
Setelah selesai makan bersama keluarga Lissa dan berbincang- bincang, Satria berpamitan pulang ke ibu kota.
Bu Herni dan pak Imam membawakan satu kardus oleh- oleh khas daerah untuk Satria.
"Om, tante. Satria pamit pulang dulu, besok sudah mulai bekerja.'' ucap Satria
"Iya nak, ini di bawa ya untuk oleh- oleh. Salam buat mamah kamu sama Vania ya nak" ucap bu Herni
"iya tante, terimakasih oleh- olehnya. Iya tan nanti Satria sampaikan ke mamah sama Vania" ucap Satria menyalami bu Herni dan pak Imam
"Hati- hati nak, bawa mobilnya nggak usah ngebut- ngebut. Kalau ngantuk istirahat ya nak" ucap pak Imam
"baik om'' ucap Satria tersenyum
Satria berjalan menuju mobilnya, Lissa dan kedua orang tuanya mengantarkan sampai depan pintu gerbang rumah Lissa. Satria melambaikan tangan dan menganggukan kepalanya dari dalam mobil.
...****************...
Hari ini adalah hari pertama Satria masuk kerja sebagai partner dokter Tama di sebuah rumah sakit yang bernama medika. Satria menemui kepala bagian kepegawaian di rumah sakit itu. Kepala bagian kepegawaian menjelaskan peraturan dan kontrak kerja rumah sakit medika.
'' Baik saudari Ns.Satria Putra Alfian, S.Kep( sarjana keperawatan), setelah saya jelaskan kontrak dan peraturan. Apakah anda bersedia bekerja sama dan menjadi bagian dari rumah sakit?'' ucap kasubag kepegawaian
''Saya bersedia bu" jawab Satria
" Baiklah silahkan tanda tangani kontrak ini.''Ucapnya
__ADS_1
''Baik bu" ucap Satria
'' Anda direkomendasikan oleh dokter Tama untuk menjadi partner kerjanya di ruang instalasi gawat darurat ya. Hari ini sudah bisa mulai bekerja. Silahkan ke ruang IGD untuk menemui bu Sani selaku kepala ruang IGD." Ucap kasubag kepegawaian
"Baik terimakasih banya bu'' ucap Satria menjabat tangan kasubag kepegawaian.
Satria pun keluar ruangan dan berjalan menuju ruangan IGD.
Sesampainya di IGD Satria bertemu dengan dokter Tama. Dokter Tama adalah dokter umum yang sedang menjalani pendidikan spesialis bedah umum.
" Kak Tama" ucap Satria
"eh bro, sudah menghadap kasubag kepegawaian kan?'' tanya dokter Tama
"sudah kak, selanjutnya disuruh menghadap bu Sani" ucap Satria
Sesampaianya di ruangan, Satria memperkenalkan diri dan bersalaman dengan bu Sani.
"Selamat datang Satria, selamat bergabung'' ucap bu Sani tersenyum
Bu Sani pun mengajak Satria untuk memperkenalkan diri ke pegawai lain di ruangan IGD. Kemudian bu Sani mengajak Satria untuk orientasi ruangan IGD.
''Baiklah, jika ada yang ditanyakan lagi silahkan bertanya saya atau perawat lainya ya Satria'' ucap bu Sani
"Baik bu terimakasih banyak" jawab Satria
__ADS_1
"sama-sama, ibu harap kamu nyaman di sini. Oke ibu lanjut kerja dulu, selamat bekerja.''ucap bu Sani
"Baik bu'' ucap Satria
Satria menghampiri dokter Tama yang sedang menulis hasil pemeriksaan dan diagnosa pasien baru.
" Hey bro, bantuin gue. Rawat luka pasien lakalantas, di sebelah sana yok. " Ucap Tama sambil berdiri dari tempat duduk dan berjalan menuju tempat tidur pasien.
''Siap dok'' Jawab Satria mengikuti langkah Tama
Satria mengambil perlengkapan yang digunakan untuk rawat luka. Satria berjalan menuju tempat tidur pasien. Terlihat seorang laki- laki berusia 20-an tahun terbaring dengan keadaan luka- luka dan ada bagian tubuh yang terluka cukup dalam sehingga harus dijahit.
'' Bro yang ini lo jahit dulu ya biar darahnya tidak keluar terus menerus. Tetesan infusnya 20 tetes per menit saja, oksigen tetep terpasang ya bro. Kasih 3 liter saja'' ucap dokter Tama
''Siap laksanakan dok" ucap Satria
''oke gue tinggal dulu. Tetap pantau keadaan umum ya" ucap Tama
''Siap dok'' ucap Satria
Ini foto Satria saat bertugas sebagai perawat di ruang IGD menangani pasien kecelakaan lalu lintasa
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.