Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Latihan Bela Diri


__ADS_3

Karena hari sudah menunjukkan tengah malam, Chian Shin menginap di istana raja Qiran. Ia beristirahat di kamar yang biasa ia tempati saat berada di istana Qiran.


*****


Keesokan Harinya di Halaman Latihan.


Hari ini hari pertama putri Lylyan Qiran (Lyly) akan berlatih ilmu bela diri dengan pangeran Chian Shin. Mereka berlatih di halaman samping kanan istana khusus untuk latihan. Mereka berlatih setelah melakukan sarapan pagi.


"Pangeran, aku tidak mau berlatih," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Kamu harus berlatih, tidak ada kata menolak, " Kata pangeran Chian lalu memberikan pedang pada putri Lylyan(Lyly).


"Sekarang ikuti gerakan ku!" perintah pangeran Chian.


Pangeran Chian memperagakan bermain pedang dan cara menghindar dari musuh. Perlahan-lahan putri Lylyan Qiran (Lyly) mengikutinya.


'Sring sring sring' Suara pendang saling bergesek.


Mereka latihan hingga beberapa jam. Setelah itu mereka beristirahat karena putri Lylyan Qiran (Lyly) kelelahan.


"Pangeran, istirahat dulu ya...," Kata putri Lylyan (Lyly).


"Baiklah," Kata pangeran Chian. Karena pangeran Chian tidak ingin memaksa putri Lylyan(Lyly).


Mereka berdua minum dan makan makanan yang sedikit berat (mengenyangkan perut) yang telah di siapkan oleh Maid, agar menambah stamina mereka. Setelah itu mereka melanjutkan latihannya hingga hari mulai siang.


"Baiklah, kita latihannya cukup sampai disini saja," Kata pangeran Chian. Lalu diangguki oleh putri Lylyan(Lyly).


"Ohiya, setelah ini aku akan pulang ke istana ku," Tutur pangeran Chian.


"Latihannya bagaimana?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Kita akan latihan 1 minggu 2 kali saja. Saat hari latihan, aku akan kesini" Kata pangeran Chian.


"Kenapa seperti itu?" Tanya putri Lylyan(Lyly) penasaran.


"Dikerjaan ku, aku juga punya tanggungan untuk mengecek rakyatku disana. Dan masih banyak lagi yang harus aku urus disana," Tutur pangeran Chian.


"Yasudah lah," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Kamu juga jangan kabur-kaburan lagi," Kata pangeran Chian dengan dingin.


"Iya-iya," Kata putri Lylyan(Lyly) kemudian memanyunkan bibirnya.


"Jangan seperti itu, nanti akan ku cium kamu," Kata pangeran Chian.


"Hmmm," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Ayo kita masuk, bersihkan badan lalu makan siang. Aku juga ingin bersiap-siap akan pulang," Tutur pangeran Chian Lalu diangguki oleh putri Lylyan(Lyly). Mereka pun masuk kedalam istana kerjaan Qiran.


Setelah mereka siap makan siang. Raja Wian Qiran, permaisuri Lyana Qiran dan putri Lylyan Qiran (Lyly) mengantar pangeran Chian Shin sampai pintu gerbang kerjaan Qiran. Setelah ity pangeran Chian pulang ke kerjaan Shin menggunakan kuda yang telah di beri oleh raja Wian Qiran kepadanya.


*****


Beberapa hari setelah itu putri Lylyan Qiran (Lyly) terus berlatih ilmu bela diri dan menggunakan pedang. Hingga ia semakin lihai dalam menggunakan pedangnya.


Hari ini adalah hari dimana ada acara jamuan antar kerjaan. Yang diadakan di kerjaan Min. Pangeran Chian tidak menyukai acara jamuan yang di adakan oleh raja Sishan Min. Rasanya berat langkah kaki pangeran Chian menuju kesana, tetapi apa adaya karena ia seorang pangeran dari kerjaan Shin yaitu kerjaan terbesar maka ia harus datang ke istana itu untuk menghadiri acara jamuan.


Berbeda dengan putri Lylyan Qiran (Lyly) yang polos nan manja, ia justru senang datang ke acara jamuan itu karena baru pertama kali ia pergi ke acara jamuan antar kerajaan setelah ia di reinkarnasi kan ke zaman modern. Putri Lylyan Qiran (Lyly) bersiap-siap pergi ke sana menggunakan pakaian nan indah dan menawan. Ia juga sudah rindu dengan pangeran tercintanya, siapa lagi kalau bukan pangeran Chian Shin sehingga ia semakin bersemangat pergi ke acara jamuan itu agar bisa bertemu pangerannya itu.


"Ayahanda, Ibunda. Apakah kalian sudah siap?" Tanya putri Lylyan(Lyly) antusias. Lalu raja Wian dan permaisuri Lyana mengiyakan.


"Apakah kamu sudah siap juga, putriku?" Tanya permaisuri Lyana seraya tersenyum.


"Tentu saja, Ibunda," Kata putri Lylyan(Lyly) lalu tersenyum.


"Sepertinya kamu bersemangat sekali," Kata raja Wian dan hanya di balas senyuman oleh putri Lylyan(Lyly).


"Apakah penampilan aku sudah cantik?" Tanya putri Lylyan(Lyly) lagi.


"Tentu saja, putriku. Kamu lah yang paling cantik," Kata permaisuri Lyana.


"Kalau begitu mari kita berangkat!" Kata raja Wian.


Kemudian mereka berangkat ke kerjaan Min menggunakan kereta kuda yang sudah disiapkan oleh pengawal kerjaan Qiran.


*****


Disisi lain yaitu istana kerjaan Min

__ADS_1


Putri Fiyen Min berdandan dengan antusias karena ia tahu bahwa pangeran Chian akan datang diacara perjamuan yang telah di adakan di istananya. Ia ingin terlihat paling cantik diantara para putri kerjaan.


"Putriku, apakah kamu sudah siap?" Tanya permaisuri Axyun di depan pintu kamar putrinya.


"Belum Ibunda. Sebentar lagi," Teriak putri Fiyen dari kamarnya.


"Cepat sedikit, nak. Ibunda dan Ayahanda akan menunggumu di depan aula," Kata permaisuri Axyun. Dan di putri Fiyen mengiyakannya.


Setelah itu permaisuri Axyun Min dan raja Sishan Min pergi ke depan aula terlebih dahulu. Karena sebentar lagi para tamu akan datang ke aula itu. Sementara putri Fiyen Min masih asik berdandan di kamarnya.


Beberapa menit kemudian tamu undangan pada datang ke aula. Disana didalam aula sudah berkumpul semua tamu undangan dari kerjaan lain yaitu kerjaan Shin, kerajaan Qiran, kerjaan Lim dan kerjaan Wen juga kerjaan Min yang merupakan kerjaan yang mengundang.


*****


Di dalam aula kerajaan Min


Raja Sishan Min memulai acara jamuan itu dengan rasa hormat dan ia duduk di kursi khusus raja kerjaan Min.


"Para hadirin sekalian, saya raja Sishan Min mengundang kerjaan lain untuk hadir di acara jamuan ini hanya untuk menambah keakraban kita antar kerjaan," Tutur raja Sishan dengan lantang. Semua tamu undangan pada diam dan mengangguk.


"Cih, dasar raja bertopeng. Padahal hatinya busuk," Batin pangeran Chian tidak suka.


"Aku ikuti permainanmu, Sishan," Batin raja Wian.


"Kalau begitu mari kita makan hidangan yang telah kami sediakan," Kata raja Sisahan.


Mereka pun memakan hidangan yang telah di persiapkan sebelum acara dimulai. Disela-sela mereka menyantap hidangan, kerjaan Min juga menyiapkan tari-tarian yang ditarikan oleh para penari kerajaan.


"Ayahanda, bagaimana jika para putri dan pangeran memperlihatkan bakat nya masing-masing," Tutur putri Fiyen dengan senyuman licik.


"Ide bagus, putriku," Kata raja Sishan.


"Matilah aku, bagaimana ini? Aku tidak tahu bakat apa yang kumiliki," Batin putri Lylyan(Lyly).


"Siapa takut," Batin pangeran Chian.


"Kalau begitu, siapa yang akan duluan maju dan menunjukkan bakat yang dimiliki?" Tanya raja Sishan.


"Aku yang akan terlebih dahulu," Kata pangeran Chian.


Kemudian ia maju ke depan dan menunjukkan bakat nya bermain pedang dan bermain kecapi. Saat pangeran Chian Shin menunjukkan bakatnya ia selalu melihat ke arah putri Lylyan(Lyly).


"Mengapa wajah putri Lylyan seperti orang kebingungan," Batin pangeran Chian.


Tidak lama kemudian pangeran Chian Shin pun selesai menunjukkan bakat bermain pedang dan bermain kecapinya.


"Wah, bagus sekali permainan pedang mu dan aku suka permainan kecapi mu, sangat indah alunannya," Kata raja Sishan memuji.


"Terimakasih atas pujiannya, raja Sishan," Kata pangeran Chian seraya membungkuk hormat.


"Ooh pangeran ku, kamu benar benar tampan," Batin putri Fiyen.


"Ayahanda, sekarang aku akan menunjukkan bakat ku," Kata putri Fiyen lalu di angguki oleh raja Sishan.


Putri Fiyen menunjukkan bakat menarinya yang lihai, hingga beberapa menit ia pun selesai menari.


"Wah bagus sekali tarian mu, putriku," Kata permaisuri Axyun memuji anaknya.


"Cih, padahal biasa saja," Batin putri Yiyin.


"Bagusan lagi tarian ku," Batin putri Phily.


Kemudian putri Yiyin Lim maju kedepan menunjukkan bakat bermain kecapi, setelah selesai lalu dilanjutkan oleh putri Phily Wen dengan menunjukkan bakat menarinya. Setelah itu tinggalah putri Lylyan Qiran (Lyly) yang belum menunjukkan bakat yang ia miliki.


"Terimakasih semua yang sudah menunjukkan bakatnya masing-masing," Tutur raja Sishan.


"Tunggu dulu!" Kata putri Fiyen.


"Ada apa putriku?" Tanya raja Sishan.


"Ada satu putri lagi yang belum menunjukkan bakatnya, yaitu putri Lyly Qiran," Kata putri Fiyen dengan licik.


"Ohiya hampir lupa. Kalau begitu tunjukkan bakat mu putri Lyly Qiran!" Kata raja Sishan.


Mau tidak mau putri Lylyan Qiran (Lyly) pun maju ke depan. Sebelum itu ia menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya agar ia rileks.


"Bakat apa yang kamu miliki?" Tanya permaisuri Axyun dengan senyuman jahat.


"Saya akan menunjukkan bakat berpantun dan berpuisi yang saya miliki," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya tersenyum.

__ADS_1


"Bakat apa itu? Saya baru dengar," Kata raja Sishan tidak paham. Lalu semua tamu juga menganggu tidak paham.


"Puisi adalah rangkaian kata atau kalimat yang terikat oleh irama, rima, bait dan baris yang bahasanya sangat indah dan tersirat makna didalamnya," Kata putri Lylyan(Lyly) menjelaskan.


"Sedangkan pantun adalah kata yang menjadi sebuah kalimat yang merupakan ungkapan perasaan dan pikiran yang dapat menghibur sekaligus menegur seseorang. Ungkapan perasaan dan pikiran tersebut disusun dengan kata-kata yg sedemikian rupa sehingga menarik untuk didengar," Lanjut putri Lylyan(Lyly) menjelaskan.


"Kamu pasti bisa putri Lylyan, kesayanganku," Batin pangeran Chian.


"Baiklah, kamu tunjukkan sekarang," Kata raja Sishan.


Kamudian putri Lylyan Qiran (Lyly) pun menyuruh pemain kecapi untuk memainkan kecapinya dengan tempo yang sedikit lambat dan nadanya sedikit berdayu-dayu. Kemudian putri Lylyan Qiran (Lyly) membungkukkan badannya tanda memberi hromat. Lalu putri Lylyan Qiran (Lyly) memulai bakatnya berpantun dan berpuisi di depan para tamu undangan kerjaan.


Awalan/pembuka ia berpantun terlebih dahulu.


Pantun pembuka


Karya : Author (Ayu)


Pergi kepasar berjalan kaki


Sampai disana membeli sapi


Wahai para tamu yang kuhormati


Dengarkan lah puisi ku ini


Lalu putri Lylyan Qiran (Lyly) memulai membaca puisinya.


Puisi tema : Hidup


Karya : Author (Ayu)


***Setiap kehidupan pasti ada kematian


Orang yang hidup akan merasakan mati


Tidak ada yang kekal nan abadi didunia ini


Jangan pernah bangga dengan yang kau miliki selama hidup


Karena itu semua titipan tuhan sang pemberi nikmat


Kaya atau miskin tidak menjadikan kita berbeda saat kita mati


Karena rumah kita nantinya hanya satu yaitu liang lahat atau makam


Yang hanya diberi batu nisan yang bertuliskan nama***


Kemudian putri Lylyan Qiran(Lyly) Menyudahi dengan berpantun.


Pantun penutup


Karya : Author (Ayu)


Memotong bambu memakai gergaji


Saat dipotong gergajinya patah


Hanya sekian puisi ku tadi


Saya ucapkan terimakasih


Lalu putri Lylyan Qiran (Lyly) membungkukkan badannya beberapa detik untuk menghormati semua orang yang ada disana. Kemudian ia menenggakkan badannya kembali. Suara tepuk tangan bergemuruh mendengar pantun dan puisi yang di sampaikan oleh putri Lylyan Qiran (Lyly). Bahkan ada yang terharu dan meneteskan air mata mendengarnya. Tetapi ada juga yang tidak suka karena merasa ada saingan.


"Bagus sekali pantun dan puisi mu putri Lylyan, aku tidak menyangka. Aku sangat bangga padamu," Batin pangeran Chian memuji.


"Mungkin hanya sekian yang bisa aku tampilkan, raja Sishan," Kata putri Lylyan(Lyly). Lalu di angguki oleh raja Sishan.


Kemudian putri Lylyan Qiran (Lyly) pun kembali ke kursinya dimana tempat ia duduk tadi.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Like, coment, vote


Lanjut...


__ADS_2