
Sepulang dari restoran itu, sikap Devia kembali seperti semula. Yaitu, lebih banyak diam. dan sesekali, hanya tersenyum kecil saat kedua orang tuanya, mengajaknya berbicara.
" anak kita kenapa lagi Pak?" tanya Sephia Seraya berbisik di telinga suaminya.
Melvin yang mendengar itu, sekilas menatap Devia dari kaca Tengah dan terlihat di sana, gadis itu masih terlihat murung di bangku belakang mobil itu.
" apa dia bertemu dengan laki-laki itu lagi?" tanya Melvin pada dirinya sendiri. laki-laki itu, seketika mengeram kesal. Menyadari, jika selepas mereka keluar dari restoran itu, sikap Devia berubah tak seperti awal mereka masuk ke dalam restoran.
Hal itu membuat tangan Melvin, seketika terkepal hebat. nafasnya memburu. dengan dada yang naik turun. itu menandakan, bahwa laki-laki paruh baya itu dengan menahan amarah yang luar biasa.
" aku harus menyelidiki semuanya. tidak ada yang bisa menyakiti Putri kesayanganku." gumamnya dalam hati. dengan mata yang masih memperhatikan gerak-gerik putrinya itu.
****
Sesampainya di halaman rumah, Devia dengan segera, turun dari dalam mobil. tanpa memperdulikan kedua orang tuanya yang terus saja menatap dengan Tatapan yang berbeda-beda.
Hal itu membuat Melvin dan juga Sephia yang melihatnya, seketika merasa hati mereka tidak menentu. dan dengan segera, mereka saling pandang. dengan ekspresi wajah yang bertanya-tanya.
__ADS_1
Sementara itu, Devia berjalan dengan langkah gontai menuju ke dalam rumahnya dengan perasaan dan hati tidak menentu.
" sadar Devia, Jangan pernah termakan oleh omongan laki-laki itu lagi." ucapnya memperingatkan pada dirinya sendiri.
" aku minta maaf Aku menyesal sangat-sangat menyesal"
Begitulah kata-kata yang keluar dari mulut Rivaldo. saat mereka tidak sengaja bertemu di toilet restoran itu. Namun demikian, Devia sama sekali tidak menggubris dan langsung berlari untuk menghampiri kedua orang tuanya.
Sementara Michael yang melihat itu, hanya tersenyum Getir. laki-laki itu sudah dapat menebak. jika ending dari cerita ini, pasti mereka akan kembali bersatu. dan tentunya, tidak akan pernah ada kesempatan baginya.
Padahal, kita tidak tahu bagaimana perasaan Devia ke depannya. bisa saja, gadis itu menerima perasaan Michael. Seharusnya, laki-laki itu tidak langsung merasa frustasi.
****
" Ais aku mikir apa sih, Sudahlah! lebih baik, aku tidur saja." ucap Devia memutuskan untuk memejamkan mata.
Dadanya seketika merasa sangat sesak. saat gadis itu, terbayang akan perlakuan Rivaldo padanya. dan dengan segera, amarah itu muncul kembali di dalam hatinya.
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah memaafkanmu" gumamnya dalam hati. Kemudian, mulai memejamkan mata.
****
Sementara itu di lain tempat, Rivaldo Tengah merutuki kebodohannya sendiri. Karena, bisa-bisanya laki-laki itu melakukan hal seperti itu pada wanita yang menjadi incarannya sejak lama.
Ya, sepertinya Rivaldo sudah mulai menyesali perbuatannya. Namun sepertinya, laki-laki itu akan merasa kesulitan untuk kembali menaklukkan hati Devia. itu bermula, saat Rivaldo tidak sengaja mendengar sebuah percakapan yang sangat mengagetkan baginya.
Kala itu, laki-laki Tampan itu Tengah berjalan-jalan untuk mendatangi toko game yang ada di kota itu. setelah berputar-putar, akhirnya Rivaldo memutuskan untuk beristirahat sejenak di depan sebuah bangunan yang tidak terpakai.
Samar-samar, laki-laki Tampan itu seperti mendengar ada sebuah percakapan di dalam bangunan itu. dan entah mengapa, rasa penasarannya, seketika muncul dan entah mengapa, kakinya melangkah mendekati tempat itu.
" akhirnya, gue bisa juga memisahkan mereka berdua. dengan cerita karangan gue hahaha" samar-samar, terdengar suara seorang perempuan yang tengah tertawa terbahak.
Rivaldo yang mendengar itu, sejenak terdiam. mencerna setiap ucapan yang keluar dari wanita itu. dan laki-laki itu baru menyadari, jika mereka yang dimaksud itu, adalah dirinya dan juga Devia.
Saat itulah, Rivaldo seakan tersadar dari apa yang selama ini ia berbuat. dan seketika itu pula, hatinya menjadi tidak menentu. Rasa Sesal, kecewa, dan juga marah, seakan menjadi satu di dalam hatinya. dan saat itulah, Rivaldo sepertinya menyadari semua perbuatannya.
__ADS_1
Namun sayangnya, sepertinya Rivaldo belum beruntung. Karena laki-laki itu menyadari, bahwa Devia sudah akan pindah ke sekolah yang lama yang ada di kota asalnya. tentu saja hal itu membuat hati Rivaldo, menjadi sangat tidak menentu.
dan barulah kemarin, laki-laki itu memberanikan diri untuk menemui Devia dan meminta maaf atas semua yang pernah ia lakukan pada gadis itu. Dirinya merasa bodoh memang. lebih mementingkan perasaan teman-temannya. Daripada, gadis yang sudah lama ia incar.