Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Hari Pertama Praktek Klinik


__ADS_3

Perjalanan menuju kampus Siska dan Tama sedang berbincang-bincang, mereka saling melemparkan tawa satu sama lain. Mereka terlihat sangat romantis bagai Romeo dan Juliete.


Tama tidak melepaskan genggaman tanganya untuk Siska. Bagi Tama Siska adalah tipe wanita cantik, pemberani, mandiri, tidak matrialistis dan membuat hatinya nyaman ketika berada didekatnya. Ditengah asyiknya perbincangan mereka berdua, terdengar suara yang berasal dari perut Tama.


"Kruyuk kruyuk"


"cacing perut kak Tama demo? " tanya Siska cekikikan


"hehe iya sayang ,aku belum sarapan dari rumah tapi tadi bibi bawain bekal," jawab Tama


"yaudah biar Siska suapin sambil kakak nyupir mobil," ucap Siska


"makasih sayang" ucap Tama tersenyum genit ke arah Siska


"iya sama-sama" jawab Siska


Jarak rumah tante Helda dengan kampus Siska sekitar 30 menit, Tama memainkan alunan musik sembari menikmati suapan demi suapan yang Siska berikan.


...****************...


Pukul 0700 WIB kota Yogyakarta.


Di sebuah Rumah Sakit di kota tersebut, terlihat barisan mahasiswa berseragam putih rapih berjalan rombongan, menyusuri satu - persatu ruangan yang ada di RS tersebut.


Iya, hal ini selalu dilakukan oleh setiap mahasiswa yang akan praktek di Rumah Sakit. Bertujuan untuk pengenalan atau orientasi ruangan sekalian perkenalan dengan para pegawai Rumah Sakit. Dipimpin seorang kepala ruang, mereka berjalan menyusuri ruangan yang akan mereka tempati untuk menimba ilmu dan pengalaman di lahan praktek.


Kali ini rombongan memasuki ruangan Instalasi Gawat Darurat, terlihat beberapa tempat tidur pasien dan dibagian depan tempat tidur pasien tertempel kode berwarna merah, kuning, hijau dan hitam atau biasa disebut triage.


"Pak maaf saya mau bertanya, tanda ini untuk apa pak?" tanya seorang mahasiswa semester 2 dari kampus lain.


"Pertanyaan bagus, ini untuk mengkategorikan pasien. Dalam kondisi pasien yang membludak, sistem triase IGD dapat membantu menyeleksi pasien yang memerlukan pertolongan pertama secara medis sesegara mungkin. Dan masing-masing warna ini memiliki arti. Warna merah, menunjukkan pasien pioritas pertama yang berada dalam kondisi kritis (mengancam nyawa) sehingga memerlukan pertolongan medis sesegera mungkin.


Warna kuning menandakan pasien pioritas kedua yang memerlukan perawatan segera, tetapi penanganan medis masih dapat ditunda beberapa saat karena pasien dalam kondisi stabil. Warna hijau menunjukkan pasien prioritas ketiga yang memerlukan perawatan di rumah sakit, tetapi masih dapat ditunda lebih lama maksimal 30 menit.


Warna putih adalah untuk pasien yang mengalami cedera minimal yang tidak memerlukan penanganan medis secara khusus atau hanya membutuhkan obat-obatan masuk ke dalam kategori putih. Kode warna hitam menandakan pasien berada dalam kondisi yang sangat kritis, tetapi sulit untuk diselamatkan nyawanya. Sekalipun segera ditangani, pasien tetap akan meninggal.


"Begitu, ada yang ditnyakan lagi?" ucap pak kepala ruang

__ADS_1


"oh baik pak, belum ada pak" sahut mahasiswa serentak


"oke mari kita lanjutkan ke ruangan yang lain".


Merekapun memasuki ruangan poliklinik, dan ruang perawatan yang lain. Dan kini ruangan terakhir adalah ruangan kebidanan.


Terdengar suara tangisan bayi yang terdapat di infant warmer ( suatu box untuk bayi yang digunakan untuk menghangatkan bayi ketika baru lahir).


" Baru saja ada bayi yang baru lahir, ruanganya full pasien yang mau melahirkan, dan di ruangan ujung sedang berjalan proses persalinan. Apakah ada yang mau ikut membantu proses persalinan?" tanya pak kepala ruang


"Ih serem, tidak pak" jawab Satria


"Loh seorang perawat harus serba bisa dalam berbagai kondisi pasien. Hilangkan rasa takut, jangan berpikiran aneh, ingat sumpah profesi kita pada waktu pertama kali kalian masuk di jurusan keperawatan. Profesi kita untuk mengabdikan dan menolong masyarakat dengan tulus. Jangan berpikiran 'kan itu tugas bidan pak', nanti di suatu kondisi tertentu jika ada pasien ingin melahirkan, sedangkan tenaga bidan minim hanya ada satu orang bidan dan yang lain perawat, ya perawat itu harus bisa menolong bersama bidan." ucap pak kepala ruang


"Baik pak mohon maaf pak" jawab Satria


"ya, nanti kalian selama 3 minggu disini akan di roling ruangan dan ruangan kebidanan ini akan saya jadwalkan untuk kalian." ucap pak kepala ruang


"Baik pak" jawab mahasiswa serentak


Satria mendapat ruang poliklinik, ia segera membantu kakak perawat yang sedang bekerja , sesekali Satria menanyakan hal yang belum satria ketahui agar tidak salah dalam melayani pasien.


...****************...


Jam menunjukan pukul 1400 WIB.


Saatnya pergantian sift, Satria dan kawan-kawanya pulang menuju rumah kos. Setelah membersihkan tubuhnya, Satria menghubungi kekasihnya. Ia mengambil handphone dan segera melakukan panggilan video call.


Lissa yang sedang menikmati secangkir kopi di balcon, segera meraih handphone yang berdering.


"Assalamualaikum kak"


"waalaikumsalam Lissa sayang"


"udah pulang prakteknya kak?


"sudah sayang,hari ini kakak dapet ruang poliklinik ,cukup melelahkan pasienya banyak"

__ADS_1


"kasian kakak, yaudah kak istirahat"


"habis ini kakak mau ngerjain laporan kelompok dan individu sayang"


"ya tapi kan istirahat dulu kak jangan dipaksain ntar sakit"


" enggak bisa sayang, laporanya banyak, dalam 3 minggu harus udah kelar. Tiap ruangan beda laporan, belum nanti konsultasi laporan sama kepala ruangan"


"yaudah kakak semangat, makan teratur dan bergizi. Vitaminya diminum, Lissa cuman bisa doain kakak dari sini, belum bisa nengok kakak kesana." ucap Lissa


"Iya anak kecil, udah kaya bocah ditengokin segala hehe" ucap Satria cekikikan


"Terimakasih sayang udah nemenin kakak, doain kakak dan perhatiin kakak"


"iya kak, Lissa juga terimakasih kak Satria sudah ngisi hati Lissa" jawab Lissa


"emang gak ada yang lain? hati Lissa yakin cuman ada kakak? " ucap Satria meledek


"ihhh kakak ngeselin, gak percayaan" jawab Lissa


"hehe bercanda, hati kakak juga cuman buat Lissa, love u" ucap Satria


"love u too kakak ngeselin" jawab Lisa cekikikan


"yaudah kakak mau ketempat temen satu tim dulu ngerjain laporan"


"bye bye sayang, assalamualaikum"


"iya kak waalaikumsalam".


...****************...


Bersambung


Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.


Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.

__ADS_1


__ADS_2