
Suara tepukan tangan riuh, saat Satria selesai membawakan lagu. Satria segera menuruni panggung dan mendekati Lissa yang terlihat sangat anggun mengenakan pasmina merah maroon. Senyum Lissa merekah saat ia sadar Satria berjalan menuju arahnya.
"Hey anak kecil" ucap Satria sambil menyentuh hidung Lissa
"ih kakak, kebiasaan sentuh hidung Lissa dan panggil anak kecil" jawab Lissa
"abis dari tadi aku perhatiin kamu dari atas panggung senyum-senyum liatin aku, bikin aku gemes hehe" jawab Satria
"mampus ternyata dia perhatiin gue" gumam Lissa
"eh em enggak cuman kebawa alunan lagu yang kakak bawain" jawab Lissa
"oh kirain naksir " sahut Satria
"ikikikik" Siska cekikikan disebelah Lissa
Lissa menyenggol Siska dan melirik kearah Lissa sambil memberikan kode.
" Itu lagu buat kamu Lissa" ucap Satria
Lisa membelalakan matanya terkejut, dan mencubit punggung tanganya sendiri hingga mulutnya mengeluarkan suara kesakitan.
"auww" ucap Lissa
"kenapa Lis" tanya Satria khawatir
"eh enggak kak" jawab Lisa
''Sis gue gak mimpi kan? tadi gue cubit tangan gue sakit " ucap Lisa berbisik kepada Siska
"mau gue tampar? biar lo yakin bahwa ini dunia nyata? " jawab Siska
"ehehehe enggk, iya gue tau ini nyata" jawab Lissa
"cie tuh kn bener itu lagu buat loh" jawab Siska
"ehem kacang-kacang aku dikacangin, yaudah aku pergi dulu ya anak kecil. Mau lanjutin tugas panitia acara yang lain" ucap Satria
"eh ehm ya kak ,makasih lagunya bagus" jawab Lissa tersenyum gemes
__ADS_1
"iya sama-sama" ucap Satria smbil melenggang pergi meninggalkan Siska dan Lissa.
"Gue rasa bukan saat yang tepat mengungkapkan perasaan sama Lissa, tapi secepatnya gue akan ungkapin " gumam Satria
"kenapa gue selalu deg-degan tiap deket kak Satria" gumam Lissa
Lisa pun kembali menikmati acara demi acara, hingga acara makrab selesai. Semua mahasiswa satu - persatu meninggalkan tempat acara tak terkecuali Lissa. Sesampainya di rumah kos, ia segera membersihkan tubuhnya dibawah shower dan berganti kimono. Tubuhnya terasa sangat lelah namun matanya belum bisa terpejam. Lissa mengecek ponselnya dan diliatnya notifikasi pesan masuk dari Satria.
Anak kecil besok temenin makan siang ya , kalau gak sibuk si hehe
Lissa tersenyum dan membalas pesan singkat itu.
"Iya kak, besok jadwal kuliah cuma sampai jam 11 pagi jadi setelah itu free"
Satria langsung membalas pesan Lissa.
Oke jam 11 aku tunggu diparkiran ya anak kecil
"oke" balas Lissa
"yesss lampu hijau " ucap Satria
...----------------...
Pelayan memberikan pesanan es krim.
"silahkan" ucap pelayan
"makasih bang" ucap Satria
"aku sengaja pesan ini buat kamu " ucap Satria
Lissa senang sekali dan terus memandangi es krim bentuk hati rasa full coklat.
"Sebelumnya aku minta maaf, aku gak bisa romantis. Ink aku bawain boneka teddy coklat buat kamu, bentuk perasaan sayangku buat kamu Liss. Aku gak tau sejak kapan perasaan ini ada, kita baru kenal tapi aku udah ngerasa sayang dan nyaman saat didekatmu. Aku gak peduli kamu punya rasa yang sama atau tidak denganku, setidaknya aku udah ungkapin perasaan yang selama ini mengganggu pikiranku" ucap Satria menatap kedua mata Lissa.
Deg, seakan jantung Lissa berhenti berdetak, ia tak bisa mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. Cukup lama ia terdiam dan tak berani menatap mata Satria.
"Aku juga nyaman dan sayang sama kamu laki-laki gantengku, ah tapi aku tak kuasa mengatakanya" gumam Lissa
__ADS_1
"Sudah makan es krim mu nanti men-cair, jangan lupa baca doa dan pelan-pelan makanya biar gak belepotan" ucap Satria
"I iya kak" jawab Lissa terbata
Lissa menyendok es krimnya sedikit demi sedikit hingga tak butuh waktu lama ia menghabiskanya. Tetap saja belepotan meskipun Lissa sudah berusaha agar makan dengan rapi.
"Tuh kan belepotan, sini kakak bersihin " ucap Satria sambil membersihkan pipi Lissa.
"Abis ini kakak anter kamu pulang ya, kakak mau jemput Vania ke sekolah" ucap Satria
"iya kak" jawab Lissa
Satria membayar bill dan mengantarkan Lissa pulang.
"kakak langsung pulang ya anak kecil" ucap Satria
"kak tunggu, kak makasih ya buat semuanya. Lissa juga punya perasaan yang sama dengan kakak, perasaan itu datang tiba-tiba" ucap Lissa
"benarkah? tanya Satria terbelalak tak percaya, padahal ia mengira Lissa benci padanya karena kejahilannya.
"iya kak" ucap Lissa dengan wajah memerah menahan malu
"kakak akan selalu menjagamu dan ngebahagiain kamu anak kecilku yang lucu" ucap Satria dengan kedua tangan diletakan di pipi Lissa.
"makasih kak , Lissa juga pengen bahagia bersama kakak" ucap Lissa.
Detik itu mereka berdua resmi berkomitmen menjadi sepasang kekasih.
"Yaudah kakak berangkat jemput Vania dulu ya bye " ucap Satria mengusap ujung kepala Lissa
" bye kak, hati - hati" jawab Lissa
"iya sayang" jawab Satria
Seperti biasa Lissa berdiri di pintu gerbang kos lantai dua untuk melihat Satria pergi hingga tak terlihat batang hidung Satria, baru Lissa masuk ke kamarnya.
...****************...
bersambung...
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati. Ikuti terusΒ kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.
ππππ