
Tak terasa, bel pulang sekolah pun telah berbunyi beberapa saat yang lalu. dan dengan segera, Devia mengajak teman-temannya untuk keluar kelas.
Berbeda dengan sekolahannya yang ada di kota P, yang terkesan sangat memusuhinya, di sekolahan Devia yang ada di kotanya ini, semua murid tampak menerima Devia dengan baik.
Itulah sebabnya, Devia sudah mendapatkan banyak teman saat dirinya baru masuk ke sekolah itu. ya walaupun, gadis itu sudah mendapatkan teman-teman yang memang, adalah teman-teman sepermainannya dulu waktu kecil.
" gimana kalau kita jajan dulu di kantin. sebelum kita pulang," ucap Devia menawari teman-temannya.
" ide bagus sih itu, let's go!" ucap Maudy Seraya menarik tangan Devia untuk segera sampai di kantin sekolah itu.
" Woi tungguin aku!" teriak salah seorang dari belakang. hingga membuat kedua gadis itu, akhirnya menoleh ke arah sumber suara.
" Makanya cepetan! lelet banget sih jadi orang!" seru Maudy dengan nada yang lumayan tinggi. Sampai-sampai, Devia menutup kedua telinganya karena merasa keberisikan dengan suara dari sahabatnya itu.
" berisik!" ucap laki-laki itu Seraya menarik tangan Devia untuk menjauh dari Maudy..
" lah kok malah aku yang ditinggal?" tanya Maudy Soraya menatap dirinya dan juga dua orang yang telah menjauh itu secara bergantian." Woi tunggu!" teriak gadis itu Seraya berlari menghampiri Romi dan juga Devia yang sudah sedikit menjauh dari sana.
****
__ADS_1
" makanannya enak nggak?" tanya Romi kepada Devia. dan dengan antusias, Gadis itu menganggukkan kepala.
Pertanda bahwa makanan itu memang sangat nikmat. Jujur Saja, Devia merasa sangat rindu dengan makanan yang ada di sekolahan lamanya itu.
Karena saat dirinya pindah ke sekolahan yang yang ada di kota P, Devia tidak pernah menemukan makanan seniman dan seenak ini.
" enak banget Romi, Makasih ya udah traktir aku," ucapnya dengan senyuman penuh makna.
uhuk uhuk uhuk
Seketika itu pula, laki-laki yang bernama Roni itu, langsung tersedak oleh makanannya sendiri. di saat dirinya mendengar ucapan dari gadis itu.
" Iyalah Rom, BTW Makasih ya atas traktirannya ini." cengir Devia tanpa dosa. Setelahnya, Gadis itu kembali menyantap makanannya dengan sangat lahap.
Sementara Romi, laki-laki Tampan itu, hanya dapat menghela nafas panjang." untung sayang" ujarnya Seraya melihat dompet yang ada di dalam celananya.
" kok cuma Devia aja yang ditraktir, aku nggak?" tanya Maudy yang baru saja kembali dari toilet.
Mendengar ucapan dari gadis yang selalu membuatnya darah tinggi dan juga selalu mencari gara-gara terhadapnya itu, Romi hanya melirik sekilas dengan Tatapan yang sangat sinis.
__ADS_1
" Wih santai aja kali, Kenapa jadi menyeramkan seperti ini?" gumam Maudy Soraya duduk di samping Devia.
Sementara Devia yang mendengar itu, hanya dapat terkekeh pelan Seraya melanjutkan makannya. Mereka, menikmati makanan masing-masing dengan sesekali bercanda tawa.
****
" kamu masih jalan kaki Dev?" tanya Maudy saat mereka sudah berada di parkiran sekolah.
Pertanyaan dari Maudy itu, hanya di jawab anggukan oleh Devia. Saat Gadis itu akan berjalan untuk keluar dari area sekolah, tak sengaja matanya melihat seseorang yang familiar dalam penglihatannya.
" Kak Michael ngapain ada di sini?!" tanya Devia Seraya gadis itu berjalan menghampiri laki-laki yang tengah duduk di atas motornya itu.
Tentu saja, kedatangan Michael ke sekolahannya itu, membuat Devia menjadi sedikit terkejut. Karena setahunya, tidak ada yang tahu dirinya berada di sekolahan mana. atau jangan-jangan,..
Ah pasti bener apa yang Devia pikirkan. Pasti alamat itu di ketahui Michael dari orang tuanya. Lagi pula, dari siapa lagi, laki-laki itu mengetahui tentang identitas dirinya. jika bukan orang tuanya yang memberitahu kepada laki-laki itu.
" Tentu saja aku rindu sama gadis cerewet ini." ucapnya Seraya mengacak-acak rambut gadis itu. hingga membuatnya, akhirnya cemberut. karena rambutnya kembali berantakan.
Padahal, tadi sebelum pulang sekolah, gadis itu sudah terlebih dahulu merapikan rambutnya di toilet sekolah. dan sekarang, semuanya kembali berantakan. Karena ulah dari Michael.
__ADS_1