Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Bertemu Dua Orang Laki-laki Di Tempat Yang Sama.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Devia sudah kembali ceria. gadis cantik itu, sesekali tertawa dan berbincang-bincang kepada kedua orang tuanya.


Tentu saja, hal itu membuat Sephia dan juga Melvin yang melihat itu, mengukir senyuman tipis di bibir masing-masing.


" akhirnya, Putri cantiknya bapak sudah kembali ceria." ucap Melvin Soraya mengusap kepala gadis itu.


" Iya, hampir saja Ibu kehilangan sosok ceria dalam kehidupan Ibu." Sephia menarik tangan putrinya dan memeluknya dengan sangat erat.


Devia yang mendengar itu, mendongakkan kepala menatap kedua orang tuanya secara bergantian." Makasih Iya Pak,Bu, karena kalian, sudah berhasil menghibur Devia. Devia janji, tidak akan pernah bersedih lagi." ucapnya tersenyum tipis.


Melvin Dan Sephia yang melihat itu, menganggukkan kepala. dan dengan segera, memeluk tubuh mungil Putri mereka itu. Sungguh, akhirnya mereka dapat berkumpul kembali dengan suasana yang bahagia seperti ini.


Tak berselang lama, akhirnya, mobil yang mereka tumpangi, telah sampai di sebuah restoran asing yang ada di kota itu. dengan perlahan, mereka semua turun dari dalam kendaraan itu. setelah sang sopir, memarkirkan mobilnya dengan selamat.


" sayang, Kamu mau makan apa?" ucap Melvin saat mereka sudah berada di dalam restoran. dan tengah duduk di meja kosong yang ada di dalam restoran itu.


"eh, kok suami mama manggil sayang sama cewek lain, kan Mama juga cemburu." ucap Sephia pura-pura merajuk.


Tentu saja, hal itu membuat Devia dan Melvin yang mendengarnya, seketika tertawa lepas. karena melihat tingkah lucu dari wanita yang menjadi ratu di dalam hati mereka itu.


Tak berselang lama, seorang pelayan datang dengan membawa menu di tangannya." silakan mau pilih yang mana" ucapnya dengan nada yang sangat sopan.

__ADS_1


Keluarga kecil itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, memilih menu yang akan mereka pesan. Setelah mendapatkannya, mereka segera memesan makanan itu.


Selepas kepergian pelayan restoran itu, keluarga kecil itu, kembali berbincang-bincang seperti biasa. dan terkadang, diselingi dengan canda tawa. Sangat harmonis bukan, keluarga yang tampak Sederhana itu, ternyata menyimpan banyak keceriaan di dalam hidupnya.


"Pak, Bu, Devia mau ke kamar mandi dulu ya, udah nggak tahan kebelet." ucapnya Seraya beranjak dari kursian yang ia duduki itu.


" mau Ibu antar, atau jalan sendiri?" tanya Sephia mencoba untuk menawari.


" sendiri aja lah Bu, memangnya Devia anak kecil?" tanya Gadis itu Seraya langsung melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa.


Hingga tak sadar, jika gadis itu seperti telah menyerempet seseorang yang memang berpapasan dengannya.


" eh maaf Mas saya nggak sengaja," ucap Devia Seraya menundukkan kepala.


Sontak saja, Devia yang mendengar suara yang tidak familiar dalam hidupnya itu, seketika menduga dan menatap siapa si pemilik suara itu.


" Kak Michael?" kaget Devia. hingga Gadis itu melangkahkan kakinya mundur beberapa langkah.


Michael yang melihat itu, seketika meraih tangan gadis yang sangat ia cintai itu." aku nggak nyangka, ternyata bisa ketemu kamu di sini." ucapnya Seraya tersenyum tipis.


" Kakak belum jawab pertanyaan aku loh, ngapain ada di sini? Jangan-jangan ngikutin aku ya?" tuduh Devia.

__ADS_1


Pletak.


satu sentilan, mendarat mulus di kepala gadis itu. hingga si empunya kepala, meringis karena merasa sakit.


" enak aja, kota ini kan luas." ucap Michael Soraya mendengus kesal.


Sementara Devia yang mendengar itu, hanya dapat nyengir kuda. Kemudian, Gadis itu menepuk keningnya. karena telah melupakan sesuatu.


" Astaga! Aku sampai lupa!!" teriak gadis itu. kemudian dengan segera, berlari menuju ke arah belakang bangunan restoran itu'


" Devia tunggu!" teriak Michael. namun tidak digubris boleh gadis itu. Sehingga, mau tidak mau, Michael mengikuti kemanapun Devia berada.


Karena laki-laki itu takut, jika terjadi sesuatu dengan gadis yang sangat ia kagumi itu.


Sementara itu, di dalam toilet, Devia merasa sangat lega karena sudah dapat menghilangkan hutan yang ada di tubuhnya itu.


Ceklek


Setelah selesai, Devia segera keluar dari dalam kamar mandi. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari area toilet itu. Namun, seketika langkahnya terhenti saat melihat dua orang laki-laki yang tengah berdiri di depan sana.


" Kak Michael! Kak Rivaldo!" lirihnya. Devia tidak menyangka akan bertemu dua orang laki-laki di tempat yang sama.

__ADS_1


Secepat kilat, Gadis itu melangkahkan kakinya untuk menuju jalan yang lain. namun sialnya, kakinya tidak sengaja meninggal tong sampah yang ada di pinggir tempat itu. hingga membuat kedua laki-laki yang ada di sana, seketika menoleh ke arah sumber suara.


" mampus!" ujarnya Seraya menepuk keningnya sendiri.


__ADS_2