Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter23


__ADS_3

Istana kerjaan Shin


Setelah keluarga kerjaan Qiran meninggalkan kerjaan Shin. Pangeran Chian teringat dengan surat yang ia pegang.


"Apa ya isi surat ini. Pasti ada hal penting didalamnya," Gumam pangeran Chian. Lalu membuka gulungan surat itu. Dan ia memabacanya dengan detail.


Isi surat 1


Pangeran, surat ini sengaja ku tulis untuk mu.


Aku sebenarnya sudah tahu siapa orang yang ingin membunuhku dan yang telah menyerang kerajaanku. Tetapi aku tidak memperdulikan itu, karena aku yakin kamu akan selalu ada untukku saat aku senang maupun susah.


Pangeran, aku juga sudah menyelidiki siapa orang suruhan dari kerjaan Min yang ingin membunuhku. Aku juga sudah mengumpulkan bukti yang kuat untuk menjatuhkan kerjaan Min. Tetapi, aku tidak egois. Sehingga aku membiarkan kerjaan Min tetap berdiri tegak.


(Salam putri Lylyan Qiran)


Isi surat 2


Pangeran, ini nama orang yang suruhan raja Sishan Min untuk memata-mataiku.


Namanya adalah Kinhan, ia orang kepercayaan raja Sishan Min. Mungkin kamu mengenalnya.


Dan lihatlah isi surat ketiga. Lalu tunjukkan surat ketiga, pada juru pengadilan antar kerajaan. Jika kamu menginginkannya.


Surat itu berisi perjanjianku dengan Kinhan suatu saat kami akan membongkar kebusukan raja Sishan Min dan keluarganya saat mereka tidak bisa di kasihani lagi. Dan disurat ketiga itu, sudah tertera bukti bahwa yang menyerang kerjaan Qiran dan yang ingin membunuhku 11 tahun yang lalu adalah kerjaan Min.


Pangeran tidak perlu tahu mengapa aku bisa mengenal Kinhan. Karena ceritanya panjang.


Jika pangeran tidak percaya dengan isi surat ku ini, pangeran bisa menemui dan menanyakan langsung pada Kinhan tetang isi suratku.


(I Love You, Pangeran Chian Shin)


(Salam hangat dari putri Lylyan Qiran)


Pangeran Chian pun membuka surat ketiga yang diberikan oleh putri Lylyan Qiran. Dan ia menyesali mengambil keputusan tanpa memberi tahu putri Lylyan Qiran, orang yang ia cintai.


"Putri Lylyan, I love you too," Tutur pangeran Chian seraya menggulung kertas itu kembali.


"Aku harus menyusulnya, Pasti mereka belum juah. Sebelum terlambat," Gumam pangeran Chian.


Pangeran Chian Shin berpamitan pada orang tuanya bahwa ia akan menyusul putri Lylyan Qiran. Ia langsung melajukan kudanya menyusul putri Lylyan Qiran.


*****


Disisi lain, terlihatlah putri Lylyan Qiran dan kedua orang tuanya menaiki kereta kuda dan membelah jalan. Mereka melewati hutan untuk menuju kerjaan Qiran. Tetapi saat berada di tengah hutan, ada seseorang yang menyarang mereka dengan anak panah.


'Cyuup cyuup cyuup'


Tiga anak panah dilayangkan ke arah kereta kuda. Kusir dan dua pengawal mati sektika.

__ADS_1


"Siapa diana?" Tanya putri Lylyan(Lyly). Lalu ia ingin melangkah keluar kereta.


"Mau kemana kamu, nak?" Kata permaisuri Lyana.


"Aku ingin keluar, melihat siapa yang mencoba mencari masalah dengan kita," Kata putri Lylyan.


"Biar Ayahanda saja yang melawan mereka," Kata raja Wian. Putri Lylyan pun mengangguk.


Beberapa menit, raja Wian Qiran melawan tiga orang berjubah hitam dan memakai penutup wajah. Hingga tidak terlihat siapa orsng itu. Karena tiga banding satu. Raja Wian Qiran sedikit kewalahan. Kemudian putri Lylyan keluar kereta kuda untuk membantu ayahandanya.


'Sring sring' Suara pedang saling beradu.


"Putriku, ngapian kamu keluar?" Kata raja Wian.


"Aku ingin membantumu, Ayahanda," Kata putri Lylyan.


"Masuklah, putriku. Aku tidak apa apa," Kata raja Wian.


"Aku tidak mau. Aku ingin membantumu. Ayahanda akan kalah jika melawan sendirian. Lagian aku sudah tahu sedikit ilmu bela diri," Tutur putri Lylyan. Lalu raja Wian mengangguk,karena ia tahu bahwa putrinya keras kepala.


'Sring sring jleb' Suara pedang menusuk salah satu orang berjubah hitam hingga pingsan.


'Jleb jleb' Pedang menusuk perut orang kedua dan ketiga. Lalu mati.


"Mereka sudah mati, Ayahanda," Kata putri Lylyan.


"Iya, putriku. Masuklah kamu ke dalam kereta kuda. Ayahanda yang akan mengendarai kereta kudanya," Kata raja Wian. Lalu putri Lylyan Qiran pun mengngguk.


"Putriku, awas dibelakangmu!!" Teriak permaisuri Lyana.


Seketika putri Lylyan Qiran membalik badannya seperti semula.


'Jleb'


Pedang menusuk perut putri Lylyan Qiran.


"Putri ku," Teriak raja Wian dan permaisuri Lyana bersamaan. Lalu permaisuri Lyana berlari ke arah putrinya. Sedangkan raja Wian mencegah orang berjubah yang ingin kabur.


"Putri ku, bertahanlah nak, hiks hiks," Kata permaisuri Lyana memangku kepala putrinya. Ia mengangis.


"Aku tidak apa-apa, Ibunda. Jangan menangis," Kata putri Lylyan lirih menahan sakit di perutnya.


Tiba-tiba pangeran Chian Shin datang dengan kuda nya.


"Putri Lylyan," Teriak pangeran Chian. Lalu ia dengan cepat memberhentikan kuda yang ia naiki. Dan Lari menghampiri putri Lylyan.


"Apa yang terjadi. Mengapa bisa seperti ini?" Tanya pangeran Chian. Lalu ia memindahkan kepala putri Lylyan ke pahanya.


"Kami tidak tahu. Tiba-tiba ada yang menyerang kami, hiks," Kata permaisuri Lyana.

__ADS_1


"Lylyan, bertahanlah. Maafkan aku tidak bisa menjaga mu," Kata pangeran Chian seraya menitikkan air matanya.


"Pangeran ku, jangan menangis. Aku tidak apa-apa," Kata putri Lylyan seraya menghapus air mata pangeran Chian. Ia juga tersenyum kepada pangeran Chian.


"Bertahanlah, aku akan membawa mu di istana ku. Di istanaku ada tabib pribadi kami yang sangat mahir dalam menyembuhkan," Tutur pangeran Chian.


"Pergilah, cepat bawa putri ku. Kami tidak apa-apa disini. Kami akan menyusul nanti," Kata raja Wian yang baru datang dengan membawa orang berjubah hitam yang menyerang mereka tadi.


Lalu pangeran Chian Shin menggendong putri Lylyan Qiran menuju kuda yang ia naiki tadi. Kemudian membawanya ke istana Shin. Sedangkan raja Wian Qiran dan permaisuri menaiki kereta kuda.


*****


Istana Kerjaan Shin


Penjaga gerbang membukakan pintu gerbang istana Shin. Disana sudah ada raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin yang sedang duduk di taman depan istana. Kemudian mereka masuk ke kedalam istana menuju kamar pangeran Chian Shin. Pangeran Chian memanggil tabib pribadi kerjaan Shin. Tidak butuh lama tabib itu datang ke kamar pangeran Chian, lalu mengeceknya. Sedangka putri Lylyan Qiran sudah tidak sadarkan diri.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya pangeran Chian dengan cemas.


"Aku sudah mengobati lukanya. Luka di perutnya itu dalam. Dan banyak darah yang keluar. Untung saja putri ini tubunya kuat dan pangeran cepat membawanya kesini. Kalau tidak ia tidak akan selamat," Kata tabib.


"Kapan ia akan sadar, Tabib?" Tanya pangeran Chian.


"Aku tidak tahu kapan. Mungkin bisa sampai berminggu-minggu. Tetapi jika tidak ada perkembangan dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan. Bisa saja ia tidak akan selamat." Tutur tabib.


"Tidak. Kamu pasti bohong, Tabib," Kata pangeran Chian berteriak. Tubuhnya lemas lalu tersungkur ke lantai. Air matanya mengalir deras.


"Saya tidak bohong, pangeran," Kata tabib. Ia kasihan melihat pangeran Chian yang terpukul.


Sedangkan diluar kamar sudah ada raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin. Dan juga raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran yang baru sampai. Mereka sangat terpukul mengdengar penuturan tabib itu.


"Ini semua salah ku, salah ku," Kata pangeran Chian berteriak dan memukul lantai hingga beberapa kali.


"Tapi aku yakin, putri itu akan sadar. Jadi ku mohon pada pangeran tetap menjaga putri. Dan aku juga akan selalu rutin mengecek keadaan putri," Tutur tabib.


"Terimakasih, Tabib. Berusahalah untuk menyembuhkan putri Lylyan Qiran," Kata pangeran Chian yang masih duduk di lantai. Lalu tabib itu mengangguk dan meninggalkan kamar pangeran Chian.


*


*


*


*


*


Selalu dukung terus ceritaku ya :)


Like, coment, vote

__ADS_1


Lanjut..


__ADS_2