Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Jadian?


__ADS_3

Beberapa hari, setelah kelahiran adik kecilnya itu, Devia merasa sangat sibuk karena harus mengurusi adik kecilnya. Memang, benar apa kata orang. jika jarak anak terlalu jauh, itu akan jauh lebih baik. Karena sang kakak, bisa diajak bekerja sama untuk mengurus si kecil.


Seperti yang dilakukan oleh Devia saat ini. Hari-harinya, terasa begitu bahagia dan berwarna. Semenjak kehadiran adik kecilnya itu.


" Kamu ganteng banget sih dek, nanti kalau kamu udah besar, jangan lupa jagain kakak ya," ucap Devia Saraya menciumi bayi yang berjenis kelamin laki-laki itu.


Hingga membuat, tubuh mungil bayi itu seketika menggeliat karena mungkin merasa geli dengan tingkah yang ditunjukkan oleh sang kakak terhadapnya.


Tentu saja, Hal itu membuat Hesti, seketika tersenyum kecil. Karena, rasa sangat lucu dengan tingkah yang dilakukan oleh adik kecilnya itu.


" Wah udah bisa disuruh jagain adiknya ya, anak pintar." ucap Velove Seraya berjalan untuk menghampiri kedua ponakannya itu.


yap, Velove dan Agra memutuskan untuk menginap di rumah Sephia untuk beberapa hari ke depan. Karena memang, mereka sesungguhnya sangat merindukan gelak tawa dan tangisan seorang bayi.


Namun, apalah daya. itu hanyalah rencana manusia. Karena, buktinya Sampai saat ini pun, Tuhan masih belum mengabulkan apa yang menjadi Keinginan mereka. Bukannya tidak ingin berusaha lebih keras, mereka bahkan sudah pernah melakukan tahap bayi tabung. tapi satupun tak pernah terealisasikan.


Hingga akhirnya, membuat Velove dan Agra, merasa pasrah dengan jalan takdir yang tentukan oleh Tuhan terhadap hidupnya.


Devia yang melihat Betapa sayang dan perhatiannya bibi dan Pamannya itu, diam-diam meringis karena merasa sangat kasihan dengan kedua manusia paruh baya, yang telah dianggap oleh Devia sebagai orang tuanya sendiri.


Drrrttt,... Drrrttt,...


Tiba-tiba saja, Lamunan gadis itu, seketika biar saat mendengar ponsel yang berbunyi nyaring. dan Hal itu membuat Devia, segera meraih dan mengangkatnya. Ternyata, panggilan itu adalah dari Michael. tanpa sadar, kedua sudut bibir gadis itu, seketika terangkat membentuk sebuah senyuman tipis.


" Halo Kak Michael, ada apa?" tanya Devia berbasa-basi. Karena sejujurnya, di dalam hati gadis itu kini tengah tumbuh beberapa bunga dan juga kupu-kupu yang seakan mengitari di dalam relung hatinya.


" Astaga! jantungku ini kenapa?" ucap Gadis itu Seraya menyentuh area dadanya yang terasa sangat berdebar-debar. Seperti mendapat serangan jantung secara mendadak.


" kita bisa bicara?" tanya Michael dari seberang sana.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Devia, mendadak sangat gugup. karena jantungnya, seketika berdetak cukup kuat.


" bisa Kak." ucapnya dengan tubuh yang bergetar hebat. Devia juga tidak mengerti tentang yang ia rasakan saat ini. namun yang jelas, jantungnya terasa berdebar kuat.


" Oke, dandan yang cantik ya, nanti aku jemput." ucap Michael dari seberang sana. tak lama berselang, sambungan telepon pun ditutup.


Devia yang mendengar itu, tak sengaja melompat-lompat kecil karena merasa sangat senang dengan perkataan yang dilontarkan oleh Michael itu.


Gadis cantik itu, segera berlari menuju ke kamarnya dan langsung bersiap-siap. dengan berdandan cukup feminim. Tidak seperti biasanya.


" ayah, ibu, Paman, bibi, Devia pergi dulu ya!" ucapnya Seraya Melambaikan tangan. dan langsung bergegas untuk keluar dari dalam rumah.


" eh, mau ke mana? kok dandan cantik banget?" tanya Sephia Seraya menggendong bayi mungil.


" pasti mau jalan ya, sama siapa? Michael atau,.." ucapannya terhenti saat mendapat sahutan cepat dari gadis itu.


" Kak Michael" ucapnya Seraya memandang ayahnya, dengan tatapan tidak suka. Karena Devia yakin, sang ayah akan mengatakan sesuatu yang tidak ia inginkan.


Tentu saja hal itu membuat Devia yang mendengarnya, menghela nafas panjang. Namun, Di Saat itu pula, Gadis itu mengulas senyum tipis. Ternyata, semua keluarganya, masih menganggap dirinya seperti anak kecil. dan selalu akan menganggapnya seperti itu. dan itu, membuat Devia merasa bahagia.


" Ya sudah kalau begitu, Devia pamit. dadah!" ucapnya Seraya Melambaikan tangan.


Tepat, di saat Gadis itu keluar rumah, ternyata Michael telah tiba di depan rumahnya. Devia sedikit merasa malu. saat mata laki-laki itu, menatapnya dengan tatapan yang sangat dalam.


" ayo Kak jalan!" ucap Devia saat gadis itu telah masuk ke dalam mobil Michael. hingga membuat laki-laki itu, seketika tergagap. dan dengan segera, langsung melajukannya untuk menuju ke sebuah tempat yang sudah dipersiapkan oleh laki-laki itu


Di sepanjang perjalanan, mata Michael tak henti-hentinya melirik ke arah Devia yang berada di sampingnya.


" Kenapa kak, Kok liatin aku kayak gitu?" tanya Devia yang merasa dirinya diperhatikan dari tadi.

__ADS_1


" Kamu cantik banget hari ini." ucapnya Seraya menepikan Mobilnya di tempat yang sedikit sepi.


Tentu saja, itu membuat Devia, merasa sedikit panik. Karena, berpikiran Michael akan berbuat aneh-aneh terhadapnya.


" mau ngapain Kak?" tanya Gadis itu sedikit panik dengan menempelkan tubuhnya di sandaran kursi dan sedikit mepet ke arah dinding mobil.


" Devia, Aku sungguh-sungguh mencintaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" hanya laki-laki itu tanpa ragu.


Tentu saja itu membuat Devia yang mendengarnya, seketika membulatkan mata. karena merasa tak percaya dengan apa yang dilakukan laki-laki yang ada di hadapannya.


" Serius Kak? kakak nyatain cinta sama aku?" tanya Gadis itu Seraya mengerjap-ngerjapkan matanya.


"hmm."


" aku mau." ucapnya kera yang menunduk malu-malu. tentu saja hal itu membuat Michael yang mendengarnya, terdiam sejenak.


Karena laki-laki itu, merasa tidak percaya dengan dengan apa yang ia dengar itu." beneran?" tanyanya untuk memastikan.


Devia menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan laki-laki itu. dan Hal itu membuat Michael, merasa sangat bahagia.


" kita, jadian?" tanya Michael sekali lagi untuk memastikan hal itu.


" Iya Kak Michael sayang," ucap Devia yang merasa Gema sendiri dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Tentunya, itu membuat Michael mendadak linglung. Namun, kondisi itu tak berselang lama. karena laki-laki itu, langsung memeluk Devia dengan sangat erat.


" terima kasih, Terima kasih atas semua rasa yang kamu berikan padaku." ucapnya dengan sedikit lelehan air mata.


Devia yang melihat itu, merasa sedikit terkejut. dan dengan segera, Gadis itu langsung mengusap air mata kekasihnya itu." Kok nangis? nggak usah cengeng, jelek." ucapnya Seraya mengulas senyum tipis.

__ADS_1


" kamu yang bikin aku nangis tau nggak. dasar gadis nakal!" ucapnya Seraya mencubit kedua pipi gembul gadis itu. hingga si pemiliknya, meringis karena merasa sakit.


Mereka akhirnya tertawa bersama-sama dengan memandang ke arah luar jendela. Karena keduanya, sama-sama merasa jantungnya tidak aman.


__ADS_2