Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Muncul Kecurigaan


__ADS_3

Dikamar Lyly


Pangeran Chian Shin berdiri hingga beberapa menit memandangi Lyly yang sedang tidur. Pangeran Chian Shin terkagum melihat kecantikan dan kepolosan Lyly walaupun sedang tidur. Setelah itu ia membangunkan Lyly dan duduk di sebelah kasur.


"Lyly, bangunlah, hari sudah mulai siang," Kata pangeran Chian.


"Emmm, Bunda sebentar lagi ya...aku masih ngantuk...," Kata Lyly dengan suara serak dan mata masih terpejam.


"Bangunlah, sarapan dulu habis itu baru boleh tidur lagi...," Kata pangeran Chian.


"Kumohon Bun... sebentar lagi," Kata Lylyan.


Lyly tidak sadar memeluk pinggang pangeran Chian, karena ia pikir yang membangunkannya ialah bunda nya (Xixin), sontak pangeran Chian Shin Kaget.


"Apa yang dia lakukan,"Batin pangeran Chian.


"Bangunlah, aku bukan Bundamu...," Kata pangeran Chian dengan dingin.


Mendengar suara itu, Lyly langsung terduduk.


"Ngapain kamu ke kamar ku?" Tanya Lyly.


"Cih, seorang gadis jam segini baru bangun. Dasar gadis pemalas," Kata pangeran Chian dengan dinginnya.


"Biarin, inikan rumah ku. Jawab pertanyaanku tadi!, " Kata Lyly dengan ketusnya.


"Aku kesini ingin membangunkan mu karena kata Tante kamu tidak mau bangun," Jelas pangeran Chian.


"Iiih apaan sih Bunda nyuruh orang membangunkan ku," Gumam Lyly.


Pangeran Chian masih bisa mendengarkan ucapan Lyly.


"Jangan mengomel, sana lebih baik kamu mandi!" Kata pangeran.


"Aku tidak mau mandi, kenapa rupanya?" Kata Lyly.


"Dasar keras kepala," Kata pangeran Chian.


"Kalau kamu tidak menurut, kamu akan tahu akibatnya," Ancam pangeran Chian.


"Jangan mengancamku, aku tidak takut," Kata Lyly.


'Cup' pangeran mencium Lyly. Lyly hanya diam membeku.


'Deg deg deg' Jantung Lyly berdetak kencang.


"Jantungku kenapa kok seperti habis maratoon," Batin Lyly.


"Masih mau lagi? " Tanya pangeran Chian.


"Aku tidak mau," Kata Lyly.


"Kalau begitu mandi lah!" Perintah pangeran Chian.


"Iyaaa, laki-laki tampan," Lyly mengatakan dengan polosnya.


"Sudah dari lahir" Kata pangeran Chian.


"Tapi dingin macam es balok, wleee," Ejek Lyly.


"Apa katamu? " Tanya pangeran Chian kesal.


Lyly buru-buru masuk kemar mandi yang ada didalam kamarnya, ia takut pangeran Chian mengamuk. Setelah itu pangeran Chian Shin keluar dari kamar Lyly.


*****


Di Meja Makan


Pangeran Chian Shin sarapan pagi dengan Xixin. Tak lama kemudian Lyly datang.


"Pagi Bunda...," Teriak Lyly.


"Pagi anak ku sayang," Kata Xixin.


"Mari sarapan sayang, ini sudah jam 09:30 wib loh," Lanjut Xixin.


"Baik Bunda ku sayang," Kata Lyly lalu duduk.


Pangeran hanya diam saja dan menyantap sarapan paginya.


"Bunda kok ngasi laki-laki ini masuk kerumah kita sih?" Tanya Lyly tanpa dosa.


"Aku punya nama, namaku Chian. Jadi jangan menyebutku seperi itu," Kata pangeran Chian dengan dinginnya.


"Dasar laki-laki es balok dingin," Ejek Lyly.


"Lyly, tidak boleh seperti itu nak... sopanlah sayang...," Xixin menasehati Lyly.


"Dengerin tuh kata Tante. Kamu tuh lebih muda dari ku. pasti umurmu 23 tahun ," Kata pangeran Chian enteng.


"Kamu kok tahu?" Tanya Lyly.


"Hanya menebak," Bohong pangeran Chian.


Setelah itu suasana menjadi hening hingga sarapan pagi selesai.


"Ohiya tan, aku belum sempat kenalan dengan Tante dan Om. Kalau boleh tahu nama Tante siapa?" Tanya pangeran Chian.

__ADS_1


"Nama tante Xixin. kalau nama suami tante Lixhan," Kata Xixin seraya tersenyum.


Seketika mendengar itu pangeran Chian Shin langsung terdiam. Ia semakin yakin jika Firasatnya selama ini benar.


"Kak Chian, kenapa kamu melamun?" Tanya Lyly dan melambaikan tangan ke arah wajah pangeran Chian.


"Eh, maaf," Pangeran Chian tersadar.


"Apa yang kamu pikirkan, nak Chian?" Tanya Xixin.


"Tidak ada, Tante," Sahut pangeran Chian.


Ada banya pertanyaan yang ingin ia lontarkan, tetapi ia urungkan.


"Ohiya Tan. Kalau boleh tahu, Om jam berapa pulang?" Tanya pangeran Chian.


"Sore nanti, nak Chian," Kata Xixin.


"Kenapa kakak menanyakan Ayah ku?" Tanya Lyly.


"Suka ku lah," Pangeran Chian dingin.


Lyly berdecak kesal dengan jawaban pangeran Chian Shin. Sedangkan Xixin hanya menggelengkan kepalanya.


"Tante, bolehkah aku mengajak Lyly jalan-jalan?" Tanya pangeran Chian.


"Tentu saja boleh," Kata Xixin.


"Tapi aku tidak mau, Bunda...," Rengek Lyly.


"Ayolah kita jalan-jalan, memang kamu tidak suntuk di rumah terus?" Tanya pangeran dengan lembut.


"Iya sedikit suntuk," Lyly memanyunkan bibirnya.


"Hahah, kamu lucu sekali," Tawa pangeran Chian.


"Yasudah, aku tidak mau jalan-jalan dengan mu," Lyly mengerucutkan bibirnya.


"Iya deh maaf. Jangan ngambek lagi ya!" Kata pangeran Chian.


Akhirnya Lyly tidak ngambek lagi dengan pangeran. Mereka pun pergi ke taman kota.


*****


Di Taman Kota.


Mereka sampai pada pukul 15:30 wib.


"Kak chian? " Tanya Lyly.


"Datar amat tuh muka," Kata Lyly.


"Ada apa? " Tanya pangeran Chian.


"Kita beli es krim dan cemilan yuk! " Lyly mengajak pangeran Chian.


"Macam anak kecil. aku tidak mau," Ejek pangeran Chian.


"Kalau tidak mau yasudah," Lyly kecewa.


"Aku mau pulang saja...," Kata Lyly.


"Eeeehhh... baiklah kita akan beli berapa pun yang kamu mau. Tapi dengan satu syarat," Kata pangeran Chian.


"Apa syaratnya? " Tanya Lyly.


"Kamu harus menjawab semua pertanyaanku dengan jujur jika aku menanyakan sesuatu," Kata pangeran Chian.


"Aku setuju," Kata Lyly antusias.


Setelah itu mereka membeli es krim dan makanan ringan di mini market dekat taman. Lalu mereka kembali lagi di taman dan duduk di salah satu kursi taman kota.


"Kita sudah membeli es krim dan makanan ringan, sekarang aku ingin bertanya pada mu dan jawab jujur," Kata pangeran.


"Iyaaa, tanyakan saja apa yang mau kakak tanya," Kata Lyly dan masih asik memakan es krim nya.


"Kamu sekarang masih sekolah?" Tanya pangeran Chian.


"Aku sudah kuliah," Kata Lyly.


"Mau tanya apa lagi?" Tanya Lyly.


"Dari mana kamu mendapatkan kalung yang kamu pakai itu? " Tanya pangeran Chian.


"Aku diberi oleh Ayah dan Bunda ku saat masih bayi, Ayah dan Bunda juga pakai kalung sama seperti punya ku. kata mereka ini kalung turun-temurun. Aku tidak boleh menjual kalung ini," Lyly menjelaskan.


Pangeran Chian Shin terdiam dan berkata dalam hati.


"Pasti Lyly adalah putri Lylyan Shin, tidak mungkin Lyly berbohong dia kan polos," Batin pangeran Chian.


"Kenapa kakak bisa tahu aku memakai kalung?" Tanya Lyly.


"Aku pernah melihatnya saat kita ingin pulang dari rumah sakit," Kata pangeran Chian.


"Oooh," Kata Lyly masih setia dengan es krimnya.


"Aku ingin sekali memelukmu putri Lylyan, tapi aku tidak bisa karena aku takut kamu akan salah paham," Batin pangeran chian.

__ADS_1


"Kakak mau es krim? Ini masih ada dua lagi loh," Kata Lyly.


"Aku tidak mau, makan saja sendiri," Kata pangeran Chian dingin.


"Pokoknya tidak ada penolakan, satu untuk kakak dan satu lagi untukku," Lyly memaksa.


"Dasar pemaksa," Kata pangeran Chian.


Lyly melebarkan matanya hingga pangeran Chian Shin menuruti apa kata Lyly.


*****


Durumah Lyly


Pangeran Chian Shin dan Lyly sudah pulang dari taman kota. Dirumah itu sudah ada Lixhan dan Xixin.


"Anakku, gimana senang tidak jalan-jalannya?" Tanya Xixin.


"Senang dong, Bun," Kata Lyly seraya tersenyum.


"Emang kamu jalan kemana?" Tanya Lixhan.


"Ketaman kota, Yah. Iya kan kak Chian?" Kata Lyly.


"Iya, Om," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.


"Ohiya, aku mandi dulu ya Ayah, Bunda.


Dan kak Chian jangan pulang dulu, tunggu aku siap mandi baru kakak boleh pulang," Kata Lyly.


"Iyaaa," Kata pangeran Chian.


Lyly pun masuk kekamarnya kemudian mandi.


Sepeninggal Lyly, Pangeran Chian Shin bertanya pada Lixhan dan Xixin.


"Tante, Om. Ada yang ingin ku tanyakan pada kalian berdua," Kata pangeran Chian.


"Tanyakan saja. Kami akan menjawabnya," Kata Lixhan.


Pangeran Chian Shin diam sejenak lalu bertanya.


"Apakah Lyly itu putri Lylyan Qiran yang di reingkarnasikan ke dunia modern ini bersama kalian? " Tanya pangeran Chian pada intinya.


Kedua suami istri itu terdiam beberapa saat setelah mendengar pertanyaan pangeran Chian Shin.


"Maksud kamu apa, nak Chian?" Lixhan berpura-pura tidak paham.


"Jangan berpura-pura tidak paham. aku sudah melihat kalung yang dipakai Lyly. dan Lyly bilang kalian juga memakainya," Kata pangeran Chian.


"Siapa kamu sebenarnya? " Tanya Xixin.


"Aku pangeran Chian Shin dari kerjaaan Shin, anak dari raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin," Jelas pangeran Chian.


"Maafkan kami pangeran, kami tidak tahu," Kata Xixin.


Mereka ingin membungkuk tanda hormat kepada Pangeran Chian Shin. Tetapi dicegah oleh pangeran Chian Shin.


"Jangan terlalu formal. Kita berada di zaman modern, maka kita gunakan kebiasaan di zaman ini, Dan panggil aku Chian saja" Kata pangeran Chian.


"Baik pang eh Chian," Kata Xixin.


"Kenapa kamu bisa ke dunia modern ini?" Tanya Lixhan.


"Aku bisa kesini dengan bantuan kalung permata biru yang diberi oleh raja Wian Qiran. Dan aku ingin menjemput pujaan hati ku yaitu putri Lylyan Qiran," Kata pangeran Chian.


"Tetapi ingatan putri Lylyan belum kembali Chian," Kata Lixhan.


"Itulah yang ku pikirkan, bagaimana caranya agar putri Lylyan bisa ingat kejadian 10 tahun silam," Kata pangeran Chian.


"Apakah sudah terungkap siapa yang ingin membunuh putri Lylyan?" Tanya Xixin.


"Sudah, raja Wian Qiran sudah tahu siapa yang ingin membunuh putrinya dan yang telah menyerang kerjaannya," Kata pangeran Chian.


"Siapa dan atas dasar apa?" Tanya Lixhan.


"Raja dari kerjaan Min dan atas dasar ingin menjodihkan putri nya kepada ku agar kerajaan mereka menjadi lebih besar," Kata pangeran Chian.


"Kamu juga menyelidiki masalah ini?" Tanya Lixhan.


"iya," Kata pangeran Chian.


Setelah pembicaraan itu, terdengar suara teriakan Lyly.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2