Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Awal Mula Yeslin Sakit Hati


__ADS_3

Setelah pertemuan Devia dengan kedua orang tua Rivaldo, mereka berdua semakin akrab saja. dan sesekali, mereka akan berkunjung ke sekolah masing-masing. dan terlihat sangat mesra satu sama lain.


Hal itu semakin membuat para siswa perempuan yang ada di sana, semakin merasa iri dengan posisi yang dimiliki oleh Devia. karena memang, Rivaldo saat ini telah menjadi idola baru untuk adik kelas maupun teman sebayanya.


Namun, mereka semua tidak ada yang berani untuk mengganggu Devia. karena memang, Rivaldo sangat tetap menjaga gadis cantik dan menggemaskan itu.


Untuk itulah, para siswi hanya bisa menatap sinis ke arah Devia jika mereka Tengah berpapasan dengan gadis itu. tentu saja hal itu membuat Devia menjadi kebingungan. karena memang, Gadis itu tidak merasa melakukan hal apapun.


Seperti halnya hari ini. saat Devia Tengah mengerjakan soal ujian yang diberikan oleh guru olahraga, tiba-tiba saja seseorang datang dengan menggebrakan meja.


Brak


Suara gebrakan meja itu, begitu nyaring. hingga membuat Devia dan Yeslin yang tengah mengerjakan lembar jawaban itu, seketika terlunjak kaget.


Kemudian, dengan segera gadis cantik itu menatap ke arah Siapa yang telah menggebrak mejanya dengan kasar.


" kamu nggak usah sok kecantikan ya," ucap seseorang gadis dengan memakai seragam Putih Abu dengan jas almamater berwarna Senada.


" maksud Kak Celine apa?" tanya Devia dengan ekspresi wajah polosnya. karena memang dirinya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


" Alah nggak usah sok polos deh kamu. kamu pasti sengaja kan, mendekati pacar aku?" tanya Celine Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah Devia.


Hal itu tentu saja membuat Devia semakin merasa kebingungan. karena memang, selama ini, Gadis itu tidak pernah berdekatan dengan siapapun. kecuali, dengan Rivaldo sahabat kecilnya.


" maaf Kak. tapi, sepertinya Kakak salah paham. karena aku tidak pernah dekat dengan siapapun." ucap Devia dengan sedikit memberanikan diri.


Brak


" ya Justru itu, Rivaldo itu adalah pacarku tahu nggak, dan enaknya kamu malah mengambil pacar aku. mau kamu itu apa?" tanya Celine Soraya menarik lengan Devia dengan kasar.

__ADS_1


Hingga membuat gadis itu, memekik kesakitan." sakit Kak!" teriak Devia dengan cukup kencang. hingga membuat Yeslin yang ada di sana, mundur beberapa langkah karena merasa ketakutan.


" dengar ya gadis kecil, Tolong jangan pernah ganggu ataupun dekati Rivaldo. karena dia itu adalah pacar aku, paham?!" tanya Gadis itu dengan sedikit membentak.


Tanpa sepengetahuan mereka semua, ternyata ada seseorang yang melihat kejadian itu. dengan segera, orang itu berlari masuk ke dalam sebuah kotak besi dan memencet tombol kelas X.


Memang, di sekolahan ini, terdapat akses sebuah lift dan juga eskalator untuk memudahkan para siswa dan guru beraktivitas.


Tak lama berselang, siswa itu Akhirnya sampai juga di kelas X-1. di mana, seorang Rivaldo Abbas Tengah terduduk anteng di sana.


" Bro, kamu harus lihat sesuatu." ucap siswa itu dengan nada yang sangat panik dan juga sedikit ketakutan.


Sementara Rivaldo yang mendengar itu, hanya mendongak menatap ke arah laki-laki yang bernama Messi itu, dengan ekspresi wajah datarnya.


" ini anak kenapa malah diam,?" tanya Messi dengan raut wajah frustasinya. sementara Rivaldo, laki-laki tampan dan kharismatik itu, hanya terdiam tanpa berkata apapun.


" memangnya ada apa?" tanya Rivaldo Setelah 5 menit terdiam. hal itu tentu saja membuat Messi yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang.


Brak


Benar apa yang pikirkan oleh Messi. karena laki-laki itu, segera menggebrak meja. hingga membuat teman-temannya yang ada di kelas, seketika terlunjak kaget.


Mereka semua memandangi Rivaldo dengan pandangan mata yang menyiratkan keheranan. Namun Rivaldo dan Messi tidak memperdulikan itu. dua laki-laki yang telah menjadi teman dekat itu, seketika berjalan dengan cepat untuk menuju ke sekolahan Devia yang memang berada di bawah gedung sekolahnya ini.


Rivaldo bahkan menuruni anak tangga dengan langkah secepat kilat. hingga membuat Messi Tertinggal cukup jauh. Sejenak, Messi pun menghentikan langkahnya. laki-laki itu memutuskan untuk menaiki lift saja.


****


Sementara itu di kelasnya, Devia Tengah menahan tahan sakit karena dorongan dan tamparan yang dilayangkan Celine kepada tubuhnya.

__ADS_1


" dengar ya Gadis ingusan, Jangan pernah kau berani mendekati Rivaldo lagi, karena dia adalah kekasihku sekarang." ucap Celine Seraya mencengkeram Dago Devia.


Hingga membuat gadis itu meringis kesakitan. karena merasakan cengkraman tangan Celine semakin kuat di kulitnya. hingga Devia dapat merasakan kuku panjang gadis itu, menembus kulit pipisnya.


Brak


Seketika itu pula, semua orang yang ada di dalam ruang kelas itu, seketika menoleh saat mendengar suara yang begitu nyaring terdengar memekakan telinga. dan tepat setelahnya, Celine membeku di tempatnya. karena mendapati Siapa orang yang ada di Kembang pintu.


" lepaskan tanganmu dari wanita kesayanganku." ucap Rivaldo dengan nada dasar dan juga sangat halus. namun begitu sangat terasa mencekam.


" lepaskan!" bentak Rivaldo dengan nada super tinggi. hingga membuat Celine yang tengah mencengkeram dagu Devia, seketika terlepas karena saking kagetnya.


" berani kau mendekati gadis kesayanganku ataupun menyakitinya seperti ini, Jangan harap kau bisa melihat Matahari menampakkan dirinya." ucap Rivaldo penuh dengan amarah yang berkobar-kobar.


Tentu saja hal itu membuat Celine yang mendengarnya, seketika mundur beberapa langkah karena merasa sangat ketakutan. tubuhnya seakan tidak memiliki tulang sama sekali. Seperti seonggok daging tanpa tulang.


" pergi Kalian dari sini!!" teriak Rivaldo menggelegar. membuat Celine dan teman-temannya, seketika berlari terbirit-birit. seperti seseorang yang Tengah dikejar-kejar penagih hutang.


Bukan hanya Celine dan teman-temannya, melainkan Devia dan juga Yeslin yang mendengar itu, juga ikut merasakan ketakutan yang mendalam.


***


" kamu tidak apa-apa kan gembul,?" tanya laki-laki itu Seraya meneliti tubuh sahabatnya dengan perasaannya begitu khawatir.


Devia yang mendengarnya, menggelengkan kepala. Rivaldo berjalan keluar dari kelas Devia. tak lama berselang, laki-laki itu, kembali dengan membawa sebuah kotak P3K di tangannya.


Devia yang melihat itu, tersenyum senang. dan dengan segera, menyodorkan tangannya untuk segera diobati oleh sahabat kecilnya itu.


setelah selesai mengobati, Rivaldo menggandeng tangan Devia untuk segera keluar dari kelas itu. karena memang, pelajaran sudah usai sekitar 15 menit yang lalu.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mulai menatap mereka dengan tatapan tajam. siapa lagi jika bukan Yeslin. Mengapa dirinya tidak diperhatikan. atau minimal diobati. Karena, bukan hanya Devia yang merasa kesakitan atau terluka.


Namun dirinya juga merasa kesakitan akibat didorong oleh teman teman Celine.


__ADS_2