Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter35


__ADS_3

Keesokan harinya, pangeran Chian Shin makan bersama orang tuanya serta mertua nya.


Setelah selesai acara sarapan pagi. Mulailah ada yang angkat bicara.


"Putraku, bagaimana tadi malam. Suskses?" Tanya raja Sanji pada pangeran Chian.


"Sukses dong," Sahut pangeran Chian dengan mantap.


"Ha, kamu tidak bercanda?" Tanya raja Sanji cengan.


"Ngapain aku bohong. Emang tempang ku seperri orang bohong?" Pangeran Chian balik bertanya. Raja Sanji menggelengkan kepalanya.


"Menantuku, kamu benar-benar hebat. Aku saja dulu tidak langsung sperti mu ini," Celetuk raja Wian.


"Kenapa?" Tanya pangeran Chian.


"Bagaimana mau seperti itu. Istriku saja galaknya macam singa ," Celetuk raja Wian lagi.


"Apa!!," Kata permaisuri Lyana dengan dinginnya.


"Kamu mengataiku singa, ha?" Permaisuri Lyana marah.


"Heheh, tidak-tidak. Kamu lah istriku yang paling cantik dan baik hati," Kata raja Wian.


"Hmmm," Sahut permaisuri Lyana.


"Kalian ini, kenapa malah bertengkar?" Tanya permaisuri Chylian.


"Entah itu. Kita saja dulu tidak langsung melakukan begituan ya kan, Sayang. Putra kita memang benar-benar hebat," Kata raja Sanji.


"Hmmm," Kata permaisuri Chylian.


Setelah itu suasana menjadi hening sampai beberapa menit.


"Eh, tunggu-tunggu. Sepertinya kita melupakan sesuatu," Kata permaisuri Chylian.


"Ya jelas. Istriku tidak ada disini," Sahut pangeran Chian santai.


"Putriku kemana?" Tanya permaisuri Lyana.


"Masih tidur, mungkin kecapean. Jadi aku malas membangunkannya," Sahut pangeran Chian.


"Wah-wah. Hebat-hebat," Celetuk raja Sanji.


"Suamiku, sudah lah. Jangan di bahas lagi!" Kata permaisuri Chylian. Raja Sanji hanya nyengir kuda.


Setelah perbincangan itu, pangeran Chian Shin pun kembali kekamarnya. Melihat istri tercinta dan terpolosnya.


"Masih belum bangun juga," Kata pangeran Chian. Lalu, ia mendekati istrinya.


"Sayang, bangun yuk!" Kata pangeran Chian lembut. Lalu, menepuk pelan pipi putri Lylyan.


"Hmmm, sebentar lagi. Aku masih mengantuk," Sahut putri Lylyan dengan suara seraknya. Ia mengerjapkan matanya.


"Bangun lah sayang, sebentar lagi kita harus bersiap-siap pulang ke istana Shin," Tutur pangeran Chian.


"Hmm," Sahut putri Lylyan. Ia pun duduk. Selimut yang ia pakai terbuka.


"Sayang, pagi-pagi kamu menggoda ku?" Tanya pangeran Chian.


"Maksudnya?" Putri Lylyan balik bertanya.


"Lihat lah diri mu!" Sahut pangeran Chian santai. Putri Lylyan pun melihat tubuhnya.


"Arrkhh, kenapa tidak bilang dari tadi!?" Kata putri Lylyan seraya menutup tubuhnya dengan selimut.


"Kenapa ditutupi?" Celetuk pangeran Chian.


"Iiih, aku malu tahu," Putri Lylyan berkata seraya mengerucutkan bibir nya.

__ADS_1


"Jangan malu. Lagi pula, aku sudah melihat nya semua," Celetuk pangeran Chian dengan santai.


"Iiih, dasar mesum," Kata putri Lylyan kesal.


"Maaf-maaf. Yasudah, mandi sana!" Perintah pangeran Chian pada putri Lylyan.


"Tapi, gendong aku sampai kamar mandi!" Sahut putri Lylyan.


"Dasar pemalas," Ejek pangeran Chian.


"Kalau begitu, aku tidak mau mandi dan tidak akan bersiap untuk pulang ke istana Shin," Putri Lylyan mengancam pangeran Chian.


"Iya, aku akan menggendong mu, istri ku yang paling cantik," Sahut pangeran Chian. Ia benar-benar harus sabar menghadapi istrinya itu.


Pangeran Chian Shin langsung menggendong putri Lylyan Qiran ke kamar mandi. Lalu ia pun keluar. Setelah itu, putri Lylyan Qiran langsung membersihkan badannya.


*****


Setelah putri Lylyan Qiran selesai mandi dan berpakaian, ia pun langsung pergi sarapan ditemani oleh pangeran Chian Shin. Beberapa menit, mereka pun selesai sarapan pagi.


Beberapa jam kemudian, pangeran Chian Shin dan putri Lylyan sudah selesai berkemas. Mereka akan pulang ke istana kerajaan Shin, begitu juga dengan raja Sanji Shin dan permiasuri Chylian Shin.


"Ayahanda, Ibunda. Kami pulang dulu!" Kata pangeran Chian kepada kedua mertuanya.


"Iya. Hati-hati dijalan," Sahut raja Wian.


"Ayahanda, Ibunda. Aku sayang kalian," Kata putri Lylyan. Matanya berkaca-kaca.


"Putri ku, jaga diri mu baik-baik disana," Kata permaisuri Lyana, lalu ia memeluk putrinya.


"Iya, Ibunda. Ibunda juga jaga diri baik-baik disini," Tutur putri Lylyan. Air matanya sudah menetes.


"Pasti, sayang," Sahut permaisuri Lyana. Lalu ia melepaskan pelukannya.


"Jangan menangis. Ibunda yakin, pangeran Chian pasti selalu menyayangimu dan menjagamu," Tutur permaisuri Lyana seraya menghapus air mata putrinya.


"Sanji, Chylian, Menantuku. Jagalah putriku. Aku percaya pada kalian," Tutur raja Wian.


"Iya, Ayahanda. Aku selalu akan menjaga Lylyan," Sahut pangeran Chian.


"Kami akan menjaganya. Dan menyayanginya selalu," Kata permaisuri Chylian.


"Kamu jangan khawatir akan putri mu. Kami pasti melindunginya," Kata raja Sanji. Raja Wian pun mengangguk.


"Kami berangkat dulu!" Kata pangeran Chian Shin.


"Baiklah, hati-hati," Sahut permaisuri Lyana.


Raja Sanji Shin, permaisuri Chylian Shin dan pangeran Chian Shin serta putri Lylyan Qiran pulang ke istana kerjaan Shin.


Mereka pulang dengan menggunakan kreta kuda. Pangeran Chian Shin bersama putri Lylyan Qiran. Sedangkan, raja Sanji Shin bersama permaisuri Chylian Qiran.


*****


Beberapa jam, mereka pun sampai ke istana kerjaan Shin. Mereka masuk ke istana kerjaan Shin. Kemudian pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran pun masuk kedalam kamar nya.


"Capeknya," Lirih putri Lylyan. Ia pun merebahkan badannya di atas kasur.


"Kamu capek, sayang?. Mau aku pijitin?" Tanya pangeran Chian.


"Tidak usah, kamu pasti capek juga," Sahut putri Lylyan.


"Aku tidak capek kok. Sini aku pijitin," Kata pangeran Chian. Lalu ia mendekati istrinya.


"Tidak usah dipijitin. Aku mau di peluk saja," Kata putri Lylyan. Pangeran Chian pun merebahkan badannya, lalu memeluk istrinya dengan lembut dan hangat.


"Dasar manja," Celetuk pangeran Chian. Lalu ia tersenyum.


"Biarin," Sahut putri Lylyan. Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.

__ADS_1


"Sayang, kita merapikan barang kamu dulu ya!" Kata pangeran Chian.


"Nanti saja, aku masih capek," Sahut putri Lylyan manja.


'Cup'


Pangeran Chian mencium pucuk kepala putri Lylyan.


"Iya, sayang. Terserah kamu saja," Sahut pangeran Chian seraya mengelus punggung putri Lylyan dengan lembut.


Karena kecapean, pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran pun tertidur hingga sore hari dengan posisi saling berpelukan satu sama lain.


*****


Pangeran Chian terbangun dari tidur pulasnya. Ia mengerjapkan matanya.


"Lengan ku pegal sekali," Gumam pangeran Chian. Lengannya sedikit kebas karena di buat bantal kepala putri Lylyan.


"Lylyan masih tidur pulas. Bagaimana ini?" Gumamnya lagi. Pangeran Chian mengangkat kepala putri Lylyan dengan perlahan.


"Jangan pergi!" Putri Lylyan mengigau. Ia semakin mengeratkan pelukannya.


"Mengigau rupanya," Gumam pangeran Chian. Ia pun mengelus punggung istrinya. Lengan nya masih sebagai batal kepala putri alylyan. Dan ia tidak tega ingin membangunkan istri polos nya itu.


Tiga puluh menit kemudian, putri Lylyan Qiran pun terbangun.


"Emmm," Kata putri Lylyan. Ia menggeliat mengerjapkan matanya.


"Kamu sudah bangun, Istriku sayang?" Tanya pangeran Chian seraya tersenyum.


"Hmmm," Katanya.


"Sekarang, kita harus bangun. Hari sudah sore," Tutur pangeran Chian.


"Baiklah," Putri Lylyan pun duduk. Pangeran Chian langsung mengibas-ngibaskan lengannya yang kebas, yang telah ia tahan dari tadi.


"Tangan mu kenapa?" Tanya putri Lylyan bingung.


"Hanya sedikit pegal dan kebas," Jawab pangeran Chian lembut.


"Maafkan aku," Tutur putri Lylyan. Lalu ia memijit lengan pangeran Chian. Pangeran Chian hanya tersenyum.


"Sakit di lengan ku tidak sebanding dengan yang kamu alami waktu dulu," Batin pangeran Chian.


"Sudah enakan?" Tanya putri Lylyan. Pangeran Chian pun mengangguk.


"Terimakasih," Ucap pangeran Chian.


'Cup'


Pangeran Chian mencium sekilas pipi kanan putri Lylyan. Putri Lylyan hanya tersenyum.


"Ayo kita mandi!" Kata pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk.


Akhirnya mereka mandi berdua. Setelah selesai mandi dan berpakaian, mereka pun menyusun pakaian putri Lylyan Qiran di lemari mereka. Serta barang-barang yang lainnya yang telah di bawa dari istana Qiran.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2