Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat
Michael Mengungkapkan Perasaannya


__ADS_3

di sepanjang perjalanan, mereka berdua tak henti-hentinya, bercanda dan tertawa lepas. hingga membuat satu sama lain, terkadang terkiki geli mendengar celotehan yang keluar dari mulut masing-masing.


" kamu itu, ternyata orangnya nyenengin banget ya," ucap Michael yang sesekali menoleh ke arah belakang memastikan sang gadis pujaan.


" Lah, emangnya aku mainan anak-anak nyenengin," ucap Devia Seraya terkekeh pelan.


Michael yang mendengar itu, tak menyahut. laki-laki Tampan itu, hanya menggelengkan kepalanya pelan. Menyadari, sikap dan tingkah laku Devia yang begitu menggemaskan.


Sejenak, Michael berpikir. apa yang salah dalam diri gadis yang ada di belakangnya itu. hingga mendapatkan banyak sekali musuh.


Jika mereka memusuhi Devia hanya karena keadaan fisik, itu konyol namanya. Karena, semua manusia tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi dan keadaannya di masa depan. dan jika Devia bisa memilih, Gadis itu pasti akan memilih Keadaan fisik yang sempurna bak Bidadari.


Namun apa mau dikata, semua sudah terjadi. dan Gadis itu, sepertinya sangat tabah dalam menjalani kehidupan yang tidak selalu mulus itu.


Sementara Devia yang berada di belakang Michael, diam-diam tersenyum kecil. karena dapat merasakan perhatian tulus dari seseorang. Namun, Gadis itu tidak ingin berharap banyak dengan laki-laki yang ada di depannya itu.


Selain karena Devia tidak merasakan apa-apa di dalam hatinya, Gadis itu juga tidak ingin merasakan kecewa untuk yang kedua kalinya jika terlalu berharap pada makhluk yang bernama laki-laki.


Cukup sekali dirinya dikecewakan oleh laki-laki yang sangat ia anggap sebagai Dewa penolong. dan Devia tidak ingin hal itu terulang lagi.


Tiba-tiba saja, Rivaldo menghentikan laju kuda besinya. tepat di sebuah taman mini yang dibangun oleh pemerintah setempat. Devia yang baru pertama kali melihat itu, merasa begitu takjub. Apalagi, di dalam taman itu, terdapat danau yang airnya berwarna sangat cantik.


Hingga membuat gadis itu, henti-hentinya berdecak dengan ekspresi wajah yang sangat berbinar-binar." Ya ampun Kak, ini bagus sekali tempatnya." ucap Devia Seraya turun dari atas motor dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk mendekati ke tempat yang dituju.


" kok kakak tahu kalau ada tempat sebagus ini?" tanya Devia Seraya menoleh ke arah Michael yang masih mematung di tempatnya ia berdiri.


Tanpa diduga oleh Devia, Michael segera memeluk tubuh mungilnya. hingga membuat gadis itu, tertegun di tempatnya.


" Kak Michael kenapa memeluk aku kayak gini?" tanya Gadis itu sedikit berontak Seraya memasang wajah bingungnya.

__ADS_1


Seketika itu pula, Michael segera melepaskan pelukannya. kedua mata uangnya, menatap Devia dengan tatapannya sangat intens. hingga membuat gadis itu, merasa risih karena tidak nyaman dengan tatapan itu.


" jangan tetap aku kayak gitu Kak" tegur Devia.


Michael yang mendengar itu, menyunggingkan senyuman tipis. dan dengan segera menyentuh kedua pundak gadis itu. dengan masih menatap ke arah Devia dengan tetapan yang sangat dalam.


Wajah Michael mendadak maju hingga beberapa senti. hingga membuat gadis itu, melangkah mundur." Kak Michael mau apa?" tanya gadis itu sedikit merasa ketakutan.


" Aku mencintaimu!" bisik Michael tepat di telinga gadis itu.


Tentu saja hal itu membuat Devia yang mendengarnya, tertegun di tempatnya. Kemudian, Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menetralisir rasa yang ada.


" Kamu itu ngomong apa sih, Aku nggak ngerti tau


nggak." ucap Devia berusaha untuk bersikap polos dan juga tidak tahu apa-apa.


Karena jujur, jika bersama dengan Rivaldo, Devia tidak pernah merasakan rasa yang seperti ini. dan rasa ini pun, baru pertama kali ia rasakan.


" Apakah Kak Michael berusaha untuk mengungkapkan perasaannya?" tanya Gadis itu dalam hati. dengan sesekali, menatap ke arah Michael yang masih setia menunggu di tempatnya.


Sementara Michael yang melihat ekspresi dari Devia, seketika menghela nafas panjang. Karena, sepertinya laki-laki Tampan itu tahu, jika Devia masih menyimpan rasa pada laki-laki lain.


Laki-laki yang sudah secara terang-terangan, menyakiti hati dan fisiknya. Namun, sepertinya Devia masih menyimpan rasa itu.


" Apa kamu masih menyimpan perasaan pada laki-laki itu?" tanya Michael pada Devia.


Seketika itu pula, Devia segera mendongak dan menatap ke arah Michael dengan tatapan sendunya. hal itu tentu saja membuat hati Michael serasa dire-mas-re-mas dari dalam-


Bagaimana tidak, dari awal mereka kenal beberapa tahun yang lalu, sampai sedetik ini pun, Devia sepertinya masih menyimpan perasaan pada laki-laki yang jelas-jelas menyakitinya.

__ADS_1


" tidak usah dipikirkan, lebih baik, kita segera pulang saja. hari sudah mulai gelap." ucap Michael Seraya menarik dengan Devia untuk menjauh dari sana.


Sementara gadis itu, hanya menurut saja. saat tangannya, ditarik oleh Michael dan menghampiri kuda besi milik laki-laki itu.


" Maafkan aku Kak Michael, tapi sepertinya, aku belum bisa menerimamu." Tentu saja ucapan itu tidak berani dilontarkan oleh Devia secara langsung.


Gadis itu hanya mampu melontarkan di dalam hatinya. di sepanjang perjalanan, mereka sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun. baik Devia ataupun Michael, sama-sama terdiam menyelami pikiran masing-masing.


***


" Makasih Kak udah dianterin" ucapnya Seraya menyungkinkan senyuman lebar. Michael yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, kembali melajukan motornya untuk meninggalkan kediaman gadis yang ia cintai.


" sampai Kapan kamu akan mengharapkan cinta laki-laki itu Devia, Apa kamu tidak bisa melihat ketulusan yang aku berikan padamu?" tanya Michael saat laki-laki itu mengendarai motor besarnya.


Setelahnya, Michael segera melajukannya di atas rata-rata. karena memang kebetulan, jalanan sedikit Lenggang. hingga membuat motor kesayangannya, dapat melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.


****


sementara itu, di dalam kamarnya, Devia segera melupakan diri di kasur empuk miliknya. Pandangannya, terus saja mengarah ke langit-langit kamarnya.


" apa yang aku pikirkan? kenapa aku merasa sedih, saat Kak Michael bersikap dingin seperti itu padaku? Bukankah ini yang sebenarnya aku inginkan?" berbagai pertanyaan, seketika menggenang diisi kepalanya.


Karena merasa kelelahan, Gadis itu akhirnya tertidur pulas Seraya memeluk guling kesayangannya itu.


*****


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah bangunan yang tidak terpakai, Rivaldo bersama yang lainnya, Tengah menikmati kebersamaan. dan sesekali, mereka akan bercanda diselingi tawa yang sangat riang.


Namun, Sepertinya itu tidak berlaku untuk Rivaldo. karena laki-laki itu, sedari tadi Hanya berdiam diri. entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2