
Setelah kejadian itu, Rivaldo semakin gencar untuk melancarkan aksinya. Seakan, laki-laki itu tidak memperdulikan larangan yang diucapkan oleh ayah dari Devia. Rivaldo sepertinya tak menyerah untuk mendapatkan hati gadis pujaannya kembali. Walaupun, laki-laki itu harus menurunkan sedikit gengsinya untuk meminta tolong kepada Michael. Karena, hanya Michael lah orang yang saat ini dekat dengan Devia.
laki-laki itu, seakan telah merasa kehabisan cara untuk meluluhkan hati gadis itu. Memang, amarah dapat meluluhlantakkan sebuah hubungan. dan kini, tinggallah penyesalan yang didapat.
" ayah, bunda, Rivaldo mau pergi sebentar!" ucap laki-laki itu Seraya berjalan cepat menuju ke arah pintu utama. laki-laki itu, langsung menyambar kunci motor yang berada di atas meja vas bunga.
Laki-laki itu, segera melajukan kendaraannya menuju ke sebuah rumah yang terletak di pinggir kota P. Dirinya, harus segera bertanya pada Michael. Apa hubungan laki-laki itu terhadap Devia. jangan sampai, dirinya kedudukan oleh laki-laki berkacamata itu.
Tak Butuh waktu lama, akhirnya Rivaldo sudah berada di depan rumah Michael. dan dengan segera, laki-laki Tampan itu, segera mengetuk pintu rumah yang berwarna biru muda itu.
" cari siapa ya?" tanya seseorang. sesaat, setelah pintu rumah itu terbuka. Hingga, membuat Rivaldo, sedikit terjingkat kaget.
" Saya mau cari Michael!" ucap Rivaldo setelah berhasil mengatur nafasnya yang sedikit memburuk akibat dari rasa terkejutnya itu.
" oh Mas Michael ada di belakang rumah ini. sebentar saya panggilkan." ucap wanita itu Seraya beranjak dari tempatnya berdiri.
"Cih, tukang tebar pesona." ucapnya dengan nada yang sangat Ketus." kenapa lah Devia harus tertarik pada laki-laki penebar pesona seperti ini?!" gerutu Rivaldo dengan nada yang sedikit kesal.
__ADS_1
Sepertinya, laki-laki Tampan itu, memiliki tafsiran berbeda. saat mendengar ucapan dari asisten rumah tangga Michael. Bukan bermaksud untuk tebar pesona. Melainkan, laki-laki Tampan itu, sedikit tak suka dan tidak nyaman jika ada yang memanggilnya dengan sebutan tuan. karena menurutnya, sebutan itu terlalu tua untuknya yang masih muda.
Entahlah, Mengapa Michael dapat berpikir seperti itu. Padahal, itu hanya sebuah sebutan yang bersifat sedikit formal. untuk atasan dan bawahan. maka dari itu, Michael memerintahkan semua pekerja di rumahnya, untuk memanggilnya dengan sebutan "Mas" bukan "Tuan"
" kenapa ke rumah gue?" tanya Michael. saat laki-laki itu, sudah berada di hadapannya. hingga membuat Rivaldo, sedikit melangkah mundur karena merasa terkejut.
" kita harus bicara!" ucapnya dengan nada yang sangat datar. Sementara Michael, laki-laki berlesung Pipit itu, sepertinya tahu arah pembicaraan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu.
***
" apa yang mau kamu katakan?" tanya Michael to the point. saat kedua laki-laki Tampan itu, sudah sama-sama duduk di tempatnya.
tentu saja, Hal itu membuat Michael yang mendengarnya, merasa sangat terkejut. Namun, juga ada rasa bingung yang menyelinap dalam hatinya
" Kenapa kau menyuruhku untuk menjauhi Devia? Bukankah kau memang tidak menyukainya lagi?" tanya Michael.
" aku berubah pikiran!" ucap Rivaldo dengan entengnya. tentu saja, hal itu membuat Michael yang mendengarnya, berdecih sebal.
__ADS_1
"Cih, Devia bukan barang jika kau lupa. dan aku pun yakin, gadis cantik itu tak akan pernah melupakan kejadian yang pernah dia alami." ucap Michael secara terang-terangan menyebut Devia sebagai gadis cantik.
" Aku akan berusaha keras dan tak menyerah, untuk mendapatkan hati gadisku kembali!" ucap Rivaldo Soraya beranjak dari duduknya.
" aku juga tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hatinya kembali. dan sepertinya, Devia sudah mulai jatuh cinta padaku." ucap Michael dengan penuh percaya diri.
Karena memang, pada kenyataannya, Devia sudah mulai sedikit menerima dan membuka hatinya untuk Michael. Membuat laki-laki itu akan berjuang keras untuk mendapatkan hati gadis yang ia incar sedari lama itu.
' baik, kita lihat saja siapa yang akan berhasil!" ucap Rivaldo dengan nada yang mantap dan juga tegas. Walaupun, di dalam hati laki-laki itu, merasa sedikit risau. Mengingat, Devia sudah sangat membencinya.
" semoga, Dewi Fortuna masih berpihak kepadaku." gumamnya Seraya memasangkan helm. Kemudian, dengan segera langsung melajukan udah besinya untuk melesat menjauh dari rumah Michael.
Laki-laki itu, sangatlah berharap jika Devia masih memiliki perasaan padanya. Walaupun, hanya sedikit. Karena, berawal dari rasa sayang sedikit itu, jika dipupuk, akan menjadi subur kembali.
****
Sementara itu rumahnya, terlihat Devia Tengah duduk di ruang tamu. gadis cantik itu, sedang menunggu kedatangan kedua orang tuanya dari rumah sakit. di tengah Rasa Bahagia yang menyelimuti hatinya, terbersit ada rasa yang aneh di dalam hatinya.
__ADS_1
" Nggak, aku nggak mau mikirin dia!" gumamnya berusaha keras untuk menepis perasaan yang menggelayut di dalam hatinya itu. Devia, tak akan pernah menyerah untuk mengubur perasaannya itu dalam-dalam.