
Di sepanjang perjalanan, Devia tak henti-hentinya menautkan alis karena merasa sangat kebingungan dan keheranan dengan sikap yang ditunjukkan oleh kekasihnya itu." Karma itu kenapa sih? Kenapa Kak Michael berubah seperti ini?" pertanyaan itu yang selalu terlontar di sepanjang perjalanan.
Namun Michael sama sekali tidak pernah menjawab pertanyaan dari kekasihnya itu. membuat Devia, seketika mendengus kesal.
tiba-tiba saja, mereka berhenti melangkah. saat menyadari, ada seseorang di depan sana yang sangat Devia kenal dan hindari selama ini. Kemudian Gadis itu menatap kekasih dan juga orang itu secara bergantian.
" Kak Michael, Bisakah kakak jelaskan apa maksud semua ini?" tanya Devia Saraya menatap tajam ke arah laki-laki itu.
" Maafkan Aku," ucapnya menundukkan kepala. karena tak sanggup menahan perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya itu.
" Apa maksud semua ini?" tanya Devia menatap ke arah dua laki-laki itu secara bergantian. Sementara Rivaldo yang melihat itu, tersenyum kecil. Kemudian, mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati gadis yang sangat ia cintai itu.
Grep,..
__ADS_1
Seketika itu pula, tubuh Devia terasa membeku di tempatnya. Saat, gadis itu merasakan tubuhnya dipeluk oleh Rivaldo dengan begitu kencangnya.
Sementara Michael yang melihat itu, memutuskan untuk pergi dari sana. Karena, laki-laki tampan berlesung Pipit itu, tidak sanggup jika harus menyaksikan kekasihnya berpelukan dengan orang lain. Walaupun, itu dalam keadaan terpaksa.
Citt, Brugh.
Rivaldo dan Devia yang tengah berpelukan, seketika tersentak kaget. saat mendengar, dentuman yang sangat keras yang berasal dari belakang mereka.
" Apa yang terjadi?" tanya Gadis itu Seraya mengedarkan pandangan. hingga kedua mata gadis itu, seperti melihat sebuah mobil yang melaju cukup kencang. dan Devia yakin, jika tragedi berdarah itu, disebabkan oleh mobil yang berwarna putih itu.
" Kak, tolong bangun! jangan pernah tinggalkan aku. hiks hiks hiks." ujarnya menangis sesenggukan.
Sementara Michael yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis di antara rasa sakit yang mendera tubuhnya." Ma-afkan a-ku De-via, aku tidak bisa menjaga kamu lagi." ucapnya dengan nada yang sangat terbata-bata.
__ADS_1
Tentunya, Hal itu membuat Devia menggeleng-gelengkan kepala." Tidak Kak! aku mohon, jangan tinggalkan aku." ucapnya dengan hati yang sangat kencang.
" Rivaldo, jaga dia baik-baik." ujarnya Seraya mengusap wajah cantik kekasihnya itu.
Devia yang mendengar itu, menggelengkan kepala." Jangan pernah berkata seperti itu. Aku tidak ingin laki-laki lain. aku sudah sangat nyaman dengan kakak." ujarnya dengan linangan air mata.
Sementara Rivaldo yang mendengar itu, seketika tersenyum Getir. Ternyata, dirinya memang sudah Kehilangan gadis kesayangannya itu. dan itu semua, karena ulahnya sendiri. dan sekarang, hanya penyesalan lah Yang menghantui hati dan pikirannya.
" Maafkan aku Devia." ujarnya Seraya menundukkan kepala. karena merasa tidak sanggup, dengan apa yang dia lihat di hadapannya itu.
Tak Berapa lama kemudian, warga berbondong-bondong menghampiri mereka bertiga. karena memang, jalanan itu terkenal sangat sepi namun masih aman untuk dilalui pejalan kaki.
" itu ambulans nya!" ucap seorang wanita paruh baya Seraya menunjukkan ke arah mobil putih yang baru saja tiba di hadapan mereka. dan dengan segera, tubuh lemah Michael segera dibawa ke rumah sakit terdekat yang ada di kota itu.
__ADS_1