Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter40


__ADS_3

Permaisuri Chylian Shin terdiam sebentar karena ucapan putra nya.


"Istri mu pasti akan pulang, jadi sudahilah minum arak ini," Kata permaisuri Chylian seraya mengambil arak yang ada di tangan anaknya.


"Kapan dia akan kembali, kapan Ibunda?" Tanya pangeran Chian.


"Besok dia akan kembali," Sahut permaisuri Chylian. Ia berbohong pada pangeran Chian.


"Tidak mungkin dia kembali kesini. Dia sudah benci dengan ku, bahkan saat aku ke istana kerjaan Qiran, dia tidak mau menemuiku," Sahut pangeran Chian.


"Percayalah pada Ibunda mu. Ibunda mu tidak mungkin bohong," Kata raja Sanji. Ia juga tidak tahu kapan putri Lylyan akan kembali.


"Aku tidak percaya pada kalian, kalian pembohong," Sahut pangeran Chian.


"KELUARLAH KALIAN!, AKU TIDAK MAU MELIHAT KALIAN. AKU HANYA INGIN MELIHAT ISTRI KU DISINI," Sambung pangeran Chian. Ia menekan kata-katanya seraya berteriak.


"Putraku, tenang lah!!" Kata permaisuri Chylian dengan meninggikan suaranya.


"Istriku, biarkan saja dia sendiri dulu. Kita keluar saja. Jika kita disini, Putra kita semakin menjadi-jadi," Tutur raja Sanji.


"KELUARLAH!, AKU HANYA BUTUH ISTRIKU YANG SANGAT AKU CINTAI," Pangeran Chian berteriak.


Raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin keluar dari kamar pangeran Chian Shin.


*****


Keesokan Harinya


Putri Lylyan Qiran berpamitan pada kedua orang tuanya. Karena ia harus kembali ke istana kerjaan Shin.


"Ayahanda, Ibunda. Aku pulang dulu!" Kata putri Lylyan.


"Iya, sayang," Sahut permaisuri Lyana.


"Jaga kesehatan kamu ya, nak," Imbuhnya.


"Putriku, jika ada masalah, selesaikanlah secara baik-baik, jangan seperti ini lagi," Tutur raja Wian.


"Baiklah, aku akan ingat pesan kalian berdua," Sahut putri Lylyan.


Raja Wian Qiran dan permiasuri Lyana Qiran serta putri Lylyan Qiran Shin pun berpelukan. Beberapa menit, mereka melepaskan pelukannya.


Putri Lylyan Qiran Shin pun diantar oleh Lixhan ke istana kerjaan Shin.


*****


Setelah menempuh beberapa jam, putri Lylyan Qiran Shin telah sampai ke istana kerjaan Shin.


"Ayah Lixhan, terimakasih telah mengantar ku," Tutur putri Lylyan seraya tersenyum.


"Iya, putri Lylyan," Sahut Lixhan.


"Jaga kesehatan mu, jika ada masalah dengan suamimu maka selesaikan lah baik-baik. Jadilah istri yang baik untuk suamimu," Imbuhnya.


"Iya, Ayah Lixhan," Sahut putri Lylyan.


"Kalau begitu, Ayah pulang dulu!" Kata Lixhan.


"Tidak singgah dulu?" Tanya putri Lylyan.


"Lain kali saja. Ayah masih banyak pekerjaan yang harus di urus di kerjaan Qiran," Tutur Lixhan.

__ADS_1


"Kalau begitu sampaikan salah mu untuk Bunda Xixin," Kata putri Lylyan.


"Baiklah, nanti akan Ayah sampaikan. Kalau begitu, Ayah pulang dulu!" Kata Lixhan. Putri Lylyan pun mengiyakannya.


Lixhan pun pergi menuju kerjaan Qiran.


Setelah itu, putri Lylyan Qiran masuk kedalam istana kerjaan Shin. Saat ia berjalan, ia melihat kedua mertuanya.


"Ayahanda, Ibunda," Putri Lylyan menyapa.


"Akhirnya kamu pulang juga," Sahut permaisuri Chylian seraya tersenyum bahagia.


"Gimana keadaan kamu, nak?" Tanya raja Sanji.


"Baik, Ayahanda," Sahut putri Lylyan seraya tersenyum.


"Hmm, Suamiku ada di istana atau tidak? " Tanya putri Lylyan.


"Dia selalu di istana, tidak pernah keluar," Sahut permaisuri Chylian.


"Memangnya dia tidak melihat keadaan rakyat dan gudang, dan keadaan kerjaan?" Tanya putri Lylyan sedikit bingung dengan ucapan mertuanya.


"Selama kamu pergi dari istana ini. Suami mu terus mabuk-mabukan. Dan setelah dia pulang dari istana kerjaan Qiran, dia semakin parah mabuk-mabukan dan mengurung diri di dalam kamar setiap hari," Tutur raja Sanji.


"Dia tidak mau di dekati siapa pun, termasuk kami orang tuanya sendiri. Dan emosinya semakin tidak bisa dikontrol," Imbuh permaisuri Chylian.


Putri Lylyan terdiam karena ucapan mertuanya.


"Sekarang, lebih baik kamu lihat keadaan Suami mu!" Tutur permaisuri Chylian. Putri Lylyan pun mengangguk.


Lalu, putri Lylyan Qiran Shin menuju kamar yang biasa ia tempati dengan Suaminya.


*****


Sesampai di dalam kamar, ternyata benar yang dikatakan kedua mertuanya tadi.


"Suamiku," Panggil putri Lylyan. Pangeran Chian menoleh ke arah suara dan melihatnya.


"Mengapa dia seperti istriku. Tetapi istriku mana mungkin kembali, dia benci pada ku," Celoteh pangeran Chian.


"Kamu tidak mengenaliku?" Tanya putri Lylyan seraya mendekat ke suaminya.


"Lylyan, benarkah ini kamu, Istriku?" Tanya pangeran Chian. Ia sungguh tidak percaya.


"Iya, ini aku, Istrimu," Sahut putri Lylyan. Lalu, ia menempelkan telapak tangan suaminya di pipinya.


"Lylyan, jangan tinggalkan aku," Kata pangeran Chian seraya memeluk Istrinya.


"Jika kamu ingin aku disini bersama mu. Maka dari itu, jangan pernah menyentuh arak apalagi meminumnya. Aku tidak suka Suamiku mabuk-mabukan," Sahut putri Lylyan. Ia juga memeluk suaminya.


"Baiklah, aku akan menurut pada mu," Kata pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran Shin melepas pelukannya. Lalu, ia menangkup wajah suaminya.


"Kenapa kamu minum arak setiap hari. Bukannya kamu tidak pernah minum arak sebelumnya," Tutur putri Lylyan.


"Maafkan aku," Lirih pangeran Chian.


"Aku tidak butuh maaf dari mu. Aku hanya butuh pembuktian," Tutur putri Lylyan.


"Baiklah," Kata pangeran Chian.

__ADS_1


"Sekarang, mandilah! Bersihkan badan mu.Ganti pakaian mu dengan yang bersih," Kata putri Lylyan. Pangeran Chian pun mengangguk.


"Yasudah. Masuk ke kamar mandi!" Perintah putri Lylyan.


"Kamu tidak akan pergi lagi kan?" Tanya pangeran Chian.


"Iya, aku tidak akan meninggalkan mu. Kamu sekarang mandi, agar aku bisa membersihkan kamar ini," Sahut putri Lylyan.


Pangeran Chian Shin mengikuti apa kata istrinya. Ia pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Beberapa menit, ia pun selesai mandi.


Putri Lylyan Qiran Shin pun juga sudah selesau membersihkan kamar yang berantakan tadi. Kemudian, mereka berdua merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Beberapa menit, pangeran Chian Shin tertidur dengan pulasnya.


"Suamiku, maafkan sifat ku yang seperti anak kecil dan aku sudah meninggalkan mu disini," Gumam putri Lylyan. Ia memandangi wajah suaminya dan menegang wajah tampan suaminya.


"Aku keluar dulu ya, Suamiku," Sambungnya.


"Tidur ya nyenyak, Suamiku. Aku sayang pada mu," Tutur putri Lylyan. Lalu, ia mengecup lembut pipi seuaminya.


Putri Lylyan Qiran Shin perlahan-lahan turun dari tempat tidur, lalu ia keluar kamar dan menuju Paviliun. Sesampai sana, ia duduk di ayunan.


"Rindu juga dengan Paviliun dan ayunan ini," Kata putri Lylyan seraya tersenyum.


Putri Lylyan Qiran Shin memejamkan matanya, menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya.


*****


1 Jam Kemudian


Pangeran Chian Shin sudah bangun dari tidur nyenyak nya.


"Auuuh," Pangeran Chian meringis. Ia merasa kepalanya sedikit berat.


"Bukannya tadi Lylyan kesini?" Gumamnya. Lalu, ia mengingat-ingat.


"Iya, Lylyan sudah kembali. Tetapi dimana dia?" Gumamnya lagi.


Pangeran Chian Shin memcari Istrinya lalu ia keluar dari kamarnya. Beberapa menit, ia menemukan istrinya yang sedang duduk santai.


"Sayang," Panggil pangeran Chian.


"Hmmm," Sahut putri Lylyan.


"Aku boleh duduk?" Tanya pangeran Chian.


"Iya," Sahut putri Lylyan dengan singkat.


Pangeran Chian Shin pun duduk disamping putri Lylyan Qiran Shin.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Dukung terus ceritanya :)

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2