Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Devia Mulai Kebingungan


__ADS_3

tak terasa, Bel istirahat pun telah usai. dan seperti biasa, Yeslin yang biasanya cerewet, kini mendetail menjadi sosok gadis yang pendiam. gadis itu hanya sekedar menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Devia.


Sangat kontras dengan yang ia lakukan hari-hari sebelumnya. karena di hari-hari sebelumnya, Yeslin tampak sangat biasa saja dan juga ceria. Namun, Mengapa semua menjadi seperti ini dan dengan waktu yang sesingkat ini?


Hal itu tentu saja membuat Devia menjadi mulai kebingungan dengan tingkah sahabatnya itu." Apa yang sebenarnya terjadi?" Devia bertanya-tanya dalam hati.


Sementara Yeslin, Gadis itu masih setia untuk membiarkan dan mendiamkan sahabatnya tanpa mau bertegur sapa seperti biasanya. Seakan kesalahan yang dilakukan oleh Devia, sangatlah fatal sehingga membuatnya menjadi enggan untuk bertegur sapa atau berbincang-bincang dengan gadis itu.


" Yeslin Kamu sebenarnya Kenapa sih? Kenapa kamu menghindar terus sama aku? Emangnya aku salah apa?" akhirnya karena merasa tidak tahan, Devia memberanikan diri untuk bertanya pada gadis yang telah menjadi sahabatnya itu.


Seketika itu pula, Yeslin yang mendengarnya menoleh ke arah Devia dengan Tatapan yang berbeda. hal itu tentu saja membuat gadis itu, seketika terlunjak kaget. dan dengan segera, menggeserkan tubuhnya sedikit menjauh dari Yeslin.


Karena memang tatapan Yeslin, sangatlah aneh dan juga mengandung beberapa pertanyaan. sehingga membuat Devia, seperti tak mengenali sahabatnya sendiri.


Tanpa banyak bicara dan menjawab pertanyaan Devia, Yeslin segera beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan Devia yang masih tertegun di tempatnya seorang diri.


" Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Yasin bersikap seperti itu? ah apa mungkin Gadis itu ada masalah dengan orang tuanya atau dengan keluarganya." ucapnya dengan menarik kesimpulan seorang diri. dan akhirnya, Gadis itu melanjutkan makannya.


tak berselang lama, seseorang seketika duduk di samping gadis itu. dengan cepat, Devia menoleh dan sedikit merasa terkejut. dengan sosok yang sedang duduk di sampingnya itu.


" Kak Michael, ada apa Kenapa ke sini?" tanya gadis itu Seraya menatap ke arah Michael yang tengah tersenyum tipis ke arahnya.


" aku hanya rindu padamu." ucapnya Seraya tersenyum tipis. dan pandangannya, tak lepas dari gadis cantik yang ada di hadapannya itu.


Seakan-akan, wajah cantik Devia begitu mempesona hingga membuat Michael tidak pernah berpaling dari siapapun. bahkan dengan Melani Anderson sekalipun.

__ADS_1


Gadis cantik yang menjadi Primadona di sekolah dan juga di kampus saat ini. Sungguh, Michael tak dapat tertarik pada gadis itu. yang anehnya, malah sekarang laki-laki itu tertarik pada seorang gadis cantik namun tidak sempurna seperti Devia.


Memang anggapan pepatah yang mengatakan bahwa Cinta itu buta, sepertinya memang benar adanya. karena Sedari Dulu, Michael selalu menjadi incaran para kaum hawa. termasuk juga Melani Anderson. Seorang anak konglomerat yang menjadi pendonor dana terbesar di Yayasan Britney school itu.


Namun apalah daya, laki-laki itu tetap dengan pendiriannya. tak pernah tertarik dengan seorang gadis manapun kecuali Devia. karena Michael, sudah merasakan jatuh cinta saat gadis itu bahkan masih tergolong menjadi anak kecil.


" ih ditanya kok malah ngelamun,?!" tanya Devia Seraya Melambaikan tangan tepat di depan wajah laki-laki itu.


Hal itu tentu saja membuat Michael yang menyadari itu, seketika gelagapan dibuatnya." eh maaf, gara-gara kamu aku menjadi melamun seperti ini" ucapnya Seraya tersenyum tipis.


" dasar gombal." ucapnya Seraya mencubit pinggang Michael. hingga membuat laki-laki itu berkali-kali menghindar. dan berlari mengitari meja kantin tempat mereka duduk itu.


" dasar Kak Michael, sini nggak!" teriaknya Seraya sesekali mengejar laki-laki itu. dengan langkah sedikit menyeret. karena memang, kakinya tidak normal.


Dengan tetap menyeret kaki sebelah kirinya, Devia berusaha menggapai laki-laki itu. yang masih dengan tertawa terkekeh-kekeh pelan.


Karena Michael merasa kasihan, akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk duduk di tempatnya semula. begitupun dengan Devia. Gadis itu juga ikut Duduk di samping Michael.


" Kak Michael Nyebelin tau nggak." ucapnya Seraya mengerucutkan bibirnya. sementara Michael yang merasa gemas, segera Menoel bibir menggemaskan itu.


" tapi memang benar Devia, aku merasa jatuh cinta padamu." ucapnya dengan ekspresi wajah serius. hal itu tentu saja membuat gadis itu, seketika terperanjat kaget.


Namun juga Devia merasa sangat kebingungan. bukannya Gadis itu tidak mengerti apa maksud dari perkataan Michael. tapi dirinya merasa sangat kebingungan.


karena sejatinya, perasaan dan hatinya sudah Bertuan. dan orang itu bukanlah Michael. Memainkan, Rivaldo sahabat kecilnya sendiri.

__ADS_1


" Maaf aku nggak bisa, lagi pula, perbedaan umur kita juga terlalu jauh." ucap Devia menundukkan kepala.


Michael yang mendengar itu, hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. laki-laki itu mencoba untuk bersabar dalam mendapatkan apa yang ia mau. Karena Michael memiliki sifat ambisius yang cukup tinggi dan juga keras kepala.


Sehingga apa yang menjadi kehendaknya, harus segera terwujud. Namun kali ini laki-laki itu tidak ingin gegabah dalam mendapatkan semua keinginannya.


Dirinya akan mencoba memasuki hati Devia secara pelan-pelan. dan menggeser nama seseorang yang telah menempati hatinya itu secara perlahan. Hingga akhirnya, dirinya yang akan menempati ruang hati Devia sepenuhnya.


" Aku tidak akan pernah memaksamu, karena aku benar-benar menyayangimu." gumamnya pelan Seraya mengusap kepala Devia dengan sedikit lembut.


Devia yang mendengar itu, seketika mendunga menatap ke arah Michael. dengan Tatapan yang sulit diartikan.


Tanpa mereka berdua sadari, ada banyak sekali pasang mata yang menatap mereka dengan Tatapan yang berbeda-beda. orang-orang itu adalah, Rivaldo, Melani dan juga Celine, dan yang terakhir adalah Yeslin.


Jika Rivaldo menetap penuh dengan rasa cemburu, berbeda dengan Celine dan juga Melani. karena kedua wanita itu, menatap dengan penuh dengan kebencian. Sementara Yeslin, gadis yang merupakan sahabat dari Devia itu, menatap Devia dengan tatapan sinis.


" beraninya mereka ketemuan di belakangku, awas aja kau gembul." gumam Rivaldo dalam hati dengan masih menatap tajam ke arah kedua anak manusia itu yang masih asik untuk bercanda.


" sepertinya, kita bisa menghancurkan gadis itu dengan cara kedua laki-laki itu menjadi perantara." ucap Melani berbisik pada Celine.


" ah Maksudnya bagaimana?" tanya Celine yang tidak mengerti. dan dengan segera, Melani membisikan Apa rencana yang akan mereka lakukan.


Seketika itu pula, Celine segera tersenyum sinis dengan tatapan tajam menatap ke arah Devia." bagus, aku setuju." ucapnya Seraya melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu.


Sementara itu, Yeslin juga mengatakan hal lain dalam hatinya." dasar player" gumamnya dalam hati Seraya pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2