Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Penenang


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu, Devia dan Rivaldo hubungannya semakin renggang. mereka berdua, terlihat jarang bersama. baik di sekolah maupun di rumah. Padahal, ke rumah mereka bersebelahan.


Entah apa yang terjadi, hingga membuat Rivaldo menjadi berubah seperti itu. dan beberapa hari ini pula, Devia selalu melihat Rivaldo bersama dengan teman-temannya yang dulu.


Tentu saja hal itu membuat Devia menjadi sangat sedih. sedih karena saat ini, dirinya tidak diperhatikan lagi oleh Rivaldo. dan juga sedih karena sepertinya, laki-laki itu memiliki wanita idaman lain. yang pasti bukan dirinya.


" ngelamunin apa?!" tanya seseorang Seraya menepuk bahu gadis itu. hingga membuat Devia seketika terjingkat karena merasa terkejut.


" Astaga! Kak Michael, ngagetin aja sih, Kirain siapa tahu nggak" ucapnya Seraya mengusap dada karena merasa sangat terkejut.


Sementara Michael yang melihat itu, seketika terkekeh pelan. karena merasa sangat lucu dengan tingkah yang diperlihatkan oleh gadis yang ia kagumi Sedari Dulu itu.


" anak cantik nggak boleh sedih, Sedih kenapa sih memangnya?" tanya laki-laki itu Seraya mengusap kepala Devia dan juga menyingkirkan anak rambut yang menghalangi kecantikan gadis itu.


" dasar gombal!" ucapnya Seraya mencebikkan bibirnya. Hal itu membuat Michael seketika terkekeh pelan. Kemudian, tanpa basa-basi, laki-laki itu menarik tangan Devia meninggalkan ruang kelas itu.


Devia yang merasa kebingungan, hanya menurut saja," mau ke mana sih Kak?" tanya Gadis itu saat mereka sudah ada di parkiran sekolahan.


" udah ikut aku aja," ucap Michael Seraya membukakan pintu untuk gadis kesayangannya itu. dan tanpa banyak bicara ataupun bertanya, Devia menurut. gadis itu masuk ke dalam mobil Michael.


Tanpa disadari oleh Devia, ada seseorang yang menatapnya dengan Tatapan yang sangat tajam. siapa lagi jika bukan Rivaldo. seketika itu pula, rasa sayang laki-laki itu pada Devia, menjadi rasa benci yang sangat merajalela di dalam hatinya.


" bagaimana, kamu sudah lihat kan, Devia itu tidak pernah menganggap kamu ada. Mungkin memang iya, dulu dia sangat bergantung pada kamu karena dulu Devia belum memiliki teman seperti sekarang." ucap seseorang gadis yang berdiri di samping Rivaldo.


Siapa lagi jika bukan Reina, Gadis itu sepertinya sangat berambisi untuk menghancurkan hubungan Devia dan juga Rivaldo. dan kini, sepertinya, usaha dari Reina, sepertinya akan berhasil.

__ADS_1


Sementara Rivaldo yang mendengar itu, mengepalkan tangannya dengan sangat erat. dan setelahnya, laki-laki itu melenggang pergi tanpa mengindahkan keberadaan Reina.


*****


Sementara itu di lain tempat, lebih tepatnya di sebuah danau yang sangat indah, terlihat dua orang anak manusia Tengah duduk di tepian tempat itu. Siapa lagi jika bukan Devia dan juga Michael.


Mereka berdua tampak sangat menikmati suasana yang ada di sekitaran danau buatan yang sangat indah itu. Apalagi, air danau itu terlihat sangat cantik dan juga indah.


" bagaimana, apa kamu sudah merasa lebih tenang?" tanya laki-laki itu Seraya mengusap bahu dari Devia.


Mendengar hal itu, Devia menoleh ke arah Michael dengan tersenyum tipis. kemudian menganggukkan kepala. sebagai tanda, dirinya sangat menikmati suasana yang ada di danau buatan ini.


Sejenak, Devia dapat menghilangkan perasaan gundah yang ada di dalam hatinya. akibat sikap dan perlakuan Rivaldo beberapa hari ini yang sangat berbeda terhadapnya.


' Makasih ya Kak, Kak Michael sudah menjadi penenang di dalam hidup Devia." ucapnya dengan tersenyum sangat lebar.


"kak," ucapnya Seraya menatap ke arah tangan laki-laki itu. yang tengah menggenggam erat dari tangan Devia.


Michael yang menyadari hal itu, seketika segera melepaskan genggaman tangannya. Seraya tersenyum kecil.


" ingat ya Devia kalau kamu lagi ada masalah, tempat ini boleh kamu jadikan tempat menenangkan diri." ucap laki-laki itu Seraya menatap ke arah air danau yang sangat indah.


Devia yang mendengar pernyataan dari laki-laki yang ada di sampingnya itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, kembali menatap ke arah pemandangan yang ada di sekitar danau itu.


Tak terasa, waktu pun beranjak sore, dan itu artinya, Gadis itu harus segera pulang ke rumah. karena memang, waktu sekolah pun telah usai. di sepanjang perjalanan, Devia merasa sangat was-was. Karena baru pertama kali ini, Gadis itu melakukan kegiatan yang bernama 'bolos' karena sebelum-sebelumnya, Gadis itu tidak pernah melakukan hal itu.

__ADS_1


" Kak Bagaimana kalau, keluarga aku marah. soalnya aku belum pernah melakukan bolos sekolah seperti ini.?" tanya Devia Seraya menundukkan kepala.


Michael yang mendengar pertanyaan dari gadis itu, seketika menghentikan aktivitasnya." kamu tenang saja. Tak akan ada yang tahu jika kamu tidak memberitahunya. Lagi pula, hari ini kan tidak ada pelajaran apapun." ucap Michael mencoba menenangkan gadis itu.


Devia yang mendengar itu, seketika menghembuskan nafasnya lega. sekali lagi, Michael menjadi penenang hatinya di saat gundah Gulana seperti ini. dan akhirnya, mereka berdua segera pulang ke rumah masing-masing.


Namun sebelum itu, Michael mengantarkan Devia terlebih dahulu ke rumahnya. tak berapa lama, akhirnya Devia dan juga Michael telah sampai di gadis itu.


tentu saja hal itu membuat I love dan juga Agra yang tengah berada di teras rumah, seketika Saling pandang. karena memang, setahu mereka Devia tidak memiliki teman laki-laki yang lain kecuali Rivaldo.


" dia siapa Devia?" tanya Velove Seraya bangkit dari duduk.


Devia yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah Michael yang masih saja tersenyum Seraya mengganggukan kepala." dia Kak Michael, anak kampus di Yayasan Britney school." ucapnya Seraya memperkenalkan laki-laki yang ada di sampingnya itu kepada paman dan bibinya.


Velove dan Agra yang mendengar itu, hanya Saling pandang. Kemudian, tersenyum tipis dan menatap ke arah laki-laki Tampan itu.


" nak Michael mau masuk dulu atau langsung mau langsung pulang?" tanya Velove Seraya menatap ke arah laki-laki itu.


Michael yang mendengar itu, menggelengkan kepalanya." tidak usah, Saya langsung pulang saja. Kebetulan, saya juga ada urusan lain." ucapnya Seraya tersenyum tipis.


wanita paruh baya itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, Michael melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Devia.


" ayo nak masuk." ucap Velove caranya menepuk ke arah pundak pasang keponakan. Devia yang mendengar itu, dan menganggukan kepala.


***

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, seorang laki-laki Tengah mengintai laki-laki lain yang tengah mengendarai sepeda motor. Siapa lagi jika bukan Rivaldo. laki-laki Tampan itu, Tengah mengintai pergerakan Michael yang bergerak menuju ke arahnya.


" berhenti!!" teriak Rivaldo saat Michael berada tepat di hadapan.


__ADS_2