
Mendengar ucapan dari asisten rumah tangganya itu, seketika membuat Devia mengingat sesuatu. jika selama ini, dirinya melupakan. jika sebentar lagi, akan menjadi seorang kakak.
Ada rasa bahagia sekaligus sedih yang dirasakan oleh Devia. Bahagia, karena akan mendapatkan teman baru dan mainan baru. Namun, juga merasa sedih karena pasti kasih sayang orang tuanya, akan menjadi sedikit berkurang. dan sepertinya, Devia belum siap akan hal itu.
Namun, Devia akan mencoba untuk berpositif thinking. Siapa tahu, setelah kelahiran adiknya, akan mendapat Kasih sayang dengan double double.
" non Devia, ini ada paket dari seseorang" ucap seseorang yang datang tergopoh-gopoh menghampiri Devia Seraya membawa sesuatu di tangannya.
" Apa itu?" tanya Devia kepada kedua asisten rumah tangganya itu. Namun, kedua orang itu menggelengkan kepala tanda tidak tahu.
Devia yang melihat itu, segera membuka kotak berwarna pink itu. dan dengan segera, matanya berbinar saat melihat makanan kesukaannya." Siapa sih yang ngirimin ini?" tanya Gadis itu seorang diri.
" siapa sih sebenarnya orang ini? Kenapa dia tahu makanan kesukaan aku? atau, jangan-jangan,..." ucapan Devia menggantung bebas di udara. setelah gadis itu, menyadari siapa orang yang dimaksud.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Gadis itu segera berangkat menuju tempat yang ia tuju. Matanya, seketika menatap dengan tatapan sangat dingin terhadap benda yang di tangannya itu
__ADS_1
Sayangnya, perjalanan Gadis itu tidaklah mudah. karena Devia, menggunakan kendaraan umum untuk menuju ke tempat yang dituju. Untung saja, hari ini sekolah gadis itu, Tengah mengadakan seminar. jadi sekolah tidak mengadakan kegiatan belajar mengajar. dan itulah yang membuat Devia memutuskan untuk menuju ke kota P.
Ya, Devia sangat yakin, jika yang memberikan ini adalah Rivaldo. Siapa lagi, orang yang mengetahui tentang makanan kesukaan Gadis itu jika bukan Rivaldo. karena memang, Makanan itu sangat susah untuk dibuat. Jadi tidak mungkin orang lain atau Michael yang membuatnya.
Karena laki-laki itu, hanya mengetahui tentang makanan kesukaan Devia yang lainnya. Jadi, sudah pasti itu adalah ulah dari Rivaldo.
" Mau apa sih dia, belum puas apa menggangguku terus?" gerutunya dalam hati.
****
Akhirnya, Devia sampai juga di sebuah sekolahan yang dulu pernah Iya tempati untuk menuntut ilmu. apalagi jika bukan Britney school. Padahal, Gadis itu sudah tidak berminat untuk datang kemari lagi. Namun, apalah daya, Gadis itu harus menyelesaikan semuanya saat ini juga.
Sebelumnya, Devia ingin langsung datang ke rumah laki-laki itu. Namun, Sepertinya itu sia-sia belaka. Karena memang, laki-laki itu tidak akan pernah ada di rumahnya. Untuk itulah, Gadis itu langsung ingin meluncur ke tempat laki-laki itu belajar. dan di sinilah, dirinya kini berada.
Devia tetap berdiri di luar pagar. Gadis itu tak memperdulikan tatapan dari siswa-siswi yang lalu lalang di hadapannya. dengan menatap dirinya, dengan Tatapan yang sangat aneh.
__ADS_1
Yang Devia perdulikan saat ini, adalah bertemu dengan laki-laki itu dan menyelesaikan semuanya. dirinya tidak ingin berlarut-larut berhadapan dengan laki-laki itu lagi.
" Rivaldo!" teriak Devia saat gadis itu, tak sengaja melihat laki-laki itu tengah berjalan menyusuri koridor sekolahan.
Membuat, Rivaldo seketika menyunggingkan senyuman tipis. laki-laki itu mengira, jika usahanya selama ini telah berbuah manis. Padahal, sama sekali tidak seperti itu.
" Devia kau sudah,--" Rivaldo segera menghampiri dan langsung berkata demikian. Namun, kata-katanya terhenti saat Gadis itu langsung menyerahkan kotak bekal yang ada di tangannya.
" ini, Tolong jangan pernah ganggu aku lagi." ucapnya dengan nada yang sangat dingin. dan dengan segera, Gadis itu melangkahkan kaki untuk menjauh dari Rivaldo.
Namun, langkahnya terhenti saat mendengar ucapan dari laki-laki itu." sampai kapan kau tidak ingin memaafkanku?" tanya laki-laki itu.
" mungkin selamanya!" ucapnya penuh dengan penekanan. tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.
Berpaling? mungkin saja iya. perasaan seseorang yang terlalu lama diabaikan, pasti lama-lama akan layu juga. Begitupun, dengan perasaan yang dirasa boleh Devia.
__ADS_1