Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Ada Yang Berbeda


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian hari itu, sikap Rivaldo perlahan-lahan berubah. laki-laki Tampan itu, sudah tidak pernah terlihat mengganggu Devia lagi. Tentu saja, itu membuat gadis itu menjadi heran namun juga lega.


" kenapa, aku malah menjadi kepikiran seperti ini?" tanya Devia Seraya melamun di depan pintu kelasnya.


Merasa seperti kehilangan sosok yang sangat penting di dalam hidupnya. Namun, sebisa mungkin Devia menepis semua pikiran-pikiran aneh yang ada di dalam otaknya itu.


" hais aku mikir apa sih? Sudahlah lebih baik aku mengerjakan soal-soal yang lebih penting saja." ujarnya Seraya melangkahkan kaki untuk menuju ke tempat duduknya.


Setelah selesai mengerjakan apa yang perlu ia kerjakan, Devia segera keluar dari kelas. dan di sana, ada Romi dan juga Maudy yang berjalan beriringan untuk menuju ke kelas.


" cie, pacaran ya?" tanya Devia bermaksud untuk menggoda kedua sahabatnya itu.


" apa sih, Kamu tuh yang berbeda mentang-mentang udah punya pacar." ucap Maudy Seraya mencerbitkan bibirnya.

__ADS_1


Sementara Romi yang mendengar itu, memutar bola mata malas. Karena sebenarnya, di dalam hatinya masih ada nama Devia. dan entah sampai kapan laki-laki itu akan memendamnya tanpa berani mengungkapkan pada gadis itu.


" Seandainya Kau Tahu Devia, bahwa aku adalah orang yang selama ini mengagumimu." ucapnya dengan sorot mata menatap ke arah Devia.


Walaupun, tidak ada yang mendengar perkataan yang dirinya lontarkan. Karena laki-laki itu, hanya mengatakan di dalam hatinya saja.


" kenapa kamu malah menatapku seperti itu?" tanya Devia dengan raut wajah kebingungan. Romi yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala.


Kemudian dengan segera melenggang pergi meninggalkan dua gadis cantik itu di depan kelas.


" entahlah, Ya sudah kalau begitu aku ke kelas dulu." ujar Maudy Seraya melangkah meninggalkan Devia seorang diri.


Sementara Devia yang menyadari sikap tidak biasa dari sahabat-sahabatnya itu, mulai berpikir sejenak. Namun, karena tidak menemukan letak kesalahannya yang membuat mereka berdua seperti menjauhinya, Devia segera mengedikkan bahu tak peduli.

__ADS_1


" Sudahlah, lebih baik aku segera mengisi perutku saja." ujar Devia Seraya melangkahkan kaki untuk menuju ke arah kantin yang berada di belakang gedung itu.


*****


Sementara itu di tempat lain, terlihat dua orang laki-laki tampan sepertinya Tengah terlibat obrolannya sangat serius.


" aku mohon Michael, Tolong berikan aku kesempatan terakhir untuk mengejar cinta Devia dan membuktikan bahwa perasaannya memang bukan lagi milikku. setelah itu, Aku akan benar-benar pergi meninggalkan dirinya?." ucap Rivaldo memohon kepada Michael.


Sementara Michael yang mendengar itu, seketika mendengus kesal." Jangan berharap banyak. dia itu sudah menjadi milikku. dan kau ingat Apa yang kau ucapkan tempo hari? Ingatlah bahwa laki-laki itu yang dipegang adalah ucapannya." ucapnya penuh dengan penekanan.


" aku tahu, aku hanya ingin Devia mengetahui perasaanku saja." ucap Rivaldo Seraya berusaha untuk membujuk laki-laki berlesung Pipit itu.


Michael yang mendengar itu, sesaat terdiam. Karena, laki-laki Tampan itu akan menimbang-nimbang semua keputusannya.

__ADS_1


" apa yang harus aku lakukan? Mengapa semua serumit ini?" tanya laki-laki itu di dalam hatinya.


Akhirnya, Michael menyanggupi permintaan dari Rivaldo. nanti sepulang sekolah, Rivaldo lah yang akan menjemput Devia.


__ADS_2