
Hari ini, seperti hari-hari biasanya Devia berangkat menggunakan ojek yang sudah stand by di depan rumah.
Walaupun, wajah Devia sedikit berbeda dari biasanya. lebih terlihat murung dari biasanya. Mungkin, karena sikap Michael beberapa hari setelah kejadian itu.
Ya, Michael setelah hari itu, lebih pendiam dan juga lebih dingin terhadap Devia. tentu saja hal itu membuat hatinya, merasa sedih. Karena, harus kehilangan sosok laki-laki yang begitu baik dalam hidupnya.
" Ayo aku antar!" tiba-tiba saja, terdengar suara yang sangat familiar yang menyapu gendang telinga gadis itu.
Seketika itu pula, gadis cantik yang memiliki rambut keriting itu, segera menoleh ke arah sumber suara. dan mendapati Michael duduk di atas motor kesayangannya.
Seketika itu pula, suasana Canggung segera meliputi kedua anak manusia berbeda gender itu.
"eh, euum,.. Nggak usah Kak, aku mau sama,..." ucapan Devia terhenti. saat tangannya ditarik oleh Michael dan menuju ke motor miliknya.
Akhirnya, mau tidak mau, Devia akhirnya ikut bersama dengan Michael ke sekolah. Sebenarnya, hari ini Michael tidak ada jadwal kuliah. Namun, laki-laki itu tetap menyempatkan diri untuk berangkat. Apalagi tujuannya jika bukan gadis cantik itu.
Sepanjang perjalanan, Devia maupun Michael, sama-sama tidak pernah mengatakan sesuatu. hingga suasana canggung, sangat terlihat di antara mereka.
Tak berapa lama, akhirnya Devia sampai juga di depan gerbang sekolahnya. dan dengan segera, gadis itu turun dari atas motor Michael.
__ADS_1
" Euum, Kak Michael, Makasih ya atas tumpangannya hehehe. kalau begitu, Aku masuk dulu. ucapnya Seraya menundukkan kepala. untuk menyembunyikan semburat merah yang ada di pipinya karena merasa malu.
Michael yang melihat itu, menganggukan kepala. dan dengan segera, melajukan motornya meninggalkan area Britney school itu.
Tentu saja hal itu membuat Devia, seketika terperangah kaget. Ternyata, laki-laki itu tidak memiliki jadwal kampus. lalu untuk apa dia berpakaian seperti mahasiswa pada umumnya dan berhenti di depan rumah Devia.
" Apa benar, Kak Michael masih memiliki perasaan padaku?" tanya gadis itu Seraya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam bangunan sekolah.
Di sepanjang perjalanan, Devia sama sekali tidak memperhatikan dan memperdulikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Pikiran gadis itu tak akan melayang dengan kejadian demi kejadian yang terjadi beberapa hari ini.
brugh
Saking fokusnya Devia memikirkan tentang Michael, hingga tak sengaja gadis itu bertabrakan dengan seseorang. hingga membuatnya, seketika terhuyung ke belakang Dan Hampir saja terjatuh.
Seketika itu pula, Devia mendunga menatap ke arah seseorang yang ada di hadapannya itu. dan dengan segera, Devia bangkit dan kembali melangkahkan kakinya untuk menuju ke dalam kelas. Setelah Gadis itu tahu, siapa orang yang ia tabrak itu.
Sementara orang yang tak lain adalah Rivaldo itu, menatap Devia dengan Tatapan yang sulit diartikan. Lama, laki-laki itu terdiam di tempatnya. hingga akhirnya, Rivaldo menggelengkan kepalanya. entah apa yang ia rasakan.
*****
__ADS_1
" huh menyebalkan sekali. Mengapa aku harus bertemu dengan laki-laki tidak berguna itu lagi sih?" gerutunya dalam hati.
Mungkin, dulu Devia akan merasa sangat senang jika akan bertemu dengan Rivaldo. Namun, tidak dengan saat ini. Gadis itu merasa sangat jengah dan juga muak melihat laki-laki itu.
" kamu itu, hobi banget Iya ngelamun seperti ini?" tiba-tiba saja, terdengar suara yang sangat familiar. dan dengan segera, Devia menoleh ke arah sumber suara.
Senyumnya seketika mengembang saat melihat Siapa yang datang menghampirinya." Kak Michael ngapain Di Sini?" tanya gadis itu Seraya masih menampilkan senyuman.
" mau ngasih kamu ini" ucapnya Seraya menyerahkan sebuah kotak bekal berwarna pink ke arah Devia.
" ini bekal seperti kemarin?" tanya gadis itu Seraya menatap Michael dan bekal itu secara bergantian.
Michael yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, mendudukkan dirinya di samping Devia.
Seketika itu pula, suasana Canggung kembali tercipta di antara mereka. hingga membuat keduanya, sesekali melirik dengan ekspresi salah tingkah yang begitu menggemaskan.
"euum, Eh iya kak, soal yang kemarin itu,..." Devia belum bisa melanjutkan ucapannya. Karena, gadis itu masih merasa sangat canggung dengan laki-laki yang ada di sampingnya itu.
" tidak masalah Devia, seharusnya aku yang meminta maaf. Sebaiknya, apa yang kamu dengar kemarin, Jangan pernah dimasukin ke dalam hati. Aku tidak ingin, hubungan baik kita akan ternoda dengan adanya rasa yang seharusnya tidak ada di antara kita itu." ucap Michael dengan nada yang sangat lembut.
__ADS_1
Namun bukannya membuat Devia merasa tenang, akibat ucapan dari Michael. justru membuat Devia Malah semakin merasa sakit. entah apa penyebabnya. Gadis itu pun tidak mengerti.
Mereka berdua akhirnya kembali menikmati bekal seperti halnya hari kemarin itu.