
Pagi ini, terlihat seorang gadis Tengah berbunga-bunga. dari tadi Gadis itu hanya tersenyum dan matanya menerawang jauh entah ke mana.
" ih anak mama udah besar ini ya, udah ngerti yang namanya jatuh cinta." tiba-tiba saja, Devia merasa terperanjat kaget saat sang mama tiba-tiba saja mengagetkannya.
"ih mama Devia kaget tahu nggak. kirain Mama sama Papa udah balik ke kota K," ucap Devia Seraya menatap sang ibu dengan tetapan bertanya-tanya.
Karena biasanya sang ibu akan segera bergegas untuk pulang ke kotanya dan tidak ada acara menginap menginap seperti ini. hal itu membuat Devia sedikit merasa curiga dengan ibu kandungnya itu.
"eeuum, udah mulai nggak betah nih ya diawasin," ucap Sephia semakin meledek sang anak. hal itu semakin membuat wajah Devia seketika berubah merah padam. karena merasa malu dengan ucapannya sendiri.
"bukan gitu maksud Devia Mama, biasanya kan, mama paling gak bisa ninggalin rumah." ucap Devia melirik ke arah wanita paruh baya itu.
tak lama berselang, Melvin pun ikut bergabung bersama dengan istri dan anaknya. diikuti oleh Velove dan Arga. mereka semua berkumpul untuk melakukan 'sidak' terhadap gadis kecil kesayangan mereka itu.
" Loh kenapa jadi ngeliatin Devia seperti itu, Emangnya ada yang salah dengan penampilan Devia?" tanya Gadis itu dengan ekspresi wajah kebingungannya.
Bukannya menjawab, Velove Justru malah menepuk pundak Devia dengan Sedikit keras. hingga membuat gadis itu, seketika meringis kesakitan.
"ish, bibi apa-apaan sih, kenapa nepuk pundak aku kenceng gitu, kan sakit jadinya" ucap Devia merajuk.
" hahaha" seketika itu pula, semua orang yang ada di sana, tertawa dengan terbahak-bahak. apalagi dengan ekspresi wajah Devia yang menurut mereka sangat menggemaskan.
" huh anak mama sekarang udah mulai dewasa nih ya, udah bukan anak-anak lagi." ucap Sephia Seraya menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.
" iya yah nggak terasa. sebentar lagi, akan masuk ke sekolah SMA." ucap Melvin yang ikut memeluk gadis kecilnya itu.
Tiba-tiba saja, laki-laki paruh baya itu memiliki sebuah ide untuk mengerjai Putri tunggalnya itu."emm, gimana kalau setelah lulus dari sekolah Britney school, kita langsung pindah aja ke kota D. di sana sekolahnya bagus loh," ucap Melvin menawarkan pada Putri kesayangannya itu.
" nggak mau!" ucap Devia dengan nada Sedikit keras. tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika terkekeh pelan.
__ADS_1
" Oh, yang nggak mau pisah sama sahabat kesayangannya," ucap Velove meledek keponakannya.
" Iyalah Mbak, kan buat ketemu sama orang spesial ini dibela-belain pindah ke sini. terus setiap hari melamun," ucap Sephia terkekeh geli saat mengingat tingkah laku gadis kesayangannya itu.
" ih ngeledekin mulu sih, udah kalau gitu Devia mau berangkat sekolah aja." ucapnya Seraya bersalaman dengan semua orang yang ada di sana.
" ingat ya Devia, Jangan pacaran dulu sebelum kamu lulus dari SMP dan mendapatkan nilai yang memuaskan oke." ucap Melvin mengingatkan sang putri tercinta. saat gadis itu, hendak menghilang di balik pintu.
Mendengar, penuturan dari sang ayah, membuat Devia menganggukkan kepala. dan dengan segera, gadis cantik itu melangkahkan kakinya untuk menuju ke depan gerbang. di mana Di sana, sudah ada seseorang yang menantinya dengan memasang senyuman tipis.
" Ayo berangkat kak." ucap Devia Seraya menepuk pundak laki-laki itu. hingga membuat Rivaldo, seketika tersadar dari lamunannya.
" Eh kok malah ngelamun,?" tanya Devia dengan raut wajah kebingungan. Rivaldo yang mendengar itu, segera memberikan helm kepada gadis cantik yang ada di hadapannya itu.
" mama sama papa ada di dalam?" tanya Rivaldo Seraya memakaikan helm pada kepala gadis itu.
Namun, dengan segera Rivaldo menahannya." tunggu sini aku mau pamit sama mereka" ucapnya Seraya turun dari motor.
Hal itu langsung dicegah oleh Devia. dengan cara menarik tangan laki-laki itu." nggak usah kali Kak," ucapnya Seraya mendesah pelan.
" loh Memangnya kenapa?" tanya Rivaldo dengan ekspresi wajah kebingungan.
" karena,..." belum sempat Gadis itu menjawab, sebuah suara sudah mengagetkan mereka berdua. dan dengan segera, Devia dan juga Rivaldo sama-sama menoleh ke arah sumber suara.
" bagus ya anak Papa, sudah mulai mau sembunyi-sembunyi." ucap Melvin Seraya melangkahkan kaki mendekati dua anak manusia yang masih terheran-heran itu.
Mendengar ucapan dari sang papa, seketika membuat Devia cemberut." ih pasti mau ngeledek lagi ini" gumamnya dalam hati.
Sementara Rivaldo yang memang tidak tahu apa-apa, segera turun dari atas motor dan menyalami semua keluarga dari wanita kesayangannya itu.
__ADS_1
" hati-hati ya nak, tolong jaga Devia dengan baik. jangan sampai terjadi sesuatu pada anak kesayangan kami. jika sampai itu terjadi, Jangan harap, kalian bisa bertemu kembali." ucap Bibi Velove dengan nada lembut namun penuh dengan ancaman.
Rivaldo yang mendengar itu, segera menganggukkan kepala dengan cepat dan tegas." Bibi tenang saja. saya akan selalu menjaga Devia dengan baik." ucap Rivaldo menoleh dan tersenyum ke arah sahabat kecilnya itu.
Mereka berdua akhirnya Segera menaiki sepeda motor milik Rivaldo dan melesatkannya menjauh dari kediaman mereka untuk membelah jalanan raya yang sudah semakin ramai itu.
Di sepanjang perjalanan, Devia tak henti-hentinya tersenyum sendiri. saat mengingat, jalan-jalan romantis yang dilakukan dirinya bersama dengan Rivaldo malam tadi.
flashback on.
Malam harinya, setelah Rivaldo menjanjikan untuk mengajak Devia jalan-jalan, akhirnya mereka memutuskan untuk jalan-jalan di sebuah pasar malam yang memang sedang beroperasi di sana.
Di dalam pasar malam itu, Devia dan Rivaldo sangat bahagia dengan menaiki beberapa wahana yang ada di dalam pasar malam itu.
" Gembul sini dong," ucap Rivaldo memberikan kode Untuk sahabatnya itu mendekat. dan tiba-tiba,..
Sret,..
Rivaldo menorehkan es krim ke wajah Devia. hingga membuat gadis itu, seketika berteriak kencang." ih Kak Rivaldo, jahil banget sih." ucapnya Seraya mengerucutkan bibirnya. hal itu terus Diulangi oleh Rivaldo. hingga membuat, mereka semua berkejar-kejaran seperti anak kecil. Soraya sesekali tertawa lepas.
Rivaldo tidak akan pernah Gengsi. karena di tempat ini, dirinya tidak dikenali oleh siapapun. dan punya bisa bebas tertawa sepuasnya tanpa harus mempertahankan image coolnya itu.
Karena Rivaldo akan berubah menjadi laki-laki receh di hadapan sahabat kecilnya itu.
flashback off.
Sementara itu di lain tempat, terlihat seorang gadis cantik Tengah dikerubungi dengan empat orang gadis lainnya. siapa lagi jika bukan Yeslin yang dikerubungi oleh Celine dan juga Melani.
dua gadis cantik itu, ingin menghasut gadis yang bernama Yeslin itu agar membenci Devia.
__ADS_1