Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Pengakuan Michael


__ADS_3

Setelah Devia dan kedua orang tuanya keluar dari ruang Kepala Sekolah, mereka segera menuju ke arah mobil yang terparkir di parkiran sekolahan itu. yang memang, berada di lantai dasar.


" Devia tunggu!" teriak seseorang dari arah belakang. membuat gadis itu, seketika menoleh ke arah sumber suara.


" Kak Michael," gumamnya dalam hati. Kemudian, secara perlahan, menoleh ke arah belakang. tepat di mana laki-laki itu berdiri dengan mengukir senyuman tipis.


Mereka berdua, berjalan saling menghampiri satu sama lain. dan setelahnya, berdiri tepat di tengah-tengah banyak orang. hingga membuatnya, kini menjadi pusat perhatian.


Namun demikian, Devia merasa tidak peduli. dengan situasi saat ini. gadis itu tetap menatap ke arah Michael yang berada di hadapannya saat ini.


" Apa benar kamu akan pindah ke sekolah kamu yang lama?" tanya Michael tanpa basa-basi. Laki-laki itu baru saja mendapatkan kabar, jika gadis yang telah Ia incar, akan pindah ke kota asalnya.


Tentunya Hal itu membuat Michael, merasa begitu sedih dan kehilangan. Karena setelah ini, tidak akan pernah bertemu dengan gadis periang dan ceria seperti Devia

__ADS_1


Sementara Devi hanya mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. sebagai pertanda jawaban atas pertanyaan dari Michael.


Sontak saja itu membuat laki-laki Tampan itu, segera meraih Tangan Mungil milik Devia. dan dengan segera menggenggam dan menggandeng untuk mendekati kedua orang tua Devia yang masih mematung di tempatnya.


"om, tante, Maaf Maaf jika saya lancang. tapi perlu kalian ketahui, saya sejak awal bertemu dengan Devia, sudah jatuh cinta kepadanya. dan itu bertahan sampai saat ini." Michael berkata dengan nada yang sama tugas.


Sontak saja, pengakuan dari Michael itu, membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat terkejut. Terutama, divya dan kedua orang tuanya. gadis cantik itu, sama sekali tidak pernah menyangka jika Michael akan melakukan hal seperti ini.


" Kak Michael, apa yang kakak lakukan?" tanya Gadis itu dengan suara yang sedikit bergetar. karena dirinya benar-benar merasa sangat terkejut dengan pengakuan laki-laki yang ada di hadapannya itu.


" Tolong om dan tante, restui hubungan kami berdua. Michael janji, akan selalu menjaga Devia sepenuh hati. dan tidak akan pernah mengecewakannya." ungkap Michael dengan nada yang Terdengar sangat serius.


Tes

__ADS_1


Tiba-tiba saja, air mata Devia lolos begitu saja. saat mendengar Pengakuan dari Michael terhadap kedua orang tuanya. Entahlah, Mengapa Devia menjadi begitu rapuh. hanya karena mendengar ucapan dari laki-laki sebaik dan setulus Michael.


Sephia dan Melvin yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis Soraya menyeka air mata yang tiba-tiba membasahi mata mereka masing-masing.


" Om harap, ini adalah ungkapan sesungguhnya. ungkapan dari hati kecilmu. dan jangan pernah kecewakan Putri kesayangan Om." ucap Melvin Soraya menepuk pundak laki-laki itu." Om restui hubungan kalian" ucapnya di akhir kalimat.


Michael yang mendengar itu, seketika membulatkan mata dengan ekspresi wajah yang begitu terkejut. Karena, laki-laki Tampan itu tidak menyangka jika akan mendapatkan restu dari kedua orang tua gadis yang sangat ia cintai.


" apa aku tidak salah dengar?" Michael bertanya pada kedua manusia paruh baya itu. dan mereka berdua, menganggukkan kepala secara bersamaan.


" kamu tidak salah dengar Michael, kami merestui teman kalian." ucap Sephia Seraya mengusap lembut kepala laki-laki itu.


Setelahnya, menghampiri Devia yang masih mematung di tempatnya. Sementara gadis yang masih merasa terkejut itu, hanya berdiri mematung dengan sesekali mengecap-ngercapkan matanya.

__ADS_1


" Jangan pernah pikirkan apa-apa. cobalah membuka hati untuk Michael. karena Ibu tahu, Michael adalah sosok laki-laki yang baik." bisik Sephia tepat di telinga putrinya itu.


Seketika itu pula, Devia segera menoleh dan menatap sang ibu yang mengulas senyum tipis dan juga penuh ketulusan." aku akan mencobanya." ucapnya. kemudian menatap lurus ke depan.


__ADS_2