
Lissa dan Siska memenuhi panggilan kepala bagian kepegawaian rumah sakit medika, untuk interview.
Seperti interview pada umumnya, pertanyaan yang di tanyakan sama. Siska dan Lissa menandatangani surat perjanjian kontrak kerja.
" Alhamdulillah. Kesempatan ini berharga banget buat gue Sis" ucap Lissa
'' Iya buat gue juga" jawab Siska
'' Lo ma nggak kerja pun udah ada yang nanggung segala kebutuhanmu, bahkan kebutuhan keluargamu sudah terjamin hehe" ucap Lissa
'' ihh nggak gitu, orang tua udah nyekolahin sampai gue jadi kayak gini. Harapan gue pengen ngebahagiain mereka dengan hasil jerih payah gue sendiri. Lagian bosen kalo cuman jadi ibu rumah tangga" ucap Siska
" iya sih hehe, sama prinsip kita" jawab Lissa
" hmm, yasudah gue pulang dulu besok sift pagi" ucap Siska
'' ya kita sama bambang, masuk pagi. Orientasi dulu kita hmm" jawab Lissa
'' hehe iya lupa. Yasudah sampai ketemu besok bye"
" hmm iya"
...****************...
Melihat anak bungsunya sudah semakin bertambah usia, bu Herni dan pak Imam menginginkan Lissa untuk segera menikah. Orang tua Lissa sudah sangat menginginkan seorang cucu. Kakak Lissa sudah berkeluarga namun sudah lima tahun belum juga dikaruniai seorang anak.
Sore itu, Lissa baru saja pulang kerja. Lissa mendapat jadwal sift pagi. Sesampainya di kos, Lissa langsung membersihkan badanya dan berganti pakaian rumahan.
Lissa mengambil teh kotak di dalam kulkasnya untuk melepas dahaga. Ia duduk di balconi kamar kosnya.
__ADS_1
Kring kring kring, ponsel Lissa berbunyi.
"Hallo assalamualaikum ibu" ucap Lissa
" Waalaikumsalam nduk" jawab bu Herni
''lagi apa nduk, ibu ganggu tidak?'' imbuh bu Herni
" enggak ganggu bu, Lissa baru saja pulang sift pagi. Habis mandi , lagi santai saja bu di balcon" jawab Lissa
"ada apa bu, kangen ya sama Lissa?'' imbuh Lissa
"pasti kangen terus ibu. Nduk ibu ingin ngomong serius sama kamu"
''ngomong apa bu? tumben ibu'' ucap Lissa penasaran
"ah ibu, iya bu Lissa pengen menikah. Pengen punya pasangan dan kasih ibu cucu. Tapi kak Satria belum mulai membicarakan pernikahan bu." ucap Lissa
''Hmm. Nduk ibu kurang setuju jika kamu menikah dengan Satria" ucap bu Herni
Duarrr betapa kagetnya Lissa mendengar perkataan ibunya. Sejak dahulu Lissa mengira ibunya telah menyetujui hubunganya dengan Satria. Tapi mengapa tiba- tiba berubah?.
" Nduk dalam adat kebiasaan orang jawa, kalau untuk perjodohan harus mempertimbangkan bibit bebet dan bobot. Satria memenuhi dalam hal bebet dan bobot, tetapi mines dalam hal bibit nduk. " ucap bu Herni
Bibit adalah asal usul calon pasangan, bebet merujuk kepada tingkah laku dan bobot diartikan dengan mutu dari calon pasangan kita. Ketiganya menjadi unsur dalam memilih pasangan bagi orang jawa. Lissa hanya terdiam dan menahan air mata.
"Tapi bu" ucap Lissa terhenti
"nduk ibu tau kamu mencintai Satria. Ibu memang mengizinkan kamu dekat dengan Satria. Tapi kalau untuk menjadi suamimu ibu kurang setuju. Ayah Satria sudah berselingkuh dua kali di dalam pernikahanya dengan bu Nita. Berasal dari keluarga broken home nduk. Pengalaman dari orang sekitar kita, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Tidak menutup kemungkinan anak laki- lakinya akan sama. Karena selingkuh itu sifat laki- laki yang tidak pernah bersyukur dengan satu wanita. Jika bertemu dengan wanita yang lebih baik, maka ia akan tergoda untuk memilikinya. Suatu saat Satria akan tergoda dengan wanita yang lebih baik dari kamu nduk" ucap bu Herni
__ADS_1
" Sudah bu, kak Satria tidak akan seperti itu. Kami saling mencintai bu" ucap Lissa
"Darimana kamu tau nduk? cinta yang sebenarnya adalah saat kalian saling mencintai di dalam ikatan suci pernikahan. Belum tentu setelah menikah perilaku Satria akan sebaik seperti sekarang. Ibu sudah berpengalaman perihal kehidupan pernikahan" ucap bu Herni
" Sudah bu, jangan bicara seperti itu di telefon. Nanti Lissa down'' ucap pak Imam yang sedang duduk di samping bu Herni
'' iya iya yah" ucap bu Herni
" nduk, silahkan di pikirkan kembali. Ibu ada calon sendiri untuk kamu, anak dari teman ibu. Bagus dalam hal bibit bebet dan bobot. Pengusaha muda, orangnya baik, tampan, mapan dan dari keluarga baik- baik. '' Ucap bu Herni
"Iya nanti Lissa pikirkan dulu bu'' jawab Lissa
" Iya sudah , ibu percaya kamu sudah besar. Bisa memilih yang terbaik buat kamu sendiri. Yasudah asalamualaikum"
"iya bu. Waalaikumsalam" jawab Lissa
Hati Lissa hancur berkeping- keping. Ia ingin sekali Satria yang menjadi pendamping hidupnya. Namun bu Herni secara tiba- tiba tidak menyetujui hubungan Lissa dan Satria untuk ke jenjang serius. Bagaimanapun juga restu orang tua adalah faktor utama. Lissa tidak mau menjadi anak durhaka karena tidak menuruti nasehat orang tua.
" Hanya karena latar belakang orang tua kak Satria? ibu berubah pikiran dan mau menjodohkanku dengan anak temanya yang aku sendiri belum mengenalnya sama sekali. Ah ibu hiks hiks hiks" gumam Lissa sambil terisak
"argh. Gue mesti gimana hemm.
Telfon Siska saja lah. Siapa tau dia bisa bantu kasih solusi" ucap Lissa
Bersambung.
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.
__ADS_1