
Kini, Devia sedang menikmati makanannya ditemani oleh Michael. yang sedari tadi, menatap gadis yang ada di hadapannya itu dengan tatapan kagumnya. karena memang, di usia Michael yang kini menginjak 14 tahun, laki-laki itu sudah mengenal yang namanya falling in love alias jatuh cinta.
" hai kenapa ini, kenapa aku bisa berpikiran seperti ini?" tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri. dan dengan segera, dirinya menggelengkan kepala.
" Kak Michael, kok Kakak ada di sini? bukannya kantin Kakak ada di lantai 2 ya?" tanya seorang gadis yang berada tepat di belakang Michael dan juga Devia.
Gadis itu merasa sangat penasaran. terlebih lagi, Michael tidak pernah mau berkunjung ke kantin yang ada di lantai dasar ini. Karena selain bukan kantin wilayahnya, Michael juga sangat menjaga image sebagai salah satu siswa SMP yang memiliki karakter cool. Menjadikan semua siswa dan siswi sekolah dasar itu menjadi sangat heran.
" lagi pengen aja. Memangnya kenapa, nggak boleh?" tanya Michael dengan sorot mata tajamnya. hal itu tentu saja membuat Siswi itu seketika menundukkan kepala karena merasa ketakutan.
" maaf Kak nggak bermaksud." ucapnya dengan nada Lirih. Michael yang mendengarnya, mengabaikan ucapan Siswi itu.
Kemudian kembali lagi menatap ke arah Devia yang masih sibuk menikmati sosis goreng dan sosis bakar yang ada di dalam bekal makanannya.
" Kenapa Kakak mau?" tanya Devia Seraya menyodorkan kotak makanannya. karena dari tadi, gadis cantik itu memperhatikan Michael yang terus saja menatap ke arahnya.
Mendengar ucapan dari Devia, seketika itu pula membuat Michael menggelengkan kepala." enggak lah kan aku udah punya sendiri" ucapnya Seraya menunjuk ke arah piring yang ada di atas meja.
Devia yang memang memiliki tingkat kekepoan yang tinggi, seketika mengajukan beberapa pertanyaan pada Michael. Padahal, mereka baru saja memperkenalkan diri masing-masing. dan belum akrab sama sekali.
Namun Devia dengan polosnya bertanya seperti itu seakan-akan, mereka berdua sudah berkenalan cukup lama.
" kalau nggak mau, Kenapa tadi kok liatin aku seperti itu, ?Oh pasti kakak malu ya mau minta makanan?" itulah beberapa pertanyaan yang membuat Michael seketika menahan tawa Seraya menggelengkan kepala.
laki-laki Tampan itu merasa begitu gemas mendengar pertanyaan dari gadis imut yang ada di hadapannya. Ternyata, memang bukan hanya wajahnya saja yang imut. Melainkan, tingkah laku Devia pun juga sangat menggemaskan.
__ADS_1
" kok kakak malah ketawa? pasti Kakak malu ya minta makanan ini? Nih aku kasih" ucap Devia Seraya menyerahkan sepotong sosis bakar ke atas piring Michael.
" nggak Devia, aku udah makan. aku ketawa itu karena, tingkahmu yang sangat menggemaskan." ucapnya sembari mencubit lembut pipi Gembul Devia.
" Oh kirain Kakak mau. kalau mau nggak papa kok. kita bagi aja makanan ini." ucap Devia tersenyum simpul Seraya menunjuk ke arah kotak bekal makanannya.
Sekali lagi Michael menggelengkan kepalanya. dan akhirnya, Devia kembali menyantap makanannya. Seraya sesekali, Michael dan Devia terlihat bersenda gurau. Hal itu membuat sebagian siswi yang ada di sana, merasa begitu iri melihat kedekatan Devia dan juga Michael.
Terutama siswi kelas 6 yang memang sudah beranjak remaja. mereka menatap Devia dengan tatapan sinis. Karena memang gadis itu adalah yang paling beruntung bisa bercanda tawa dengan salah satu siswa terpopuler di sekolahan SMP itu.
Sementara sedari tadi, ada anak laki-laki kelas 4 SD, yang menatap ke arah Devia dan juga Michael dengan tatapan yang sulit diartikan.
Karena memang bocah laki-laki itu tidak mengetahui apa yang dirasakan dalam tubuhnya. yang ia tahu, dirinya merasa tidak suka dan tidak senang saat melihat sahabat baiknya bercanda tawa dengan laki-laki lain.
" Maaf boleh ikut Duduk?" tanya laki-laki itu Seraya menatap ke arah Devia yang bisa dari tadi sibuk menyantap makanannya.
Mendengar ucapan dari orang itu, seketika membuat Devia menghentikan aktivitasnya. Karena Gadis itu merasa familiar dengan suara orang yang ada di hadapannya.
Degh
Seketika itu pula, jantung Devia seakan ingin terhenti saat melihat orang yang ada di hadapannya adalah orang yang sangat ia rindukan. dan dengan segera, gadis cantik itu berdiri dari tempat duduknya. kemudian, segera berhambur memeluk laki-laki yang tak lain adalah Rivaldo.
" Kak Rivaldo, Devia Rindu. hiks hiks hiks" ucapnya disertai isak tangis. Kemudian, semakin menggerakan pelukannya terhadap sahabatnya itu.
Rivaldo yang melihat itu, seketika tersenyum tipis. dan dengan segera, laki-laki itu membalas pelukan sahabat kesayangannya itu dengan sangat erat.
__ADS_1
" Aku juga rindu." ujar Rivaldo berbisik di telinga gadis kecil itu. dengan segera, Gadis itu mendongak menetap ke arah laki-laki yang sangat ia rindukan itu.
" Kak Rivaldo sekolah di sini?" tanya Gadis itu dengan polosnya.
Seketika itu pula, Rivaldo yang mendengarnya terkekeh pelan Seraya menggelengkan kepalanya pelan." Ya jelas lah aku sekolah di sini. kalau nggak, ngapain Aku di sini?" tanya laki-laki itu Seraya mencubit pipi Gadis itu dengan gemasnya.
Devia yang mendengarnya, seketika hanya nyengir kuda. dan dengan segera, Gadis itu mengajak Rivaldo untuk gabung bersama dengan Michael dan juga dirinya.
Sementara Michael dan orang-orang yang ada di kantin, hanya dapat melongo melihat pemandangan itu.
" Kak Michael, kenalin ini sahabat aku dari kecil namanya Rivaldo." ucap Devia Seraya menunjuk ke arah Rivaldo.
Kemudian kedua laki-laki berbeda usia dan berbeda tingkat sekolah itu, hanya menganggukan kepala dan bersalaman.
" Rivaldo Abbas." ucap Rivaldo Seraya menjabat tangan laki-laki yang ada di hadapannya itu.
" Michael Jonathan." ucap Michael Seraya membalas uluran tangan Rivaldo. ada sedikit rasa tidak suka saat Michael bersalaman dengan Rivaldo.
Karena memang, dirinya sudah mulai tertarik pada gadis yang bernama Devia Maharani itu. Namun, Michael melihat Devia sangat bahagia saat gadis itu bertemu dengan sahabat kecilnya.
" Kak Rivaldo, Aku rindu tau nggak. Kenapa kok nggak pernah ngabarin lewat mama?" tanya Gadis itu Seraya memainkan tangan Rivaldo yang ia genggam.
" Maaf ya gembul, aku sibuk. selama di sekolah yang lama itu, aku selalu itu lomba-lomba yang diadakan di sekolahku dulu. jadi aku nggak sempet untuk memberikan kabar pada kamu." ucap Rivaldo Seraya mencubit kedua pipi Devia dengan sangat gemas.
Devia yang mendengar itu, seketika hanya mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal dengan sahabatnya itu. Namun, seketika gadis cantik itu kembali tersenyum. karena memang, saat ini dirinya sangat bahagia.
__ADS_1