Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Bertemu


__ADS_3

Devia segera masuk ke dalam ruang kelas 4A. di mana, gadis cantik itu akan menuntut ilmu selama berada di sekolah ini. di sekolah ini, ada tahapannya. mulai dari sekolah dasar, sampai dengan perguruan tinggi. sangat lengkap bukan, maka dari itu, sebagian wali murid, lebih senang menyekolahkan anaknya di sekolah Britney school ini.


Karena selain biayanya yang selangit, fasilitas di sekolah ini pun, juga sangat lengkap. mulai dari kotak besi berjalan, alias lift, supermarket mini, rumah sakit, dan juga fasilitas umum yang lainnya.


Hal itu tentu saja membuat para orang tua yang menyekolahkan anaknya di sana, merasa harga yang diberikan kepada mereka Sesuai dengan fasilitas.


Devia segera duduk di bangku yang memang sudah Dipilihkan oleh sang papa. Kemudian, dengan segera gadis berusia 9 tahun itu, segera mengeluarkan buku pelajaran yang nanti akan dibahas oleh guru saat Pelajaran dimulai.


Tiba-tiba saja, seorang siswa datang menghampiri gadis itu. dan memperkenalkan dirinya sebagai Michael Jonathan.


" halo, aku boleh duduk nggak?" tanya laki-laki itu Seraya tersenyum tipis ke arah Devia. Mendengar seseorang berbicara di hadapannya, seketika membuat Devia mendungak. dan setelah itu, menatap ke sekeliling dan ke belakang.


Memastikan, Memang dirinyalah Yang diajak bicara oleh anak laki-laki itu. menyadari hal itu, anak laki-laki yang bername tag Michael Jonathan itu, seketika terkekeh pelan.


" maaf, Kakak ngomong sama aku?" tanya gadis kecil itu dengan wajah kebingungan. Michael yang mendengarnya, malah tertawa dengan nada nyaring. hingga membuat beberapa siswa yang berada di dalam kelas, seketika menoleh dan memperhatikan tingkah laku laki-laki itu.


Devia yang melihat itu, seketika menjadi semakin kebingungan. dan dengan segera, gadis cantik itu beranjak dari duduknya. dan hendak pergi dari sana.


Namun dengan segera, Michael menarik tangan gadis itu." Kamu duduk aja di sini. aku tadi ketawa karena kamu terlihat lucu saat kebingungan seperti itu." ucap Michael masih dengan terkekeh pelan.


Devia yang mendengar itu, hanya tersenyum Canggung. dan dengan segera, Gadis itu kembali duduk di samping Michael.


" aku Michael Jonathan. kamu siapa?" tanya laki-laki itu Seraya mengulurkan tangannya pada Devia. Walaupun, laki-laki itu tahu siapa nama gadis yang ada di sampingnya itu Devia Maharani.

__ADS_1


Namun laki-laki yang memiliki lesung pipit itu, ingin mendengar sendiri gadis yang ada di hadapannya itu menyebutkan namanya.


" aku Devia Maharani. pindahan dari kota K," ucap Devia Seraya tersenyum simpul. dan akhirnya, mereka berdua berbincang-bincang dengan sangat akrab.


Michael tampak sangat terpesona dengan gadis yang bernama Devia Maharani itu. Apalagi, laki-laki itu sudah menginjak usia remaja. yaitu, berusia 14 tahun. tentu saja Michael sudah bisa merasakan yang namanya jatuh cinta atau yang biasa disebut Falling In Love terhadap lawan jenis.


Michael tampak sedikit terkejut saat melihat Devia berjalan seperti itu di sampingnya. Hal itu membuat Devia yang menyadarinya, merasa grogi. dan dengan segera, gadis cantik itu, berjalan seorang diri.


Michael yang menyadari tindakannya itu, segera berjalan dan menghampiri Devia." maaf, aku tidak bermaksud untuk menghinamu atau menyakiti perasaanmu." ucap Michael dengan wajah tak enaknya.


" nggak papa, aku memang seperti ini. kalau kamu berubah pikiran untuk berteman denganku, tidak masalah." ucap Devia dengan nada datar.


Mendengar penuturan dari gadis yang ada di sampingnya itu, tentu saja membuat Michael Jonathan, seketika menjadi gelagapan sendiri dibuatnya.


Setelah mengalami drama yang cukup panjang dan juga melelahkan, akhirnya Devia bersedia kembali menjadi teman dari laki-laki yang bernama lengkap Michael Jonathan itu.


Mereka berdua berjalan beriringan. Membuat semua mata, tertuju pada mereka berdua. tak terkecuali, teman-teman Michael. mereka semua segera menyuraki Michael dan juga Devia yang baru saja lewat.


Namun, itu tak berlangsung lama. karena mereka semua, langsung mendapatkan tatapan tajam dari laki-laki itu.


" sepertinya, kamu akan memiliki seorang saingan ini Melani" ucap salah satu siswa SMP kepada temannya yang bernama Melani itu.


Mendengar penuturan dari sahabatnya itu, seketika membuat gadis yang bernama Melani Anderson itu, seketika menoleh. tentu saja, Gadis itu merasa sangat geram. dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


Terlebih lagi saat Melani melihat keseluruhan dari gadis yang bersama dengan Michael itu. seketika itu pula, gadis cantik itu kedua sudut bibirnya segera terangkat. membentuk sebuah senyuman sinis. dan dengan segera, Melani berjalan menghampiri Michael dan juga Devia.


" Michael kenapa sekarang seleramu seperti ini?" tanya Melani Seraya menatap sinis ke arah Devia. hal itu tentu saja membuat Devia, seketika menundukkan kepala.


" jika bicaramu. dia hanyalah seorang anak SD. Dan Aku Pun, hanya menemani dia. jangan sampai, perkataan kotormu itu, meracuni pikiran polos gadis ini." sentak michael seraya melayangkan tatapan tajam ke arah gadis yang bernama Melani Anderson itu, segera mencebikkan bibirnya. karena mungkin, gadis itu merasa kesal karena ucapan dari Michael.


sementara Michael, laki-laki itu tidak memperdulikan perasaan gadis yang selalu memujanya itu. dirinya segera menarik tangan Devia untuk menjauh dari sana.


" Awas kau Gadis ingusan!" ucap Melani Seraya menetap kepergian Devia dengan tatapan membara.


***


Tak lama berselang, Devia dan juga Michael telah sampai di depan kantin sekolah itu. yang terlihat sangat ramai. Karena kantin itu merupakan gedung bertingkat sesuai dengan tingkatan sekolahnya.


Di mana gedung yang paling bawah, adalah kantin milik anak SD. Sementara nomor 2, milik anak SMP. dan begitupun, seterusnya. karena memang, pendiri Yayasan Britney school itu, ingin mengakrabkan semua muridnya. Dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.


Semua siswa seketika menatap ke arah Devia dengan tatapan berbeda-beda. termasuk juga salah seorang di antara mereka yang memilih duduk di meja paling ujung.


" dia beneran Devia?" tanya orang itu Seraya memicingkan mata. agar dapat memperjelas penglihatannya. seketika itu pula, wajah laki-laki itu segera berbinar. saat melihat seseorang yang sangat ia rindukan kini berada di hadapannya.


" Akhirnya Aku Menemukanmu. Sedetik pun, Aku tidak akan pernah Melepaskanmu lagi." ucap Rivaldo dengan wajah dinginnya.


Kemudian laki-laki memperhatikan interaksi yang ditunjukkan oleh Devia dan juga laki-laki itu. hal itu sedikit membuat Rivaldo merasa tidak nyaman.

__ADS_1


" siapa laki-laki itu?" tanya Rivaldo dalam hati. matanya masih terus menatap dan memperhatikan tingkah laku teman kecilnya itu dengan seksama.


__ADS_2