Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Kedatangan Kawan Lama


__ADS_3

Hari ini, Tepat satu minggu Devia resmi menjadi anak SMA. Hari-harinya, begitu sangat bahagia. apalagi gadis itu, dijaga betul oleh Rivaldo sang sahabat setia. hal itu tentu saja membuatnya, semakin melambung tinggi karena perhatian-perhatian kecil yang ditunjukkan oleh Rivaldo padanya.


Seperti biasa, pagi ini, Devia berangkat ke sekolah bersama dengan Rivaldo. sebetulnya gadis itu sedikit merasa Jengah dan jenuh karena setiap hari aktivitasnya hanya diantar dan dijemput oleh sahabat yaitu.


Gadis itu ingin sekali seperti teman-temannya yang lain yang bisa membawa mobil dengan sangat lancar. Namun, apalah daya. karena gadis itu memiliki suatu kekurangan. dan lagi Pun, Rivaldo dan semua keluarga Devia menolak usulan gadis itu.


" Kak, aku boleh ya bawa mobil sendiri. please," ucapnya Seraya mengatupkan kedua tangannya di depan dada. tak lupa pula, dengan ekspresi wajah yang begitu memelas.


" sekali nggak boleh tetap nggak boleh. kamu jangan aneh-aneh deh Devia, nanti kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana?" tanya laki-laki itu Seraya menatap tajam ke arah gadis yang ada di hadapannya itu.


Seketika itu pula, wajah Devia berubah menjadi masam. Dengan, menundukkan kepala karena merasa jengkel dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu.


" nggak usah sedih gitu, aku ngelakuin ini karena sangat sayang padamu." ucap Rivaldo Seraya merangkul gadis itu. dan dengan segera menariknya untuk naik ke atas motor kesayangannya.


" nye nye nye nye nye." Devia terlihat sangat kesal. hingga gadis itu, tak sengaja mengejek sahabatnya itu. Padahal, dari dulu sampai saat ini, Devia Belum berani untuk mengejek laki-laki yang ada di ada banyak itu.


"buahahaha!" seketika itu pula, tanpa disengaja dan direkayasa, tawa Rivaldo yang sedari tadi ditahan, akhirnya pecah juga. karena baru pertama kali ini, laki-laki Tampan itu melihat ekspresi wajah sahabatnya yang begitu kocak.


Apalagi di hadapannya langsung. Sementara Devia yang melihat itu, semakin merasa kesal terhadap sahabatnya itu." Ih dasar nyebelin!" ucapnya Seraya memukul-mukul pundak laki-laki itu.


" nah terus gembul, kebetulan pundak sama badan aku, baru aja ngerasain pegel-pegel." ucap Rivaldo dengan masih terkekeh pelan.


Seketika itu pula, Devia yang mendengar itu, segera membulatkan matanya karena merasa telah dipermainkan oleh laki-laki itu.


" enak aja, aku bukan tukang pijit ya Enak aja!" serunya Seraya memukul pundak dan lengan laki-laki itu dengan lebih kasar dan brutal.

__ADS_1


Tentu saja hal itu tidak membuat Rivaldo merasa kesakitan. karena laki-laki itu, memiliki tubuh lebih kekar dan besar. sehingga, tidak akan pernah terasa jika dipukul oleh Devia.


" sudah kan marah-marahnya, Sekarang kita berangkat. Nanti kita malah telat lagi," ucap laki-laki itu Seraya menarik kedua tangan Devia.


Hingga membuat gadis itu, otomatis langsung meluk tubuh kekar Rivaldo. membuat laki-laki itu, seketika menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman manis.


" kamu memang menggemaskan. tunggu pertengahan semester nanti. kamu akan menjadi milikku seutuhnya." ucap laki-laki itu dalam hati. Seraya matanya melirik ke arah Devia yang masih asik menetap ke sekelilingnya.


Dengan segera, Rivaldo melajukan kendaraan yang meninggalkan kediaman rumah mewahnya untuk menuju ke sekolahan tempat mereka belajar dan berbagi pengalaman.


Di sepanjang perjalanan, Devia dan Rivaldo sesekali mengobrol membicarakan setiap hal yang pernah mereka lalui bersama.


Tak lama berselang, Rivaldo dan Devia, akhirnya sampai juga di halaman sekolah mewah itu. mereka berdua segera turun dari motor. dan dengan segera, Rivaldo menggandeng dan merangkul gadis yang ada di sampingnya itu.


Seakan memberi pengumuman secara tidak langsung bahwa Devia adalah miliknya saat ini dan selamanya. Sementara, para gadis yang menetap ke arah mereka, menjadi semakin frustasi dan membenci sosok yang bernama Devia Maharani itu.


Namun demikian, Rivaldo sama sekali tidak menggubris orang-orang yang menurutnya tidak penting itu. dengan sengaja, laki-laki itu malah merangkul pundak Devia Seraya membawanya berjalan menyusuri koridor sekolahan.


Seolah-olah ingin menunjukkan pada mereka para pembenci. agar tidak mengganggu wanita atau gadis yang ada di sampingnya itu. karena Devia merupakan gadis kesayangannya.


" Rivaldo!!" seseorang meneriakinya dari arah belakang. dan dengan segera, laki-laki itu menolehkan kepalanya untuk mencari siapa si pemilik suara itu.


" kamu sekolah di sini juga?" tanya seorang gadis yang memiliki tinggi hampir setara dengan Rivaldo itu. tak lama berselang, muncul dua orang laki-laki juga menghampiri Rivaldo.


" kalian, kalian sekolah di sini juga?" tanya Rivaldo dengan menatap Ketiga orang itu secara bergantian.

__ADS_1


" hihihi ya kita sekolah di sini." ucap salah satu diantara mereka. sementara seorang gadis yang tadi menatap ke arah Devia, mulai mempertanyakan gadis itu.


" dia siapa?" tanya gadis yang bernama Reina itu Soraya menunjuk ke arah Devia dengan tetapan tidak suka.


" dia sahabatku. yang pernah aku ceritakan dulu pada kalian." ucap Rivaldo Seraya merangkul ke arah pundak gadis itu.


Seketika itu pula, tatapan dari Reina mendadak menatap tajam ke arah Devia. hingga membuat gadis itu, akhirnya menundukkan kepala.


Sementara Rivaldo yang melihat itu, malah melayangkan tatapan tajam pada Reina Seraya berkata dengan nada tegas." Jangan pernah kalian macam-macam dengan gadis ini. atau kamu yang akan berurusan denganku." ucap Rivaldo Seraya menarik tangan Gadis itu untuk menjauh.


*****


" mereka siapa?" tanya Devia saat mereka sudah sedikit menjauh dari anak-anak itu.


" Oh dia sahabatku dari sekolah yang dulu. Memangnya kenapa?" tanya Rivaldo Soraya menaik turunkan alisnya.


Seakan telah menggoda gadis menggemaskan di sampingnya itu. Devia yang melihat itu, seketika menggelengkan kepala." tidak apa-apa lupakan saja" ucapnya dengan nadas yang sangat kaktus.


Rivaldo yang melihat itu, hanya dapat terkekeh pelan. Setelahnya, laki-laki itu mengantarkan Devia untuk masuk ke dalam kelasnya.


****


Setelah menghantarkan Devia ke kelasnya, Rivaldo berencana untuk segera masuk ke dalam kelas. Namun, di tengah jalan laki-laki itu dihadang oleh beberapa orang yang tak lain adalah teman lama laki-laki itu.


" Rivaldo duduk sini dulu, kita ngobrol-ngobrol. udah lama kan kita nggak ketemu?" tanya salah satu diantara mereka.

__ADS_1


Rivaldo yang mendengar itu, sejujurnya ingin sekali menolak. Namun, laki-laki itu masih memiliki sifat belas kasihan. Apalagi, Mereka adalah teman baik. sewaktu bersekolah di tempat yang lama.


Akhirnya, Rivaldo memutuskan untuk bergabung bersama dengan Reina dan teman-temannya.


__ADS_2