
Pangeran Chian Shin dan Lixhan mencari putri Lylyan Qiran (Lyly) di sekitar kerjaan Qiean bahkan juga di desa kerjaan Qiran. Mereka mencari hingga malam hari. Saat mereka berjalan menelusuri desa itu, mereka di kejutkan dengan suara teriakan seorang gadis.
"Tolong-tolong, siapa pun tolong aku," Kata putri Lylyan(Lyly) meminta tolong bekali-kali karena ada seorang laki-laki yang masuk kedalam kamar penginapannya.
"Sepertinya suara itu familiar sekali," Kata pangeran Chian lalu diangguki oleh Lixhan.
"Menjauhlah dari ku," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya melempar barang-barang yang ada di dekatnya ke arah laki-laki itu.
"Kemari lah gadis manis, jangan berteriak seperti itu," Kata laki-laki jahat itu terus mendekati putri Lylyan(Lyly).
Mereka pun bergegas mencari arah suara tersebut, mereka masuk kedalam penginapan yang berada di sebelah kiri mereka. Ternyata benar suara itu adalah suara putri Lylyan Qiran (Lyly).
"Putri Lyly," Teriak pangeran Chian dan Lixhan bersamaan.
Lalu pangeran Chian Shin dan Lixhan memukul laki-laki itu kemudian menghampiri putri Lylyan Qiran (Lyly).
"Putri Lyly, tenang lah. Aku sudah ada disini," Kata pangeran Chian menenangkan putri Lylyan(Lyly) lalu memeluknya.
"Pangeran, ayo kita pulang. Aku tidak mau disini," Lirih putri Lylyan(Lyly).
"Baiklah, ayo kita pulang sekarang," Kata pangeran Chian.
"Lixhan, kamu cari dulu kereta kuda atau apa lah yang bisa kita pakai untuk menuju istana Qiran!" Perintah pangeran Chian.
"Baiklah, pangeran," Kata Lixhan lalu pergi mencari apa yang di perintahkan pangeran Chian.
"Pangeran, awas di belakang mu," Teriak putri Lylyan(Lyly) melihat laki-laki jahat yang ingin menusuk pangeran Chian.
Seketika pangeran Chian Shin menoleh dan menahan pisau yang ingin di tusukkan ke arah pangeran Chian Shin. Pisau itu mengenai lengan pangeran Chian Shin. Kemudian ia membunuh laki-laki jahat itu.
"Pangeran, lengan mu terluka. Maafkan aku, ini semua karena ku," Lirih putri Lylyan(Lyly).
"Tidak apa-apa, ini hanya sedikit," Kata pangeran Chian menahan sakit.
"Tapi darahnya mengalir terus. Pasti sakit," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Tidak kok, ini tidak sakit," Bohong pangeran Chian.
Putri Lylyan Qiran (Lyly) dengan cepat membungkus luka pangeran Chian menggunakan kain penutup wajahnya tadi. Lalu mengikatnya dengan sobekan pakaiannya yang telah sengaja ia sobek sedikit. Pangeran Chian Shin hanya diam saja tidak berani berkomentar.
"Auh," Kata pangeran Chian menahan sakit.
"Katanya tadi tidak sakit. Ternyata kesakitan juga. Jangan terlalu gengsi mengatakannya," Celetuk putri Lylyan(Lyly).
"Di situasi seperti ini kamu masih bisa mengejek ku," Kata pangeran Chian seraya menatap wajah putri Lylyan(Lyly).
"Maaf...," Kata putri Lylyan(Lyly) dengan lirih.
Beberapa menit kemudian Lixhan datang membawa sebuah kereta kuda yang sederhana milik salah satu warga desa yang sengaja di beli oleh Lixhan. Lalu mereka pun pergi meninggalkan tempat penginapan itu menuju istana Qiran.
*****
__ADS_1
Istana kerjaan Qiran
Raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran tidak bisa tidur, mereke berdua duduk di ruang kerajaan yang terdapat singgasana kerajaan Qiran, mereka menunggu putri mereka kembali ke istana. Mereka tidak tahu apakah putri mereka akan kembali atau tidak malam ini. Tetapi permaisuri Lyana Qiran sebagai seorang ibu mempunyai firasat yang tajam akan anak nya yaitu putri Lylyan Qiran (Lyly).
Beberapa jam kemudian, tampaklah dua orang laki-laki yang membawa satu gadis cantik nan imut, mereka melewati gerbang lalu masuk kedalam istana kerjaan Qiran.
"Putriku," Kata permaisuri Lyana lalu memeluk anaknya itu.
"Iya, Ibunda," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya memeluk permaisuri Lyana hingga beberapa detik.
"Dari mana kamu, anakku? Kami mengkhawatirkan mu sayang," Tanya raja Wian seraya memeluk anak semata wayang kesayangannya dan putri Lylyan(Lyly) balik memeluk ayahandanya itu.
"Maafkan aku Ayahanda, aku hanya bosan sehingga aku melakukan rencana konyol ini," Tutur putri Lylyan lirih.
"Sudahlah jangan di bahas, sebaiknya kamu istirahat dulu," Kata raja Wian. Putri Lylyan pun menuruti apa kata ayahandanya.
Putri Lylyan Qiran (Lyly) masuk kedalam kamar nya lalu membersihkan badannya dengan mandi. Setelah itu ia berganti pakaian tidur, kemudian merebahkan badannya di kasur. Saat ia ingin tidur ia terngiang-ngiang sosok laki-laki yang masuk kekamar penginapan tadi hingga ia tidak bisa memjamkan matanya.
*****
Disisi lain yaitu ruang khusus/ruang rahasia disana ada raja Wian Qiran, permaisuri Lyana Qiran, pangeran Chian Shin dan Lixhan. Mereka membicarakan hal penting yang tidak bisa di bicarakan besok. Sebelum mereka membahas hal penting itu, pangeran Chian Shin mengobati lukanya terlebih dahulu lalu berbicara tentang apa yang terjadi pada putri Lylyan Qiran (Lyly) saat di penginapan.
"Raja Wian, sepertinya kita harus lebih ekstrak dalam menjaga putri Lyly," Kata pangeran Chian.
"Benar kata pangeran, sepertinya putri Lyly sangat nekad orangnya tanpa memikirkan resiko," Kata Lixhan. Lalu diangguki raja Wian.
"Bukan hanya itu, raja Wian. Kerjaan Min ingin melenyapkan putri Lyly serta menghancurkan kerjaan mu, mata-mata ku yang mengatakannya," Kata pangeran Chian.
"Sabar, Suamiku. Kita harus mencari jalan keluar atas masalah ini dengan kepala dingin," Kata permaisuri Lyana seraya menenangkan suaminya.
"Aku harus melindungi putri ku, aku tidak ingin kehilangannya untuk yang kedua kalinya setelah sepuluh tahun yang lalu," Kata raja Wian.
"Menurut ku, kita harus menjaga putri Lyly tetapi jangan membuatnya bosan di dalam istana ini sehingga ia tidak ada rencana keluar dari istana lagi," Kata Lixhan. Lalu diangguki oleh raja Wian dan permaisuri Lyana.
"Dan sepertinya kita harus mengajarkan ilmu bela diri untuk putri Lyly. Agar saat ia di luar istana bisa menjaga dirinya sendiri, walaupun tidak sepenuhnya," Kata pangeran Chian.
"Tetapi itu apa tidak berlebihan, pangeran?" Kata permaisuri Lyana.
"Memang sedikit berlebihan. Tetapi kita tidak punya pilihan lain," Kata pangeran Chian.
"Baiklah, aku setuju. Tetapi mengajarkan bela diri pada putri ku sesuai seberapa ia mau saja," Kata raja Wian.
Lalu mereka semua setuju dengan yang dikatakan raja Wian Qiran.
"Ibunda...," Teriak putri Lylyan(Lyly) dari luar ruangan itu.
"Kenapa putri kita belum tidur," Kata permaisuri Lyana.
"Entah," Kata raja Wian.
"Ayahanda, Ibunda. Dimana...?" Teriak putri Lylyan(Lyly) semakin mengeraskan suaranya.
__ADS_1
"Anak ini. Macam dihutan dibuatnya," Batin pangeran Chian.
Putri Lylyan Qiran (Lyly) masuk ke ruangan itu.
"Kenapa Ayahanda dan Ibunda tidak menjawab ku?" Tanya putri Lylyan(Lyly) kesal.
"Heheh," Permaisuri Lyana tertawa.
"Kalian membicarakan apa disini?" Tanya putri Lylyan(Lyly) seraya menyipitkan kedua matanya.
"Tidak ada sayang, sini lah duduk!" Kata permaisuri Lyana seraya menepuk kursi di sebelahnya.
Putri Lylyan Qiran (Lyly) pun mengikuti ucapan ibunda nya. Sedangkan yang lainnya hanya diam melihat tingkahnya itu.
"Ibunda, aku ingin tidur bersama Ibunda. Tidur dipangkuan Ibunda," Pinta putri Lylyan(Lyly). Tetapi permaisuri Lyana terkejut.
"Aku tidak bisa tidur, aku masih teringat kejadian tadi," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Yasudah tidur lah di pangkuan Ibunda," Kata permaisuri Lyana. Lalu putri Lylyan(Lyly) langsung merebahkan badannya di kursi panjang kemudian kepalanya di atas paha ibundanya. Lalu ia pun tertidur lelap.
"Sikapmu tidak berubah, putri," Batin Lixhan.
"Dasar anak manja, membuatku gemas," Batin pangeran Chian.
"Ohiya, siapa yang bisa mengajarkan putri ku beladiri?" Tanya raja Wian.
"Aku yang akan mengajarkannya," Kata pangeran Chian.
Setelah itu mereka berbincang-bincang mengenai hal lain hingga larut malam. Tetapi putri Lylyan Qiran (Lyly) tidak terganggu tidurnya.
"Hari sudah tengah malam. Mari kita beristirahat dikamar masing-masing," Tutur raja Wian.
"Nih anak gimana?" Tanya permaisuri Lyana.
"Yasudah, biar aku yang menggendongnya ke dalam kamarnya," Kata raja Wian.
Putri Lylyan Qiran (Lyly) di gendong ke kamarnya dan diikuti oleh permaisuri Lyana Qiran. Setelah itu mereka meninggalkan putrinya di kamar itu. Lalu menuju kamar mereka sendiri.
*
*
*
*
*
Like, coment, vote
Lanjut...
__ADS_1