Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter25


__ADS_3

Sepeninggal keluarga Min. Pangeran Chian Shin langsung kembali ke kamarnya. Ia duduk dikursi pinggir tempat tidur.


"Sayang ku, kapan kamu akan bangun?" Kata pangeran Chian.


"Aku merindukan candaan mu, merindukan semua sikapmu yang terkadang ngelesin, polos, dan manja. Aku merindukan mau, sayang," Kata pangeran Chian seraya memgelus punggung tangan putri Lylyan.


"Kamu sudah berjanji akan menikah dengan ku saat masalah sudah selesai. Bangun lah, tepati janji mu," Kata pangeran Chian. Tidak sengaja ia meneteskan air matanya di tangan putri Lylyan.


Pangeran Chian Shin menunggu putri Lylyan Qiran sampai ketiduran.


*****


Satu minggu kemudian, raja Sishan Min, istrinya, dan anaknya sudah di adili oleh menteri keadilan antar kerajaan. Raja Sishan Min dan permaisuri Axyun Min dijatuhi hukuman dipenjara bawah tanah yang letaknya tidak jauh dari kerjaan Shin. Sedangkan putri Fiyen Min masih mengurus kerjaan Min, karena ia diberi keringanan oleh pangeran Chian Shin. Tetapi dengan syarat dan perjanjian tertulis, agar tidak melakukan kejahatan apa pun lagi. Dan putri Fiyen menyetujuinya. Dan pernikahan juga benar-benar batal.


*****


Dikerjaan Shin


Sudah 1 blan lebih (5 minggu) Pangeran Chian Shin masih setia mengurus putri Lylyan Qiran. Sedangkan kedua orang tua putri Lylyan Qiran mengurus kerajaa Qiran, mereka menjenguk putri Lylyan Qiran setiap 3 hari sekali. Karena raja Wian Qiran sedang sibuk dengan mengurus kerjaan nya.


Pangeran Chian Shin sempat putus asa karena tidak ada perubahan pada putri Lylyan Qiran. Tetapi, ia selalu di beri semangat oleh kedua orang tuanya dan oleh kedua orang tua putri Lylyan Qiran. Sehingga ia kembali bersemangat dalam hal kesembuhan putri Lylyan Qiran.


Pagi ini terlihatlah seorang pangeran Chian Shin yang sedang duduk dan memandangi gadis pujaan hatinya yang belum sadarkan diri.


"Putri Lylyan, bangun lah!. Sudah lima minggu kamu tidak sadar. Kumohon, bangunlah!" Kata pangeran Chian Shin. Ia meneteskan air matanya karena hatinya sakit melihat orang yang dicintainya lemah dan tidak berdaya.


"Sudah satu kali kamu meninggalkan ku selama sepuluh tahun. Sekarang jangan tinggalkan aku sediri lagi," Lanjut pangeran Chian.


Sedangkan diluar kamar, terlihatlah dua pasang mata yang melihat pangeran Chian Shin yang sedang menangis.


"Suamiku, lihatlah putra kita. Ia benar-benar mengharapkan putri Lylyan terbangun. Sepertinya putra kita tidak bisa bahagia tanpa ada putri Lylyan," Kata permaisuri Chylian.


"Iya, Istriku. Sepertinya takdir sedang menguji mereka agar cinta mereka semakin kuat," Kata raja Sanji.


"Mudah-mudahan putri Lylyan cepat sadarkan diri. Aku tidak sanggup melihat putra kita selalu bersedih. Walaupun ia tidak memperlihatkan kesedihannya di depan orang lain," Tutur permaisuri Chylian.


"Iya, Istriku. Kita berdoa saja pada tuhan," Kata raja Sanji.


"Yasudah, ayo kita kembali ke depan. Biarkan mereka berdua," Kata raja Sanji. Lalu permaisuri Chylian mengiyakan.


Ya, seperti itulah yang pangeran Chian Shin lakukan setiap hari. Ia selalu mengurus putri Lylyan Qiran, baik dalam membersihkan tubuh putri Lylyan Qiran dengan memakai handuk basah maupun memberi obat pada luka di perut putri Lylyan Qiran. Ia melakukan hal itu penuh kelembutan dan kasih sayang.

__ADS_1


Dua hari sekali, pakaian putri Lylyan diganti dengan yang baru, tetapi Maid yang menggantikan pakaian putri Lylyan Qiran.


*****


Hari ini hari ulang tahun pangeran Chian Shin yang ke 24 tahun. Orang tuanya sudah mengucapkan selamat atas bertambah umur pangeran Chian Shin. Dan di hari ulang tahunnya ini, ia berdoa agar putri Lylyan Qiran segera sadarkan diri.


Didalam kamar terlihatlah pangeran Chian Shin yang dlsedang duduk di pinggir temoat tidur, Ia habis mengganti obat yang ada diluka putri Lylyan Qiran.


"Lylyan Qiran ku. Apa kamu tahu? Hari ini adalah hari ulang tahun ku. Apakah kamu tidak ingin bangun juga. Apakah kamu tidak merindukan ku," Kata pangeran Chian.


"Jika kamu tidak merindukanku, tetapi aku merindukan mu, Aku ingin melihatmu sembuh. Bukan seperti ini." Kata pangeran Chian lirih dan air matanya tidak bisa di bendung lagi.


"Aku mencintaimu, putri Lylyan Qiran. Cinta ku melebihi cintamu padaku. Jika kamu mau, nyawaku akan ku beri untukmu," Kata pangeran Chian Shin dari lubuk hatinya yang paling dalam.


Kemudian pangeran Chian Shin mencium dahi putri Lylyan Qiran sedikit lama dengan mata yang terpejam. Dan tidak sengaja meneteskan air matanya di kelopak mata putri Lylyan Qiran.


Entah ada keajaiban apa, putri Lylyan Qiran menggerakkan jari tangannya dan membuka matanya.


"Pangeran," Kata Putri Lylyan dengan suara samar-samar.


Seketika pangeran Chian Shin terkejut mendengar suara putri Lylyan Qiran.


"Putri Lylyan, akhirnya kamu sudah sadar juga," Kata pangeran Chian seraya memegang tangan putri Lylyan Qiran.


"Iya sayang, ini aku," Kata pangeran Chian. Lalu meletakkan wajahnya di tepak tangan putri Lylyan. Agar putri Lylyan percaya. Lalu putri Lylyan tersenyum.


"Kenapa pangeran menangis? Aku tidak menyukainya," Kata putri Lylyan Qiran lirih. Lalu menghapus air mata pangeran Chian dengan kedua tangannya.


"Aku tidak menangis, sayang," Kata pangeran Chian seraya tersenyum. Lalu ia memeluk putri Lylyan Qiran.


"Aku tahu, kamu menangis. Jangan khawatirkan aku. Aku sudah tidak apa-apa," Kata putri Lylyan Qiran dan mengelus punggung pangeran Chian.


"Aku merindukan mu. Aku sangat menyayangimu. Jangan tinggalkan aku sendiri," Kata pangeran Chian.


"Aku tidak akan meninggalkan mu," Kata putri Lylyan. Kemudian mereka melepaskan pelukannya.


"Kalau begitu, aku memanggil orang tua ku dan juga tabib. Kamu tunggu sebentar!" Kata pangeran Chian. Lalu putri putri Lylyan mengangguk.


Pangeran Chian Shin keluar memanggil orang tuanya dan tabib. Tidak butuh waktu lama, orang tua pangeran Chian dan tabib pun datang ke kamar pangeran Chian Shin. Dan tabib pun memeriksa putri Lylyan Qiran.


"Ini sebuah keajaiban," Kata tabib itu.

__ADS_1


"Maksudnya?" Tanya pangeran Chian tidak paham.


"Ini sebuah keajaiban, putri ini bisa langsung sadarkan diri. Padahal sebelumnya ia tidak ada tanda-tanda akan sembuh," Tutur tabib menjelaskan.


"Yang ku tahu, dan kata leluhur ku. Bahwa keajaiban itu terjadi karena ketulusan cinta seseorang. Baik dalam satu pihak maupun dua pihak. Dan karena tetesan air mata orang itu sendiri yang tidak disengaja mengenai tubuh orang yang ia benar-benar cintai," Lanjut tabib itu menjelaskan.


"Mungkin ketulusan mu, pangeran Chian terhadap putri Lylyan sangat besar. Sepertinya kalian saling mencintai dan berjodoh," Kata tabib itu seraya tersenyum. Ia sangat bahagia melihat kesembuhan putri Lylyan Qiran.


"Terimakasih, Tabib," Kata pangeran Chian Shin seraya tersenyum.


"Benar yang dikatakan peramal pada ku waktu dulu. Bahwa ada seseorang yang benar-benar mencintai ku melebihi apa pun," Batin putri Lylyan.


"Terimakasih, tuhan. Kamu telah mengirimkan pangeran Chian Shin untukku," Batin putri Lylyan.


"Kalau begitu saya permisi," Kata tabib itu.


"Terimakasih, Tabib. Kata putri Lylyan. Kemudian tabib itu mengangguk. Lalu keluar dari kamar pangeran Chian Shin.


"Bagaimana keadaan mu, putri Lylyan?" Tanya permaisuri Chylian.


"Ya begini lah," Kata putri Lylyan tersenyum.


"Jaga kesehatan mu, agar kamu cepat pulih seperti biasanya," Kata raja Sanji. Lalu putri Lylyan Mengiyakan.


"Kalau begitu, kami keluar dulu ya. Masih ada hal penting. Nanti kami akan kembali lagi melihat keadaan mu," Kata raja Sanji.


"Putraku, jagalah putri Lylyan dengan baik," Kata permaisuri Chylian.


"Iya, Ibunda," Kata pangeran Chian antusias.


Setelah itu raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin keluar dari kamar putra nya itu. Mereka membiarkan putranya dan putri Lylyan Qiran berdua di kamar. Dan agar putri Lylyan Qiran bisa beristirahat.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Like, coment, vote


Lanjut...


__ADS_2