
Siska meraih arloji warna pink muda yang melingkar di pergelangan tangannya yang berkulit putih mulus itu.
"Etdah udah jam 11 malem aja nih, gua balik dulu deh gak kerasa cepet banget jam muter" kata Siska
"lu gak takut balik sendirian, nginep disini aja udah bareng gua" ucap Lissa
"ntar gua dicariin tante dikira nginep di tempat kagak bener" ucap Siska
" udah gua yang ijinin ,,sini vidio call tante lu" ucap Lissa sambil meraih ponsel Siska
"udah gakpapa gua biasa pulang malem, hehe " kata Siska
"seriusan lo" ucap Lissa
"iya bebeb Lissa, udah santai aja, doain gua smpe rumah dengan selamat" ucap Siska
"iya udah deh, iya gua doain, ati ati lo nyetirnya nggak usah ngebut" ucap Lissa
"iya bebeb"
Lissa mengantar Siska ke gerbang rumah kos dan memperhatikan Siska melajukan mobilnya hingga tidak terlihat dari pandangannya.
Lissa masuk kedalam kamarnya, mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur. Dengan segera Lissa bersembunyi dibalik selimut tebal , lembut ,bermotif panda.
...****************...
Keesokan harinya.
Bu Nita , Satria dan adiknya sudah bersiap untuk menuju bandara. Satria mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar, sekitar 30 menit jarak tempuh yang diperlukan untuk sampai ke bandara.
Sesampainya di bandara Satria melihat seorang pria berpawakan tinggi kekar berkulit sawo matang mengenakan kacamata hitam telah berdiri menanti.
"papah" teriak Vania sambil berlari menuju arah pria itu
"sayang" ucap pak Alfi melihat Vania menghambur memeluk tubuh kekarnya.
"papah udah nunggu sejak tadi?" tanya bu Nita
"baru sekitar 5 menit yang lalu mah" jawab pak Alfi
"oh syukurlah gak terlalu lama" ucap bu Nita
''Satria gak kuliah nak? kok ikut jemput? '' sahut pak Alfi
"Satria berangkat jam 1 siang pah, paginya jam kosong" jawab Satria
__ADS_1
"oh gitu, yaudah kita makan dulu di resto langganan" ajak pak Alfi
"horeyy" ucap Vania Girang
Meskipun Vania kini duduk di bangku SMA ,tetapi sifat kekanak- kanakan dan manjanya masih melekat.
Merekapun melajukan kendaraan ke sebuah resto mewah untuk menikmati makan pagi. Suasana hangat dan harmonis terlihat di keluarga mereka, membuat iri orang sekitar yang melihatnya. Lengkap sudah seluruh anggota keluarga Satria, setelah beberapa bulan lamanya pak Alfi meninggalkan anak istrinya untuk bekerja sebagai nahkoda.
"Pah Satria minggu depan sudah mulai praktek klinik, di Yogyakarta selama 3 bulan" ucap bu Nita
" oh ya? secepat itu nak, padahal papah di rumah pengen lama-lama bareng Satria, Vania dan mamah" ucap pak Alfi kecewa
" ya gakpapa pah, lagian mana bisa jadwal praktek Satria diundur, kan udah ditentuin dari kampusnya " ucap bu Nita
"iya pah , sudah dijadwalkan dari pihak akademik Satria"ucap Satria
"iya sudah, pesan papah selalu jaga shalat ya nak. Fokus kerjain setiap tugas- tugas praktek disana." ucap pak Alfi sambil mengusap rambut Satria
" Siap kapten" ucap Satria sambil menempelkan tangan kanan ke pelipis kepalanya
"hmmm" pak Alfi membalas dengan senyum.
...****************...
Panggung ukuran tidak terlalu besar dihiasi lampu warna warni menghiasi suasana malam itu. Sejuknya udara malam hari, di temani lantunan berbagai jenis musik.
"Baik selanjutnya ada seorang cowok ganteng yang akan menyanyikan lagu untuk wanita yang dicintainya, namun siapakah wanita itu saya juga tidak tau, baik langsung saja kita panggil Satria Putra Alfian " ucap pembawa acara.
Iringan musik mulai mengalun dan seperti membius para penonton.
Meresap kecup hangat sebentuk cinta
Telah terukir di dalam jiwaku
Seperti tetes embun menyegarkan hari
Terciptakan keajaiban di hati
Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta tak hanya diam
Aku yang berkelana mengarungi hidup
Mencari untaian arti makna
__ADS_1
Apakah sesungguhnya balasan dari cinta?
Pasti bukan harta dunia semata
Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta tak hanya diam
Jika mungkin bumi harus terguncang badai
Tapi cinta takkan mungkin hilang
Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta adalah cinta
sorak penonton begitu riuh selain kagum dengan penampilan Satria mereka juga mengaggumi suara merdunya.
Lissa terpaku melihat laki- laki yang sedikit demi sedikit mulai menarik hatinya. Ia membayangkan betapa romantisnya, apabila lagu itu memang untuk dirinya.
"Uwuww" gumam Lissa sambil tersenyum kecil.
Siska yang melihat sahabatnya tengah melamun dan senyum sendiri sengaja membuyarkan lamunanya dengan menepuk punggung Lissa.
"hahaa gue tau ni orang lagi ngebayangin Kak Satria, gue kagetin aja" gumam Siska
"oey bengong aja ,Lis liat tuh pangeran loh nyanyi" ucap Siska
"iya tapi buat siapa ? beruntungnya cewek itu mendapatkan cowok Sebaik Kak Satria" ucap Lisa
"jangan-jangan elu tuh Lis" ucap Siska
"heh ngaco lu ...ya bukan lah
bersambung...
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
__ADS_1
Ikuti terusĀ kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani..