Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Harus Bahagia


__ADS_3

" Hai cantik, ngapain ada di sini?" tanya laki-laki itu Seraya duduk di samping Devia. tentu saja pertanyaan dari Michael, membuat Gadis itu melirik ke arahnya.


" lagi mau jahit baju, emangnya kenapa? mau sekalian dijahit mulutnya?" tanya Devia dengan nada yang sangat sadis.


Tentu saja, hal itu membuat Michael yang mendengarnya seketika tertawa dengan sangat keras. Untung saja, di dalam kelas itu, belum ada orang lain selain Devia. jika tidak, maka Gadis itu akan semakin mendapatkan banyak musuh.


Karena memang, siswa perempuan di sekolah ini, sama sekali tidak menyukai gadis yang bernama Devia Maharani itu. karena menurut mereka, Devia adalah sosok gadis pengganggu. dan wajib mereka jauhi.


Melani Celine dan juga Yeslin. salah satu diantara mereka yang menganggap Devia sebagai pembawa sial.


" kamu itu lucu banget sih, Kenapa nggak daftar sebagai pelawak aja?" tanya Michael sedikit meledek ke arah Devia.


" Enggak ah, kalau aku jadi pelawak, nanti kasihan kakak nggak ada teman." ucapnya Seraya terkekeh pelan.


Michael yang melihat itu, juga ikut tersenyum tipis. Kemudian, dengan perlahan, tangannya juga ikut mengusap kepala Gadis itu dengan Gerakannya sangat lembut.


" jangan lupa selalu bahagia. aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini." ucapnya Seraya bangkit dari duduknya.


Kemudian, dengan perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang kelas Devia. karena memang, hari ini Michael ada kuliah pagi.


selepas kepergian dari Michael, Devia tersenyum tipis." Terima kasih Kak atas pesan-pesannya" ucapnya Seraya tersenyum kecil.


Ya sudah seharusnya Gadis itu bahagia. walaupun kini, tujuannya pindah sekolah seperti sia-sia. karena dia kembali berjauhan dengan laki-laki yang dianggap sebagai Dewa penolong.


Namun beberapa saat kemudian, Devia kembali menggelengkan kepala. karena apa yang ia pikirkan itu, adalah sia-sia belaka.


"hais mikirin apa sih aku, ngak guna !" hardiknya pada diri sendiri. dan dengan segera, mengeluarkan buku pelajarannya. karena sebentar lagi, pelajaran pertama akan segera dimulai.


****

__ADS_1


Bel istirahat, telah berbunyi beberapa saat yang lalu. Namun, sepertinya Gadis itu enggan untuk keluar dari dalam kelas. karena memang, Devia tidak memiliki teman satupun. Jadi untuk apa dirinya keluar, buang-buang waktu saja. Pikirnya.


" Kok nggak keluar, Emangnya nggak laper?" tiba-tiba, sebuah suara berhasil membuatnya terkejut. dan dengan segera, memutar kepalanya untuk mencari sumber suara itu.


" Kak Michael ngagetin aja sih, Kirain siapa." ucapnya Seraya menggerutu kesal dengan mengerucutkan bibirnya. tentu saja, Hal itu membuat Michael yang melihatnya, merasa begitu gemas.


" nih buat kamu." ujarnya Seraya mengeluarkan kota makanan berwarna pink. tentu saja hal itu membuat Devia yang melihatnya, seketika tertegun. Soraya sesekali, menatap Michael dan kotak bekal itu cara bergantian.


" nggak usah natap aku kayak gitu. ini khusus aku buatin buat kamu." ucap laki-laki itu yang sepertinya tahu akan jalan pikiran dari Devia.


Gadis itu, hanya membulatkan mulut membentuk huruf o. Seraya sesekali tersenyum kecil." kirain Kakak suka warna pink" ucapnya dengan ada yang sangat kecil.


Namun, tetap saja suara itu terdengar oleh indra pendengaran Michael. hingga membuat laki-laki itu, melayangkan tatapan tajam ke arah Devia.


" huh untung cantik." ucapnya lirih Seraya melirik ke arah gadis itu yang mulai membuka kotak bekal berwarna pink itu.


" Wau makanan kesukaan aku ini kak!" seru Gadis itu Seraya mengangkat sebelah tangannya. dengan ekspresi wajah yang sangat kegirangan.


Karena memang, Gadis itu sudah lama tidak memakan makanan kesukaannya itu. akibat larangan dari keluarganya.


Entahlah Mengapa keluarganya sangat melarang dirinya memakan lobster saus manis itu. padahal makanan itu, sering membuat Devia menjadi manusia kalap. Karena jika sudah menikmati makanan itu, Devia akan lupa dengan sekitarnya.


Michael yang mendengar ucapan dari gadis yang ia Incar itu, menatap Intens ke arahnya Seraya menyunggingkan senyuman kecil." Ya sudah kalau begitu, lebih baik sekarang kamu makan." ucapnya Seraya ikut membuka kotak bekal yang juga ia bahwa.


Mereka berdua menikmati makanan itu, dengan sesekali bercanda tawa. tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. dan tanpa mereka sadari pula, ada tatapan tajam Yang Terus mengawasi.


"arghh, kenapa mereka malah makin dekat?!" tanya orang itu Seraya mengeram kesal. dan dengan segera, berlalu dari sana.


Kembali lagi pada dua anak manusia yang Tengah menikmati makanan yang tersaji di hadapan mereka itu dengan sangat nikmat.

__ADS_1


" kalau kamu mau, besok lagi aku bawain ya," ucap Michael menawarkan. setelah mereka berdua, menyelesaikan makan siang mereka.


Devia yang mendengar itu, menggelengkan kepala. Karena, selain merasa sungkan. Gadis itu juga sudah diwanti-wanti oleh semua keluarganya agar tidak menyantap makanan kesukaannya itu secara berlebihan.


"emm, nggak usah deh Kak. aku nggak mau makan banyak-banyak." ucapnya Seraya mengulas senyum tipis.


Michael yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan setelahnya, keluar dari dalam kelas Devia. karena memang, laki-laki itu masih ada kelas di jam kedua.


" Makasih Kak, Maaf aku belum bisa membalas perasaanmu." ucapnya dengan nada yang sangat Lirih.


Ya, sebenarnya Devia tahu jika Michael menyukainya sejak lama. karena dirinya, bukanlah gadis bodoh yang tidak tahu akan kode dari lawan jenis. Namun Entah mengapa, hati Devia belum bisa menerima kehadiran laki-laki lain.


Bukan karena masih terpuruk dengan masa lalu. tidak sama sekali, karena Seiring berjalannya waktu, dan juga sering perlakuan Rivaldo padanya, rasa itu sirna terbawa oleh angin yang berhembus ke segala arah. dan sepertinya, Devia baru menyadari sesuatu.


Suatu Kebenaran Jika ternyata, dirinya tidak benar-benar menyukai laki-laki itu. rasa yang ada selama ini, hanyalah rasa kagum yang ia miliki. Seiring berjalannya waktu, gadis itu seperti baru tersadar dari apa yang ia lakukan.


****


" Devia kamu mau pulang kan?" tanya Michael Seraya mengendarai motor menghampiri gadis yang ia sangat kagumi itu.


" Iya Kak, Kenapa memangnya? mau nganterin ya," ucapnya berniat menggoda laki-laki yang memiliki lesung pipit itu.


Namun tak disangka-sangka oleh Devia, laki-laki itu langsung memasangkan helm ke kepalanya. tentu saja hal itu membuat Devia, seketika tercengang.


Niat hati ingin menggoda laki-laki itu, eh malah dianggap serius." eh kak aku cuma bercanda loh ya," ucapnya Saraya mencoba menghentikan pergerakan tangannya.


Michael yang mendengar itu, tersenyum tipis. dan tetap mengenakan helm ke kepala gadis itu." udah nggak papa, Lagian aku nggak ada kegiatan lain kok. Lagi pula, Aku kan belum pernah ke rumah kamu kan," ucap laki-laki itu Seraya menaiki kendaraannya.


Devia yang mendengar itu, seketika tersenyum kecil. dan langsung menaiki motor itu.

__ADS_1


__ADS_2