Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Gejolak Hati


__ADS_3

Pukul 22.30 WIB


Sesampainya di rumah kos lantai dua kediaman Lissa, Lissa mencium punggung tangan Satria dan Satria mencubit pelan hidung Lissa, dengan gemash melihat paras cantik manis wanita pujaan hatinya itu.


"Love you sayang" ucap Satria


"love you too kak, hati- hati dijalan. Terimakasih udah anterin Lissa" ucap Lissa


"sama-sama, yaudah sana masuk" ucap Satria


"siap,assalamualaikum" ucap Lissa tersenyum manis


"waalaikumsalam" jawab Satria sambil melihat Lissa berjalan masuk ke rumah, memastikan bahwa wanitanya itu telah aman memasuki rumah kos lantai dua. Lissa pun menutup pintu kos dan Satria meninggalkan rumah kos kediaman Lissa


...****************...


Sementara diperjalanan menuju rumah tante Helda, Tama dan Siska membicarakan mengenai hubungan keduanya mengingat Tama telah lulus menjadi dokter dan telah bekerja di salah satu rumah sakit swasta. Tama telah berusia hampir kepala tiga, dan telah lama menjalin hubungan dengan Siska.


"Sayang, apakah tidak sebaiknya kita bertunangan terlebih dahulu? kita sudah lama menjalin hubungan dan usia kakak sudah hampir kepala tiga" ucap Tama


"deggg , jantung Siska serasa berhenti, baru juga semester Lima kurang tiga semester lagi Siska menyelesaikan studinya. Kalau ditolak takut akan menyakiti hati dokter Tama. Jika diterima apakah tidak terlalu cepat?


Siska terdiam cukup lama.


"Hei sayang, kenapa ko diem" ucap Tama


"eh emmm iya kak Siska mau" jawab Siska spontan karena Tama mengagetkan lamunan Siska


''Upss kelepasannn aduhh Siska, kenapa si lo gampang banget ngucapinya, harusnya kan lo pikir dulu😔" gumam Siska


"yasudah nanti aku kerumah orang tuamu bawa keluarga ya" ucap Tama mengusap ujung rambut Siska


" i i i ya kak atur aja ntar Siska kabarin mamah papah" jawab Siska masih gugup


"kamu tenang saja, kita menikah kalau kamu sudah menyelesaikan sarjana kebidananmu " ucap Tama menggenggam tangan Siska


Siska membalas dengan senyum

__ADS_1


Siitttt Tama mengerem mobilnya tanpa sadar mereka telah sampai didepan rumah tante helda yang menjadi tempat tinggal Siska selama kuliah di ibu kota.


"Terimakasih kak udah anterin Siska" ucap Siska mencium punggung tangan Tama


"sama- sama" ucap Tama sambil mencium kening Siska.


Siska berjalan memasuki rumah dengan hati yang gembira karena ucapan Tama yang ingin benar- benar serius menjalin hubungan denganya. Namun hatinya bimbang karena ia menganggap ini terlalu cepat sementara ia belum menyelesaikan sarjana kebidananya.


Tama mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah tante Helda.


Sesampainya di kamar hati Siska benar- benar bergejolak.


"Telfon Lissa ah,, ups tapi sudah larut malam kasian dia pasti ingin beristirahat, kalopun telfon mamah papah juga sudah tidur. Ah sudahlah besok saja" gumam Siska.


Siska segera membersihkan badan dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Waktu terus berjalan, dan menunjukan pukul satu malam, Siska mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa terpejam,fikiranya terus memikirkan ucapan Tama.


"Sekarang usiaku 20 tahun , lulus kuliah kira- kira 21 tahun berati aku nikah muda donk, adduh nasib pacaran dengan orang yang sudah dewasa huft" gumam Siska


Ia membaca buku dongeng kesukaanya bermaksud agar matanya lelah dan segera terpejam. Namun cara itu tidak berhasil, lalu ia mencoba menyembunyikan matanya dibalik selimut hingga tak terasa ia telah terlelap dalam tidurnya.


...****************...


Lissa mengangkat ponsel yang berdering.


" Hallo assalamualaikum " ucap Lissa


"hallo waalaikumsalam, " ucap Satria


"ada apa kak sayang" jawab Lissa


"sayang kuliah jam berapa kakak anterin ya" ucap Satria


"jam sepuluh pagi kak, iya kak sekalian anterin Lissa beli buku farmakologi ya kak" jawab Lissa


"siap tuan putri, yasudah sana mandi terus sarapan pasti baru bangun kan" tanya Satria

__ADS_1


"ih kakak sok tau, males ah kita sarapan bareng saja nanti" ucap Lissa


"yasudah iya sayang" ucap Satria


"yasudah sampe nanti kak, assalamualaikum" kata Lissa


"iya waalaikumsalam" ucap Satria


tut tut Lissa mematikan telfonya terlebih dahulu.


''Huft dasar anak kecil " gumam Satria tersenyum


Lissa bergegas merapikan tempat tidurnya dan membersihkan seluruh sudut ruangan kamarnya dari debu dan kotoran. Lissa menghabiskan waktu sekitar satu jam hingga kamarnya kini telah rapi ,nyaman dan wangi. Kini waktunya Lissa membersihkan tubuhnya.


Pukul sembilan tepat Satria telah tiba di rumah kos lantai dua kediaman Lissa.


"Sayang kakak sudah di depan kos" bunyi pesan singkat dari Satria


"iya tunggu bentar kak, Lissa sedang pakai jilbab" balas Lissa


" oke" balas Satria


Lissa memastikan semua perlengkapan kuliah telah dibawanya dan memastikan penampilanya rapi dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"hmm oke tuan putri segera datang pangeran hehe" gumam Lissa


Ceklek, Lissa membuka pintu rumah kosnya dan melihat pangeranya telah menunggu.


"Cantiknya Lissa Hanna Fahrani" gumam Satria tersenyum genit


"kakak udahan lihatin Lissanya, ayok Lissa laper . Kita makan ditempat biasa" ucap Lissa sembari menggandeng tangan Satria


"iya iya anak kecil" jawab Satria


Satria membukakan pintu mobil bagian depan untuk kekasihnya dan merekapun segera melaju ke restauran cepat saji favorite Lissa.


Bersambung.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.


Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani..


__ADS_2