
Devia keluar dari dalam kantin dengan tangisan yang begitu memilukan. Sungguh, gadis cantik itu merasa sangat kecewa dengan laki-laki yang pernah menjadi sahabatnya itu.
" Kenapa, Kenapa kak Rivaldo bisa tega ini sama aku? apa salahku padanya? hiks hiks hiks. Jahat!" serunya Seraya berlari menuju ke arah kelasnya.
Rasa laparnya, seketika menguap begitu saja. Saat mendengar ucapan yang begitu menyakitkan. keluar dari mulut orang yang sangat ia percaya.
" Aku benci sama kamu Kak Rivaldo, Aku membencimu!" ucapnya dengan nada yang begitu menakutkan.
Sangat diuntungkan, tidak ada orang yang berada di dalam kelas. Sehingga, Devia tidak akan pernah menjadi pusat perhatian seperti sebelum-sebelumnya.
Setelahnya, gadis itu menjadi sosok yang sangat pendiam. Tak banyak bicara, bahkan, sekarang memilih tempat duduk yang berada di pojok kelas.
Tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di dalam kelas itu, memberikan reaksi yang berbeda-beda. ada yang bereaksi merasa kasihan, namun ada juga yang bereaksi acuh tak acuh.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat Rivaldo Tengah termenung di tempat duduknya. Entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki Tampan itu.
" Kau benar-benar sangat keterlaluan Rivaldo, Aku kecewa padamu." tiba-tiba, seseorang datang menghampirinya.
__ADS_1
membuat Rivaldo seketika menoleh menatap ke arah sumber suara. Laki-laki Tampan itu bergeming. Saat melihat Siapa yang ada di sampingnya.
" tidak usah ikut campur kamu Messi, ini urusanku dengan gadis itu." ucapnya penuh dengan penekanan.
Messi yang mendengar itu, seketika berdecih. Laki-laki berkulit sawo matang itu, merasa sangat muak dengan tingkah laku temannya itu.
" aku tidak peduli kamu melakukan apapun. karena itu memang bukan urusanku. tapi kali ini, Apa yang kamu lakukan itu sungguh sudah keterlaluan Rivaldo. Aku hanya ingin mengingatkanmu, Jangan pernah bermain-main dengan hati. Karena, jika hati seseorang sudah membencimu terlalu dalam, jangan pernah mengharapkan Maaf darinya." ujarnya Seraya beranjak dari duduknya. Kemudian, berlalu meninggalkan Rivaldo seorang diri.
"heh, itu tidak akan pernah terjadi." gumamnya dalam hati. Seraya menatap tajam ke arah depan.
Laki-laki Tampan itu, masih teringat ucapan yang dilontarkan oleh teman-teman dari sekolah lamanya itu.
Dan bagaimana caranya, laki-laki itu dapat termakan oleh ucapan dari teman lamanya itu. Hingga akhirnya, terjadi hal yang membuat Devia malu seumur hidup.
***
Tepat setelah bel pulang berbunyi, semua orang berhambur keluar dari gedung sekolah itu. Begitupun dengan Devia. gadis cantik itu pun, juga ikut keluar dari dalam bangunan sekolah.
Sepanjang perjalanan menuju parkiran, semua mata kini menatap Devia dengan Tatapan yang sangat sulit diartikan. Bahkan ada beberapa di antara mereka, yang menatap Devia dengan tetapan jijik, seperti menatap sebuah kotoran.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Devia semakin merasa hancur. Hatinya serasa diremas oleh seseorang di dalam sana.
" Ya Tuhan, Mengapa sesakit ini? hiks hiks hiks" ucapnya dengan isakan tangis di bibirnya. dan sepanjang perjalanan itu, Devia menundukkan kepala.
Sesaat di pikiran Devia dipenuhi rasa benci dan juga rasa penyesalan. Menyesal, Mengapa harus pindah ke sekolahan yang memberikan pengalaman buruk seperti ini.
" apa aku harus kembali ke kotaku?" tanya Gadis itu Seraya melangkahkan kakinya entah ke mana." tapi, nanti pasti bibi Velove dan juga Paman Agra, pasti akan merasa sedih jika aku meninggalkan tempat ini. Tapi, aku merasa tidak kuat Tuhan." ucapnya kembali mengeluh.
Lama Devia berjalan-jalan, hingga tak sengaja gadis itu menabrak sesuatu yang ada di hadapannya. hingga membuatnya mendongak menatap siapa yang ia tabrak.
" Kak Michael, Kenapa ada di sini?" tanya Gadis itu dengan segera mengusap air matanya. dan menatap laki-laki yang ada di hadapannya itu, dengan tetapan kebingungan.
" naik, aku antarkan pulang!" ucapnya dengan nada yang sangat datar. tentu saja hal itu membuat Devia yang mendengarnya, merasa sangat terkejut.
Namun demikian, gadis itu tetap menurut dan langsung naik di belakang Michael. setelahnya, motor itu segera melaju kencang meninggalkan sekolahan itu.
" pengecut kau Rivaldo!" ucap Michael dengan dada yang sangat bergemuruh. Laki-laki itu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena memang, Michael selalu memperoleh informasi dari seseorang tentang Devia.
Ya, Sampai saat ini pun, Michael masih berusaha untuk mendekati gadis itu. Walaupun, dengan cara yang berbeda.
__ADS_1