
Kini, Devia tengah duduk di depan sebuah ruangan yang baru saja dimasuki oleh Michael menggunakan brankar rumah sakit. Keadaan laki-laki itu sangatlah memprihatinkan. hingga membuat Devia sesekali merasa lemas hingga harus di papah oleh Rivaldo yang memang masih berada di sana.
" secinta itukah kamu sama dia Devia?" tanya Rivaldo dalam hati. tanpa sadar, laki-laki Tampan itu mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh membasahi wajah tampannya itu.
Sementara Devia, gadis cantik itu masih saja menangis sesenggukan di dalam pelukan Rivaldo. rasa sakit yang teramat sangat, membuat Gadis itu tidak menyadari Siapa orang yang tengah memberikan pelukan hangat itu.
Devia hanya tahu saat ini dirinya Tengah bersandar dengan nyaman. untuk meredakan segala rasa yang ada di dalam hatinya itu.
" huhuh, Maafkan aku Kak Rivaldo. aku tidak bermaksud untuk menyakitimu." ucapnya masih merutuki tindakan yang baru saja Ia lakukan itu.
Devia berfikir, kalau saja dirinya tidak meladeni Rivaldo untuk berbicara dan membuat Michael merasa cemburu, mungkin saja itu tidak akan pernah terjadi. Namun, sekeras apapun Devia menolak, semua sudah terjadi dan sudah pasti atas kehendaknya.
Tak berselang lama, terdengar suara langkah kaki yang dipercepat. Yang sepertinya, menghampiri ke arah Devia. dan dengan segera, gadis cantik itu menoleh dan mendapati kedua orang tua Michael Tengah berlari ke arahnya. dengan sigap, Devia Melarai pelukan itu dan langsung menghambur ke dalam pelukan seorang wanita paruh baya yang tengah berderai air mata itu.
" Tante, tolong maafkan Devia. Ini semua adalah salah Devia." ucapnya Seraya menundukkan kepala. dan dengan segera, Gadis itu luruh ke bawah berlutut di hadapan kedua orang tua kekasihnya itu.
" Devia jangan seperti ini!" tegur Ibu Michael Seraya mencoba untuk membangkitkan Gadis itu, kembali untuk berdiri.
__ADS_1
Devia yang mendengar itu, seketika bangkit dan langsung memeluk Ibu dari pacarnya itu dengan sangat erat." Maafkan aku bu hiks hiks hiks" Devia masih menangis sesenggukan.
" Sudahlah nak, ini mungkin sudah takdir yang harus dijalani oleh anak kami." tiba-tiba saja, suara berat menyambut indra pendengaran gadis itu. hingga membuat Devia, seketika menatap ke arah sumber suara. dan mendapati Ayah kekasihnya Tengah menatapnya dengan tatapan sendu.
" Maafkan Devia ya Tante. Om," ucapnya dengan masih terisak lirih.
Tak berapa lama, pintu ruangan itu terbuka dan menampakkan seorang dokter paruh baya berjalan menghampiri mereka semua yang tengah mematung di tempatnya.
" Bagaimana keadaan Kak Michael?" dengan segera Devia langsung menghampiri dokter itu. untuk menanyakan keadaan kekasihnya.
" Maaf, kami sudah berusaha sekuat tenaga. tapi sepertinya luka yang dialami pasien sangatlah serius. hingga membuatnya, tidak bisa tertolong."
Seusai perkataan dari dokter itu, seketika tubuh Devia ambruk di atas lantai. gadis cantik itu, seketika tak sadarkan diri. saat, mendengar, penuturan yang sangat memilukan itu.
Dengan sigap, Rivaldo segera membopong tubuh lemah Devia untuk menuju ke ruang rawat. laki-laki itu tidak pernah menyangka, cita rasa yang dimiliki oleh Gadis itu terhadap Michael sangatlah besar.
" sepertinya, sudah tidak ada lagi tempat untukku ya,?" tanya laki-laki itu menatap Devia dengan Tatapan yang sangat sendu. tubuhnya bergetar hebat karena menahan rasa sakit yang menyeruak di dalam hatinya.
__ADS_1
" aku memang pantas mendapatkan ini semua. laki-laki bodoh, yang dengan gampangnya, terhasut oleh orang lain." ucapnya penuh penyesalan.
Drrttt
Di saat laki-laki itu Tengah merenungi kondisi hatinya yang remuk redam, tiba-tiba saja ponselnya berdering. dan dengan segera, Rivaldo mengangkatnya.
" Halo, ada apa?"
"......"
" baik saya akan segera ke sana,"
Tut.
Setelah mengatakan hal itu, Rivaldo segera bangkit dari duduknya. dan keluar dari ruangan itu. Namun, sebelumnya, laki-laki itu telah berpesan kepada perawat yang menjaga kamar itu untuk menjaga Devia selama dia pergi.
Saat Rivaldo melintasi ruang ICU, dia melihat keluarga Michael telah membawa laki-laki itu untuk pulang. Rivaldo yang melihat itu, hanya dapat menghela nafas panjang.
__ADS_1
" semoga, kau akan kuat Devia." gumamnya Seraya melanjutkan langkah untuk menuju ke suatu tempat.