
Alfian , Yani dan Nafa pergi meninggalkan kota kediaman bu Nita.
"Sampai jumpa masa laluku. Sampai jumpa anak- anaku. Maafkan papah nak, tidak bisa menjadi papah yang baik untuk kalian" gumam Alfian menatap suasana malam di kota kediaman bu Nita
Yani yang tersadar Alfian tidak berjalan di belakang langkahnya, kemudian menghampiri Alfian dan menggandeng tangan Alfian.
'' Mas, ayo" ucap Yani
'' iya sayang'' ucap Alfian
Alfian mendorong kopernya sementara Yani menggandeng Nafa. Merekapun menaiki pesawat.
...****************...
Hari telah berlalu, hari ini saatnya Lissa pulang ke kampung halamanya. Satria? iya si perawat tampan itu, dia tidak mungkin membiarkan gadis pujaanya pulang sendirian. Kemanapun Lissa pergi, sebisa mungkin Satria harus menemani. Ibarat daun dan ranting akan terus tumbuh bersama hingga menghasilkan bunga.
Satria mengantarkan Lissa untuk pulang ke kampung halaman. Sekitar tiga minggu Lissa mendapat libur akhir semester.
"Sudah siap semua? nggak ada yang tertinggal?" tanya Satria.
"Sudah insyaAllah. Sebenarnya Lissa pulang sendiri juga bisa kak"
" ssst , kakak tidak akan izinkan kamu pulang sendirian"
" ish kakak, kan Lissa udah gede''
'' mana ada gedhe, orang masih anak kecil. Makan aja masih belepotan"
'' ish kakak, ngeledek mulu'' jawab Lissa dengan muka memerah
'' emang iya sih gue suka makan belepotan , entah kenapa padahal udah berusaha rapih" gumam Lissa
"kan fakta sayang" jawab Satria
'' iya- iya, terimakasih kakak selalu di samping Lissa. Jagain Lissa dan temenin Lissa.''
" iya sama- sama , itu tugasku sayang"
'' iya kak, Lissa mencintai kak Satria"
__ADS_1
" iya kakak juga cinta sama Lissa"
Merekapun melajukan kendaraanya. Sepanjang perjalanan mereka di temani musik bertemakan cinta. Seperti biasa mereka sesekali bernyanyi bersama mengikuti alunan melodi. Sekitar 3 jam perjalanan sudah mereka tempuh dan merekapun sampai di kediaman Lissa.
"Alhamdulillah sudah sampai, Lissa sudah rindu kampung halaman kak" ucap Lissa
" Iya sayang, selamat menikmati liburanmu '' ucap Satria
" iya kak, ayo kak silahkan masuk" ucap Lissa
"iya sayang"
"Assalamualaikum'' ucap Satria dan Lissa
"waalaikum salam, eh gendhuk ( bahasa jawa artinya anak perempuan) sudah sampai. Nak Satria, terimakasih sudah antar Lissa sampai rumah. Terimakasih sudah selalu menemani Lissa. Kalian udah kaya ranting dan daunnya, selalu bersama- sama hehe" ucap bu Herni
"iya tante sama-sama. Hehe tante bisa saja" jawab Satria tersenyum sambil menyalami bu Herni dan pak Imam.
" Mari nak Satria kita makan bersama, tadi ibu sudah masak banyak. Masakan kesukaan gendhuk" ucap pak Imam
"iya om" jawab Satria
"Bagaimana nak Satria rencana mau bekerja dimana? sudah dapat ijasah to?" tanya pak Imam
"iya om, rencana mau bekerja di rumah sakit. Jadi partner dokter Tama " ucap Satria
"itu loh yah, calon suaminya Siska" imbuh Lissa
"oh nak Tama. Baguslah kalau begitu, kalau tidak salah itu rumah sakit besar to?" tanya pak Imam
"iya om rumah sakit besar" jawab Satria
"syukurlah, om doakan semoga sukses selalu dalam berkarir" ucap pak Imam
"aamiin om, terimakasih" jawab Satria
"Hebat juga ya Siska bisa dapet dokter" ucap bu Herni berbisik kepada Lissa yang duduk persis di sebelahnya.
"ish iya bu namanya juga rezeki" ucap Lissa lirih
__ADS_1
"kamu nggak pengen dapet kaya Siska?" ucap bu Herni berbisik
"mulai nih mulai , ibu banding-bandingin Lissa dengan orang lain" jawab Lissa lirih
"kalian kenapa to, bisik- bisik" ucap pak Imam
"eh em enggak Yah, nggakpapa" jawab Bu Herni tersenyum dan menyenggol tangan Lissa
...****************...
Bu Nita ditemani oleh Vania berkunjung ke rumah orang tuanya. Bu Nita menceritakan semua yang terjadi dengan orang tua dan keluarganya.
" Aku tidak menyangka perjodohanmu dengan Alfian akan berakhir seperti ini" ucap Pak Danar Ayah dari bu Nita
"iya Ayah, Nita kira mas Alfian tulus mencintai Nita hiks hiks hiks" ucap bu Nita
"semua ini salahku Nit, andaikan dulu perjodohan tidak terjadi. Pasti tidak seperti ini, aku telah mengorbankan kamu demi hubungan baik dengan rekan bisnis" ucap pak Danar dengan mata berkaca.
"Andaikan ibumu masih hidup Nit, pasti ia akan sedih. Sebenarnya ibumu tidak setuju dengan perjodohanmu dan Alfian. Tapi aku memaksa ingin menjodohkan kalian" ucap pak Danar
"sudah ayah, semuanya sudah terjadi. Nita hanya ingin fokus menjadikan anak- anak Nita orang sukses. Nita tidak menuntut nafkah dari Alfian lagi Yah. Apakah ayah bisa memberiku pekerjaan di perusahaan ayah?" ucap bu Nita
"iya Nit, ayah minta maaf.
Ada. Sebelumnya aku merangkap jabatan sebagai manajer sekaligus owner. Kamu gantikan posisi ayah sebagai manajer. Aku sudah renta , aku berperan sebagai owner saja. Aku percaya kamu bisa mengurus semuanya dengan baik.'' ucap pak Danar
Pak Danar adalah laki- laki berusia 67 tahun yang masih termasuk energik dibandingkan laki- laki seusianya. Beliau sangat menjaga segala sesuatu yang ada di dalam perusahaanya sebaik mungkin. Beliau tidak mudah mempercayai orang lain untuk memegang jabatan penting di dalam perusahaanya. Sehingga tak heran terbiasa merangkap jabatan di dalam perusahaanya.
"Ayah yakin Nita bisa?'' ucap bu Nita
"sangat yakin, ayah paham kemampuan dan karakter anak ayah"
''baik, Nita akan lakukan yang terbaik. Terimakasih ayah" ucap bu Nita memeluk ayahnya
"sama-sama " jawab pak Danar
Bersambung.
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.