannya dari pipi pangeran Chian.


"Kamu terkejut ya? Sebenaranya aku sudah bangun saat kamu menggerakkan badanmu," Kata pangeran Chian.


"Tidak," Bohong putri Lylyan.


"Sudahlah. Ayo kita keluar makan lalu melanjutkan perjalanan lagi," Kata pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran mengangguk lalu mengikuti langkah pangeran Chian Shin. Sampai luar mereka sudah di sambut oleh Lixhan dan Xixin. Mereka sudah menyiapkan sarapan pagi yang cukup banyak serta buah-buahan yang telah dibawa dari instana Shin.


"Pangeran Chian, putri Lylyan silahkan sarapan pagi. Kami sudah menyiapkan dari tadi," Kata Xixin.


"Baiklah," Kata pangeran.


"Lixhan,Xixin dan para prajurit sekalian kita makan bersama-sama," Kata pangeran.


"Tapi kami hanya...," Ucapan salah satu prajurit terpotong.


"Jangan membantah, aku tahu kalian juga lapar. Lagian makan ini sangat banyak. Dan dengan kita makan bersama-sama maka kita bisa irit waktu," Kata pangeran Chian.


Lixhan, Xixin dan para prajurit mengikuti perintah pangeran Chian Shin. Mereka pun sarapan pagi bersama-sama.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2