Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter44


__ADS_3

Keesokan Harinya


Hari ini putri Lylyan Qiran Shin akan di periksa oleh tabib. Tabib itu mulai memeriksa keadaan putri Lylyan Qiran Shin.


Beberapa menit, tabib itu selesai memeriksa putri Lylyan Qiran Shin.


"Selamat ya, putri Lylyan. Anda akan menjadi seorang Ibunda," Tutur Tabib.


"Maksudnya?" Tanya putri Lylyan.


"Anda hamil," Sahut Tabib seraya tersenyum.


"Benarkah, Tabib?" Tanya pangeran Chian. Rasanya ia tidak percaya.


"Benar, pangeran," Sahut tabib.


"Sebentar lagi pangeran akan menjadi orng tua," Sambungnya.


Pangeran Chian tersenyum bahagia.


"Akhirnya kita akan mempunyai seorang anak," Kata pangeran Chian. Ia memeluk istrinya.


"Iya, Suamiku," Sahut putri Lylyan.


Beberapa menit, mereka pun melepaskan pelukannya.


"Berapa bulan usia kehamilannya?" Tanya pangeran Chian pada tabib.


"Dua minggu," Sahut tabib. Dan dibalas anggukan oleh pangeran Chian.


"Karena usia kandungannya masih sangat muda. Jadi, masih rentan keguguran. Jadi, untuk menhindari hal tersebut, maka putri Lylyan tidak boleh kecapean, dan tidak boleh melakukan pekerjaan berat. Jadi, pangeran harus bisa menjaga putri Lylyan dengan baik," Sambung tabib.


"Baiklah, tabib," Sahut pangeran Chian.


Setelah itu, tabib pun keluar dari kamar pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin.


"Sayang, kita beri tahu Ayahanda dan Ibunda, yuk!" Tutur pangeran Chian.


"Nanti saja. Waktu makan siang," Sahut putri Lylyan.


"Aku mau istirahat sebentar, badan ku rasanya lemas," Sambungnya.


"Hmmm, yasudah. Kamu tidur lah," Tutur pangeran Chian.


"Kamu temani aku kan?," Tanya putri Lylyan.


"Iya, sayang," Sahut pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran Shin pun tersenyum bahagia. Lalu, ia pun memejamkan matanya.


'Cup'


Pangeran Chian Shin mengecup pucuk kepala putri Lylyan. Lalu, ia memeluk istrinya yang sedang tidur.


"Tidur yang nyenyak, sayang," Kata pangeran Chian.


Pangeran Chian Shin senantiasa menemani istrinya yang sedang tidur.


*****


Siang harinya, pangeran Chian Shin membangunkan istrinya. Setelah istrinya bangun, mereka pun menuju ruang makan.


"Siang, Ayahanda, Ibunda," Tutur pangeran Chian seraya tersenyum.


"Tumben senyum," Sahut raja Sanji.


"Senyum salah, tidak senyum salah," Celoteh pangeran Chian.


"Sudah-sudah," Permaisuri Chylian menengahi.


"Duduk lah, sayang!" Sambung permaisuri Chylian seraya tersenyum.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin pun duduk. Lalu, mereka pun makan siang bersama-sama.


Selesai makan siang, pangeran Chian Shin angkat bicara.


"Ayahanda, Ibunda. Aku membawa kabar baik," Tutur pangeran Chian.


"Kabar baik apa?" Tanya raja Sanji.


"Penasaran ya, Ayahanda," Ejek pangeran Chian.


"Terserah," Celetuk raja Sanji.


"Suamiku, sudah lah," Tutur putri Lylyan pada pangeran Chian.


"Iya, sayang," Sahut pangeran Chian.


"Kabar baik apa yang ingin kamu sampaikan, putraku?" Tanya permaisuri Chylian.


"Istriku sedang hamil," Tutur pangeran Chian seraya tersenyum.

__ADS_1


"Apa? Lylyan hamil?" Tanya permaisuri Chylian. Ia menyakinkan pendengarannya.


"Iya, Ibunda," Sahut pangeran Chian.


"Selamat ya, menantuku. Akhirnya kamu hamil. Sebentar lagi Ibunda akan menimang cucu," Tutur permaisuri Chylian seraya tersenyum. Rasanya, ia sangat bahagia.


"Selamat ya, menantuku, putraku. Sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua," Tutur raja Sanji.


"Terimakasih, Ayahanda, Ibunda," Sahut putri Lylyan.


"Berapa usia kehamilan mu, nak?" Tanya permaisuri Chylian.


"Dua minggu, Ibunda," Sahut putri Lylyan. Permaisuri Chylian pun mengguk tanda paham.


"Putraku, kamu harus menjaga istrimu dengan baik. Jangan sampai istrimu dan bayi di dalam kandungannya kenapa-kenapa," Tutur raja Sanji.


"Iya, Ayahanda," Sahut pangera Chian.


"*Ka*lian sudah memberi tahu raja Wian dan permaisuri Lyana tetang kehamilan ini?" Tanya permaisuri Chylian.


"Belum, Ibunda. Nanti kami akan mengirim surat pada mereka," Sahut pangeran Chian.


"Ohiya, kamu jadi membantu kerjaan Min?" Tanya raja Sanji pada pangeran Chian.


"Jadi, Ayahanda," Sahut pangeran Chian.


"Kamu sudah menyiapkan bahan pangannya?" Tanya raja Sanji.


"Hari ini masih di siapkan oleh Ermin. Jadi, besok aku dan para pengawal tinggal membawanya ke sana," Sahut pangeran Chian.


"Oooh, yasudah kalau begitu," Sahut raja Sanji.


Setelah pembicaraan itu, mereka pun berpisah. Melakukan aktifitas masing-masing.


*****


Malam Hari


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin sedang duduk di taman melihat bintang-bintang yang ada dilangit.


"Sayang, bintang nya banyak sekali ya," Kata putri Lylyan pada suaminya.


"Iya, sayang," Sahut pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran Shin terus melihat ke langit, ia melihat bintang-bintang yang berhamburan di langit. Entah kenapa, ia sangat senang melihat warna-warni bintang itu.


"Suamiku," Panggil putri Lylyan. Ia melihat suaminya.


"Ada apa?" Tanya nya. Ia melihat istrinya.


"Besok kamu pergi ke kerjaan Min?" Tanya putri Lylyan. Pangeran Chian pun mengiyakannya.


"Kamu menginap disana?" Tanya pangeran Chian.


"Belum tahu, sayang," Sahut pangeran Chian.


"Aku boleh ikut?" Tanyanya.


"Tidak boleh, sayang," Sahut pangeran Chian.


"Aku mau ikut...," Kata putri Lylyan.


"Kamu sedang hamil, sayang. Kamu tidak boleh kecapean. Perjalanan kesana itu melelahkan," Tutur pangeran Chian.


"Aku tidak mau disini tanpa ada kamu," Sahut putri Lylyan dengan lirih.


"Aku usahakan akan sebentar saja disana dan tidak sampai menginap, sayang...," Sahut pangeran Chian.


"Aku pergi pagi terus pulang sore hari," Sambungnya.


Putri Lylyan tidak menanggapi ucapan pangeran Chian. Ia menundukkan kepalanya.


"Sayang," Panggil pangeran Chian.


"Hmm," Sahut putri Lylyan.


"Lihat lah aku, sayang!" Perintah pangeran Chian.


"Aku tidak mau," Kata putri Lylyan.


"Aku ingin ikut dengan mu," Sambungnya. Ia berkata dengan lirih dan dengan suara pelan.


Pangeran Chian Shin memegang dagu istrinya agar istrinya melihat nya.


"Sayang," Panggil pangeran Chian pada istrinya lagi.


"Aku tidak mau disini sendirian, kalau kamu pergi maka aku juga ikut," Kata putri Lylyan. Ia tidak menghiraukan suaminya yang memanggil dirinya.


"Tapi, sayang," Kata pangeran Chian.


"Aku mau ikut...," Sahut putri Lylyan. Air matanya tiba-tiba tumpah dan membasahi pipinya.

__ADS_1


"Suuuut. *J*angan menangis, sayang," Tutur pangeran Chian.


Pangeran Chian Shin pun memeluk istrinya.


"Jangan nangis..., aku tidak jadi pergi," Kata pangeran Chian.


"Kamu janji? hiks hiks," Tanya putri Lylyan.


"Iya, sayang," Sahut pangeran Chian. Ia pun melepaskan pelukannya, lalu menghapus air mata istrinya.


"Sekarang kita masuk istana. Kita istirahat di kamar," Tutur pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk.


*****


Sesampai kamar, mereka pun tidur. Tetapi, di tengah malam, putri Lylyan Qiran Shin terbangun.


"Sayang," Putri Lylyan memanggil. Ia menggoyangkan tubuh suaminya.


"Hmmm," Sahut pangeran Chian setengah sadar. Ia berusaha membuka matanya.


"Ada apa? " Tanyanya.


"Aku lapar," Sahut putri Lylyan.


"Tapi ini tengah malam sayang ku. *Para Maid sudah pada tidur. Apa t*idak bisa besok pagi saja baru makan," Tutur pangeran Chian.


Putri Lylyan menggelengken kepalanya.


"Sabar-sabar. Chian, kamu harus sabar," Batin pangeran Chian.


"Yasudah, ayo kita pergi ke dapur!" Pangeran Chian mengajak istrinya.


Mereka berdua pun pergi ke dapur. Lalu, putri Lylyan mengambil buah yang ada di keranjang buah.


"Sepertinya buah jambu ini enak," Gumam putri Lylyan. Ia ingin memakan buah itu.


"Tunggu dulu!" Kata pangeran Chian. Ia mengambil buah yang di pegang istrinya.


"Iiih, kenapa di ambil?" Putri Lylyan kesal.


"Aku cuci dulu," Sahut pangeran Chian dengan enteng.


"Hmm," Sahut putri Lylyan.


Pangeran Chian mencuci buah jambu itu dengan perlahan. Lalu, ia memberikan nya pada istrinya.


"Ini, makan lah!" Perintah pangeran Chian.


"Terimakasih," Sahut putri Lylyan seraya tersenyum. Ia pun memakan buah jambu itu.


"Aku senang melihatmu senang," Batin pangeran Chian seraya memandang istrinya.


"Kamu mau?" Tanya putri Lylyan.


"Tidak, untuk kamu saja," Sahut pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran Shin pun memakan jambu itu sampai habis.


"Sudah kenyang?" Tanya pangeran Chian.


"Belum," Sahut putri Lylyan.


"Aku mau makan nasi pakai ayam bakar dam minum susu," Sambungnya.


"Tengah malam begini kamu mau makan ayam bakar?" Tanya pangeran Chian.


"Iya, Suamiku," Kata putri Lylyan.


"Besok saja ya, sayang. Tengah malam begini para Maid masih pada tidur," Tutur pangeran Chian.


"Aku buatin susu saja ya," Sambungnya.


"Aku tidak mau. Aku mau nya sekarang. Aku kan lapar nya sekarang. Masa besok baru makan," Celetuk putri Lylyan.


"Hup," Pangeran Chian menghela nafasnya. Ia menahan emosi.


"Yasudah, kita kembali ke kamar dulu ya. Nanti aku suruh penjaga istana untuk membangunkan beberapa Maid agar mereka memasak makanan sesuai keinginanmu," Tutur pangeran Chian.


"Baiklah," Sahut putri Lylyan dengan antusias.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2