Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Masih Tetap Sama


__ADS_3

Beberapa bulan setelah Devia dan Michael memutuskan untuk berpacaran, Mereka terlihat sangat harmonis dan juga mesra. tentu saja, kedua orang tua Devia merasa sangat bahagia. Karena pada akhirnya, Putri kesayangan mereka telah menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Walaupun di sisi lain, Sephia dan Melvin, merasa kasihan terhadap Rivaldo. Karena, Beberapa hari sebelumnya, laki-laki Tampan itu menghampiri kedua orang tua Devia untuk memohon, agar dapat membujuk gadis itu.


Memang, Terdengar sangat konyol seorang Rivaldo Abbas, meminta bantuan kepada kedua orang tua gadis yang telah Ia Sakiti. Namun, laki-laki Tampan itu tidak memiliki pilihan lain. Karena jujur, Rivaldo merasa sangat tersiksa dengan semua keadaan ini.


Melvin Dan Sephia pun, Sudah beberapa kali membujuk Gadis itu untuk sekedar memaafkan kesalahan Rivaldo. Namun, entah Karena rasa sakit yang teramat sangat, ataukah memang menjaga hati kekasihnya, Devia masih tetap sama pendiriannya. Gadis itu belum ingin untuk memaafkan mantan sahabatnya itu.


" sayang, coba kamu temui Rivaldo, dia ada di depan." Sephia melangkah mendekati gadis itu yang tengah asik ber chatting-an dengan kekasihnya.


Devia yang mendengar itu, menatap sekilas ke arah ibunya yang tengah berdiri di tengah-tengah pintu kamarnya. Kemudian, gadis cantik itu kembali fokus kepada benda pipih yang ada di tangannya itu.


" sayang, tidak baik jika kita terlalu memendam perasaan benci pada orang lain. Karena, perasaan Benci dan Cinta itu beda tipis. setipis kertas Sutra." ucap Sephia melangkah kakinya untuk menghampiri Putri kesayangannya itu.

__ADS_1


Devia akhirnya menghela nafas panjang. dan dengan segera, turun dari atas ranjangnya untuk menghampiri Rivaldo. Itupun, karena permintaan dari ibu kandungnya. jika tidak, maka Devia tidak akan pernah Sudi untuk bertatap muka dengan laki-laki itu.


Rasa sakitnya, terlalu menggunung untuk dapat memaafkan semua perbuatan laki-laki itu di masa lalu. Jika dulu Devia masih memiliki perasaan pada Rivaldo walaupun sedikit saja, tidak dengan sekarang. karena gadis itu, telah memberikan seluruh hatinya kepada Michael. Laki-laki, yang dari awal sudah membantunya banyak hal. dan kini, Gadis itu baru menyadari, jika perasaannya, telah sepenuhnya milik kekasihnya itu.


****


"huh," Devia menghela nafas panjang. saat Gadis itu telah sampai di lantai bawah. dan mendapati, Rivaldo Tengah duduk dan bermain dengan adiknya itu.


Rivaldo yang mendengar nada bicara gadis itu, hanya dapat meringis. Karena ternyata, perasaan gadis itu, masih tetap sama. masih tetap membencinya seperti dulu. Padahal, laki-laki Tampan itu telah berulang kali mau minta maaf dan membujuk Devia.


Namun, sepertinya usaha laki-laki itu masih belum membuahkan hasil yang maksimal. Perasaan benci gadis itu, sepertinya masih tetap sama.


" aku kemari hanya ingin minta maaf." ucap laki-laki itu Seraya tersenyum tipis.

__ADS_1


" aku sudah memaafkanmu, sebaiknya kau pergi saja dari sini." ucap Devia tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.


Karena gadis cantik itu, sedang sibuk bermain dengan adik laki-lakinya itu. dan sesekali, mereka tertawa lepas. sementara Rivaldo, laki-laki Tampan itu masih saja berdiri di tempatnya. entah apa yang ia pikirkan.


" Mengapa kau masih ada di sini?" tanya Gadis itu. saat menyadari, jika Rivaldo masih berada di hadapannya.


" Apakah tidak ada kesempatan lagi bagiku?" bukannya menjawab, Rivaldo malah balik bertanya. laki-laki Tampan itu, menatap manik hitam mantan sahabatnya itu.


" semua masih tetap sama." ujar Devia Seraya kembali bermain dengan adik kecilnya itu. Gadis itu sama sekali tidak memperdulikan raut wajah Rivaldo Yang sepertinya sangat masam.


" Ya sudah kalau begitu, Aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik." ujarnya Seraya melangkahkan kaki keluar dari rumah itu.


Namun Devia sama sekali tidak memperdulikan hal itu. gadis itu, tetap merasa Acuh pada kehadiran dan juga perkataan yang dilontarkan oleh Rivaldo. Karena, Gadis itu masih belum berselera untuk menanggapi ucapan dari laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2