
Beberapa hari setelah Devia dan Michael resmi berpacaran, mereka berdua semakin romantis saja. Bahkan, Michael tak segan-segan untuk datang ke rumah Devia untuk menemui gadis itu. Karena memang, kedua orang tua Devia sudah mengetahui semuanya dan memberikan lampu hijau. Terlebih, Gadis itu sudah genap berusia 17 tahun. Usia yang dianggap sudah dapat menjaga dirinya sendiri.
" Devia sayang, ini ada Michael!" teriak sang Ibu dari luar kamar gadis itu.
Mendengar ucapan dari ibunya, membuat Gadis itu seketika beranjak dari tempat tidur. dan dengan segera, keluar dari dalam kamar.
" halo sayang, ikut kakak yuk." ucap Devia Seraya merebut bocah laki-laki yang berusia 2 bulan itu dari gendongan sang ibu.
" hati-hati lo megangnya, adikmu itu masih kecil." ucap Sephia memperingati Sang Putri. Walaupun Devia sudah Mahir dalam menggendong adiknya itu, tetap saja wanita paruh baya itu merasa was-was jika meninggalkan bayinya pada sang kakak.
" Halo sweety," ucap Michael saat sang kekasih duduk di sebelahnya. Sementara Devia yang mendengarnya, hanya tersenyum kecil.
" ini apa?" tanya gadis itu. saat kekasihnya, menyerahkan sebuah kota kecil berbentuk hati itu.
" buka aja, pasti kamu suka." ucapnya tersenyum tipis. Kemudian, menggendong adik kekasihnya itu. agar Devia, leluasa untuk membuka kotak hadiah darinya.
" Wow amazing!" pekiknya saat melihat benda apa yang diberikan oleh kekasihnya itu. Kemudian, menatap ke arah laki-laki yang tengah bercanda dengan seorang bayi itu.
" Iya itu buat kamu," Michael menjawab pertanyaan yang tersirat dari tatapan kekasihnya itu.
" tapi ini mahal Kak, aku nggak bisa terima." ucapnya Seraya meletakkan kembali benda itu ke dalam kotaknya.
Michael yang mendengar itu, seketika memasang wajah murung." kamu belum bisa melupakannya ya?" tanya laki-laki itu dengan nada menyindir. Padahal, sama sekali Michael tidak ada niatan untuk melakukan hal itu.
Laki-laki tampan yang memiliki lesung pipit itu, sama sekali tidak menyangka jika pertanyaan yang ia lontarkan secara spontan itu, membuat hati kekasihnya sedikit terluka. terbukti dengan raut wajah Gadis itu yang seketika berubah.
" maaf, aku tidak bermaksud mengatakan hal itu. Tapi, aku benar-benar mohon sama kamu jangan pernah tolak pemberian aku hanya untuk mengenang sebuah masa lalu." ucapnya Seraya mengusap kepala kekasihnya itu.
__ADS_1
Devia yang mendengar itu, menggelengkan kepala." Kak Michael salah, Aku tidak pernah memikirkan sebuah masa lalu. Karena bagiku, masa lalu adalah masa lalu tidak bisa menjadi masa depan." ucapnya dengan yakin disertai senyuman tipis.
Tentu saja, itu membuat Michael yang mendengarnya, seketika tersenyum simpul. laki-laki Tampan itu, akhirnya dapat bernafas dengan lega.
" lalu, kenapa kamu tidak mau menerimanya?" tanya laki-laki itu penasaran.
" Aku tidak ingin mendahului takdir Tuhan." ucapnya tersenyum kecil. membuat Michael yang mendengarnya, mengangguk-nganggukkan kepala. karena merasa mengerti. dengan apa, yang dimaksud oleh kekasihnya itu.
" Baiklah kalau begitu, aku akan menyimpannya ini. dan 5 tahun lagi, aku akan datang dengan membawa cincin ini beserta dengan keluargaku." ucapnya Seraya menyerahkan adik kecil kekasihnya itu.
Kemudian, beranjak dari duduknya. Tentu saja, itu membuat Devia sedikit terkejut. karena Michael, Baru saja sampai. tapi sekarang, sudah ingin pergi kembali.
" Kak Michael mau ke mana?" tanya Gadis itu Seraya meraih tangan kekasihnya. Hal itu membuat Michael seketika menoleh ke arah gadis kesayangannya itu.
" mau pulang. nanti malam, Aku akan kembali ke sini. kita akan makan malam. candle light dinner." bisik Michael tepat di telinga gadis itu.
" jangan lupa dandan yang cantik." Michael segera melangkahkan kakinya, setelah mengatakan hal itu.
***
Malam yang ditunggu pun tiba, Devia keluar dari dalam kamar dengan dandanan yang sangat cantik. hingga membuat kedua orang tuanya, merasa takjub dengan penampilan Putri kesayangannya itu.
" Cie, yang mau kendle light dinner." ucap Melvin menggoda Putri pertamanya itu.
" Bapak Apaan sih," ucapnya dengan pipi merah padam bak kepiting rebus. tentu saja, hal itu membuat kedua orang tuanya seketika tertawa.
Tak berselang lama, terdengar sebuah deru mesin mobil yang menghampiri rumahnya dan berhenti tepat di depan sana.
__ADS_1
" sudah siap?" tanya Michael Seraya membukakan pintu untuk gadis kesayangannya itu.
Devia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, masuk ke dalam mobil. dengan segera, Michael melajukan kendaraan roda empat itu.
Sepanjang perjalanan, Michael tak henti-hentinya melirik ke arah sang kekasih dari kaca mobil yang ada di tengah mereka itu. laki-laki itu, merasa sangat Terpukau dengan penampilan kekasih hatinya yang sangat mempesona malam hari ini.
Devia sebenarnya mengetahui tingkah laku dari kekasihnya itu. Namun, Gadis itu memilih untuk terdiam. dan di dalam kediaman gadis itu, terselip Rasa Bahagia yang tiada tara. karena akhirnya, dapat menemukan laki-laki yang tulus mencintainya.
Padahal, dulunya Devia berharap orang lain yang akan mencintainya dengan tulus. Namun, seketika semua itu berubah saat mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari laki-laki itu.
****
tak lama berselang, mobil yang ditumpangi oleh Devia dan juga Michael, sampai di sebuah Cafe ternama. dan dengan segera, Gadis itu keluar dari dalam mobil saat Michael membukakan pintu untuknya.
Gadis cantik itu tersenyum tipis. Dan menerima uluran tangan dari kekasihnya itu. mereka berdua, berjalan untuk masuk ke dalam Cafe itu.
Tanpa disadari oleh mereka berdua, ada sebuah Hati Yang Terluka. yang tengah duduk bersama teman-temannya itu.
" itu bukannya Devia?" tanya Messi Soraya menatap ke arah dua orang muda-mudi yang tengah berjalan dengan saling berpegangan tangan itu. Kemudian, beralih menatap ke arah Rivaldo yang juga tengah menatap pasangan itu.
" sabar, Mungkin dia memang bukan jodohmu. lain kali, tolong jaga sikapmu." ucap Messi Seraya beranjak dari duduknya.
Sementara Rivaldo, sama sekali tidak menjawab. pandangan laki-laki Tampan itu, masih tertuju pada dua pasangan yang tengah berbahagia di depan sana. Sejenak, amarahnya menguasai hati dan diri laki-laki itu. Namun, kemudian Rivaldo tersadar akan sebuah hal dan kenyataan.
Jika semua ini adalah buah yang ia petik dari perbuatannya di masa lalu. Seketika itu pula, penyesalan di dalam diri laki-laki itu. Andai dulu dia tidak melakukan hal konyol itu, mungkin saat ini Devia masih berada di sampingnya. Memang, penyesalan itu selalu datang di akhir cerita. jika di awal, namanya adalah pendaftaran hehehe.
" sudah jangan dilihat lagi. Nanti kamu malah terluka." ucap Messi Seraya menepuk bahu laki-laki itu.
__ADS_1