Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Semakin Rumit


__ADS_3

Tangan Devia terangkat hendak melayangkan tamparan keras ke wajah laki-laki itu. Namun, dengan sikap laki-laki yang baru saja mel-ece-hkannya itu, malah menangkap dan memutarnya hingga ke belakang.


Tentu saja hal itu membuat Devia, meringis kesakitan." au lepasin Kak!" teriak Devia Seraya sedikit meronta-ronta.


Namun, bukannya melepaskan, laki-laki itu malah semakin kuat menekan tangan dari Devia hingga membuat Gadis itu semakin keras untuk menjerit. dan tiba-tiba,...


Grep,..


Lagi Dan Lagi, laki-laki itu memeluk tubuh mungil Devia dari belakang. hingga membuat gadis itu, sejenak terdiam. karena perlakuan dari laki-laki be-jat itu.


" apa yang kalian lakukan?!" tiba-tiba saja, terdengar suara Bariton dari arah belakang. tentu saja hal itu membuat Devia seketika menoleh ke arah sumber suara. dan mendapati Rivaldo berdiri di sana dengan rahang yang mengetat dan juga wajah yang sangat dingin.


Seketika itu pula, Devia bersusah payah untuk menelan salivanya. Karena melihat raut wajah mengerikan dari laki-laki yang tak lain adalah sahabatnya itu.


"ka-kak Rivaldo?!" ucap Gadis itu dengan raut wajah ketakutan dan juga nada yang sangat gemetar hebat.


Rivaldo yang mendengar itu, seketika melayangkan tatapan tajam ke arah gadis itu. hingga membuat Devia seketika menundukkan kepala karena merasa ketakutan.


Tanpa babibu, Rivaldo segera menarik tangan gadis itu dengan sedikit kasar. Kemudian, membawanya menjauh dari laki-laki yang entah siapa namanya. Karena memang Rivaldo tidak mengetahui.


***


" duduk!" titah Rivaldo pada gede itu. dengan patuhnya, Devia menurut dan langsung duduk di bangku kosong yang berada di dalam kelas itu.


" jujur, Apa kamu sudah memiliki pacar?!" tanya laki-laki itu Seraya menatap tajam namun juga lekat ke arah Devia.


Mendengar pertanyaan dari Rivaldo, tentu saja membuat Devia menggelengkan kepala." Tidak Kak aku tidak kenal sama dia." ucap Devia dengan raut wajah yang sangat serius.


Rivaldo yang mendengar itu, segera menghela nafas panjang. Kemudian, laki-laki Tampan itu duduk di sebelah gadis cantik itu.


" jujur, aku sudah mulai tidak mempercayaimu lagi." ucapnya dengan nada yang sangat datar. sontak saja hal itu membuat Devia, seketika menoleh dan menatap bingung ke arah Rivaldo.

__ADS_1


" maksud kakak apa?!" tanya gadis itu Seraya melayangkan tatapan yang sulit diartikan. Rivaldo tidak menjawab pertanyaan dari Devia. Melainkan, laki-laki itu langsung meletakkan ponselnya di atas meja.


Devia yang mengerti itu, segera mengambil dan membukanya. seketika itu pula, matanya membuat sempurna dengan mulut yang terbuka lebar.


" bisa kamu jelaskan, apa maksud dari semua ini?" tanya laki-laki itu Seraya menunjuk ke arah ponselnya.


" aku, aku,..." belum sempat Gadis itu menjawab, terdengar suara tak ada seorang dari arah belakang.


" dia itu sudah berpacaran dengan Michael, Rivaldo," Ucap Gadis itu yang tak lain adalah Reina. Gadis yang memiliki tubuh sedikit kecoklatan itu, berjalan mendekati pagi dan juga Devia yang masih tertegun di tempatnya.


Rivaldo yang mendengar itu, seketika menatap tajam ke arah Devia. Namun, dengan segera menggelengkan kepala. sebagai tanda, jika yang diucapkan oleh Reina tidak benar.


" maksud kakak itu apa? aku sama Kak Michael tidak ada apa-apa" ucap Devia Seraya menatap ra Reina.


" Bohong banget, kalau nggak ada apa-apa, ngapain pakai pegangan tangan di taman segala." ucap Reina Seraya menunjukkan ke arah ponsel yang dia bawa.


Seketika itu pula, Devia segera membulatkan matanya karena mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Lantas, Gadis itu menggelengkan kepala beberapa kali. sebagai pertanda jika hal itu memang tidak benar adanya.


Brak


"cukup!!" ucap Rivaldo dengan suara yang sangat menggelegar. hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, seketika mematung. Karena memang, Rivaldo tidak pernah mengatakan hal hingga sampai meninggikan suaranya seperti itu.


Rivaldo segera melayangkan tatapan tajamnya ke arah Devia sang Sahabat Kecil. yang selama ini, dia percaya dan dia bangga-banggakan itu.


" Aku kecewa sama kamu," ucapnya Seraya terlalu dari sana. sementara Devia yang mendengar itu, untuk beberapa saat mematung karena merasa heran dan juga syok yang ia terima.


" Kak Rivaldo tunggu!" ucap Devian Sera yang berlari untuk mengejar Rivaldo yang memang berjalan dengan sangat cepat.


Sementara Reina dan kedua temannya yang melihat itu semua, hanya tertawa terbahak-bahak." hahaha, kita tunggu saja. setelah ini, apa yang akan terjadi pada hubungan mereka." ucap Reina Seraya menatap tajam ke arah punggung Devia yang menghilang di balik tembok.


***

__ADS_1


Sementara itu, Devia masih berusaha untuk mengejar Rivaldo yang memang tidak bisa ia jangkau. karena memang, langkah lebar yang laki-laki itu gunakan.


Bruk,...


"awwh, "tiba-tiba saja, Devia terjatuh hingga membuat tangannya terkilir. Gadis itu pun meringis kesakitan. namun sayangnya, Rivaldo tidak menghentikan langkahnya.


Terlihat, laki-laki itu malah mempercepatkan langkahnya. Seakan tidak pernah memperdulikan Devia yang tengah meringis kesakitan.


" Ya ampun Devia, kamu kenapa?" tiba-tiba saja terlihat seseorang berlari menghampiri gadis itu. siapa lagi jika bukan Michael. Laki-laki yang memiliki rambut ikal itu, segera menggendong dan membawanya ke ruangan UKS.


****


" tunggu di sini ya, aku ambilkan kotak P3K dulu." ucap Michael dengan ekspresi wajah yang sangat khawatir. Devia yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala.


Tak lama berselang, Michael melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah Devia yang masih terbaring lemas di atas tempat tidur UKS.


" sini biar aku obatin," ucap Michael Seraya menarik pergelangan kaki Devia yang terluka itu.


Devia yang mendengar itu, hanya menurut saja. hingga tak berselang lama, proses pengobatan itu pun selesai." Nah sekarang sudah sembuh, mau aku antar ke kelas atau pulang?" tanya laki-laki yang mempunyai senyuman manis itu.


" ke kelas aja Kak." ucap Devia dengan nada yang sangat lemah. Michael yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera memapah Gadis itu untuk menuju ke kelasnya.


*****


sementara itu di lain tempat, yang tak lain adalah taman belakang sekolah itu, terlihat Rivaldo Tengah berteriak kencang." aaargghh, sialan! kenapa aku bisa berbuat seperti ini,?! aku harus meminta maaf." ucapnya Seraya menjambak rambutnya sendiri.


tepat saat Rivaldo hendak membalikkan badan, laki-laki itu dikejutkan dengan kehadiran Reina dan yang lain. yang memang sudah berada di sana.


"hais, kalian ngagetin aja sih," gerutu Rivaldo Seraya mengusap dadanya karena merasa kaget.


" ikut aku, maka kau akan tahu apa yang sebenarnya terjadi." ucap Gadis itu caranya menarik tangan Rivaldo

__ADS_1


__ADS_2