Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Refresing Keluar Rumah


__ADS_3

Semenjak hari di mana Devia diantar oleh Michael, hubungan mereka menjadi semakin dekat. dan sepertinya, sudah memiliki lampu hijau dari kedua orang tua Devia.


" sayang, bagaimana kah hubunganmu dengan Michael?" tanya Sephia Seraya duduk di samping gadis itu.


Mendengar ucapan dari ibunya, membuat Devia seketika mendogak menatap sang ibu dengan ekspresi wajah terkejut." maksud ibu apa? Devia sama Kak Michael tidak ada apa-apa Bu, kami hanya berteman." jelasnya.


Sephia yang mendengar itu, hanya mengangguk-anggukkan kepala. Kemudian, menarik tangan Gadis itu. agar lekas berdiri.


" eh Bu mau ke mana?" tanya Devia saat sang Ibu menarik tangannya keluar dari kamar.


Sephia yang mendengar itu, segera menghentikan langkahnya. Kemudian, berbalik dan menatap Putri kesayangannya itu. dengan wajah yang sangat Teduh.


" kita akan pergi keluar sayang," ucapnya tersenyum kecil.


Tentu saja hal itu membuat Devia, menjadi sangat girang. Karena semenjak pulang dari kota sang bibi, Devia belum pernah sekalipun keluar rumah untuk refreshing. yang dilakukan hanyalah, rumah sekolah rumah sekolah.


Tak ada yang menarik memang dari kehidupan Devia. semenjak kejadian yang menimpa dirinya itu. Seolah, Gadis itu semakin menutup diri dengan kehidupan yang ada di luar sana. Karena, Devia tidak ingin mendapatkan hinaan dan cacian dari banyak orang.

__ADS_1


Cukup Rivaldo yang menjadi duri dalam daging di kehidupannya. dirinya tidak ingin, hal itu terulang kembali.


" kok malah bengong,?" tanya Sephia Seraya menyentuh pundak putrinya itu. Devia yang mendapatkan respon tiba-tiba itu, terkesiap untuk beberapa detik.


"eeuuum, enggak Bu. Devia nggak kenapa-napa. lebih baik, kita berangkat saja sekarang." ucap Gadis itu Seraya menarik tangan sang ibu.


Kemudian, pasangan ibu dan anak itu, melangkahkan kakinya. menuju keluar rumah. dengan senyuman, yang mengembang di bibir masing-masing.


" Wah, sepertinya dua Bidadari Bapak ini lagi senang banget ya," ucap Melvin. yang tiba-tiba, datang menghampiri istri dan anaknya.


" Devia sayang banget loh sama bapak, gimana kalau kita jalan-jalan." ucap Devia dengan nada yang sangat manja.


Tentu saja hal itu membuat pasangan suami istri itu seketika saling pandang. dan setelahnya, terkekeh pelan.


" Wah Putri bapak sepertinya sudah bisa mulai menggombal ini, minta apa hmm?" tanya laki-laki paruh baya itu Seraya mengusap kepala putrinya dengan sayang.


Devia yang mendengar itu, langsung memeluk tubuh Sang Ayah dengan pelukan yang sangat erat." kan katanya mau jalan-jalan, gimana sih." gerutu Devia dengan wajah yang sangat cemberut.

__ADS_1


Seketika itu pula, tawa dua orang manusia paruh baya itu seketika pecah. saat mendengar ucapan dari Putri mereka itu." iya iya sayang, sekarang kita siap-siap. karena sebentar lagi, bapak akan memberikan kamu sebuah kejutan." ucap Melvin dengan tersenyum kecil.


tentu saja, ucapan dari sang ayah itu, membuat Devia tak dapat membendung kebahagiaannya. Gadis itu, sampai melompat-lompat kecil sangking senangnya.


" hore makasih ya pak," ucap Devia Seraya berlari untuk menuju ke kamarnya. guna mengganti pakaian miliknya.


Namun, tepat beberapa langkah Devia Mengayunkan kakinya, Gadis itu menghentikan langkahnya. dan dengan segera berbalik arah. dan kemudian,...


Cup,.. Cup,..


Dua kecupan, mendarat mulus di pipi kedua orang tuanya. Hal itu membuat Sephia dan juga Melvin yang melihatnya, kompak menggelengkan kepala. Karena melihat tingkah laku Putri mereka yang begitu menggemaskan.


" Lihatlah Pak anak kita. sangat menggemaskan bukan," gumam Sephia Seraya melirik ke arah sang suami dan juga tampak meliriknya.


" Ibu benar. maka dari itu, Bapak tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti anak kita. Karena Devia adalah sumber kebahagiaan bagi kita." ucapnya dengan ekspresi wajah yang berubah.


Sephia yang mengetahui perubahan wajah suaminya itu, segera mengusap pundak laki-laki itu. Karena, wanita paruh baya itu tahu, jika suaminya Tengah sekuat tenaga untuk menahan amarah.

__ADS_1


__ADS_2