
Hari demi hari telah berganti. Lissa selalu saja beralasan ketika Satria meminta untuk bertemu. Harapan Satria semakin kecil untuk mempertahankan Lissa gadis yang telah lama berada di hatinya. Sebenarnya Lissa ingin sekali tetap bersama Satria, entah mengapa semakin Lissa berusaha melupakan Satria hatinya semakin terasa nyeri hingga tak terasa air matanya sesekali membasahi pipi merahnya. Sejauh ini Angga belum bisa mencuri hati Lissa yang telah lama berdiam di hati Satria. Tenggang waktu saling pendekatan Lissa vs Angga sudah hampir habis. Hanya kurang satu minggu saja. Di sisi lain Angga sudah menjatuhkan hatinya untuk Lissa. Ia sangat yakin kalau Lissa adalah sosok pendamping yang baik yang di takdirkan bersamanya. Namun tidak untuk Lissa, hatinya masih di huni Satria perawat tampan ruang IGD.
Hari ini Lissa dan Siska dinas malam bersama. Siska tetap bersemangat melayani pasien dan menjadi asisten dokter spesialis kandungan meskipun dengan perut yang semakin membesar.
'' sudah sini biar gue aja yang asisten operasi, nanti lo kecapekan. Kasian keponakan gue didalem perut engap.'' ucap Lissa
''Enggak, gue nggak capek. Anak gue kuat kog, udah tenang aja ya'' ucap Siska yang tahu kalau sahabatnya itu sedang menghadapi masalah
''beneran?'' ucap Lissa
''iya'' jawab Siska mengusap bahu Lissa
''ntar pulang kerja sarapan bareng ya, sekalian ada yang mau gue ceritain ke elo'' ucap Lissa
''siap boss'' jawab Siska tersenyum
...****************...
Perusahaan yang di pimpin ibu Nita berangsur berkembang pesat. Pak Danar ayah bu Nita bangga sekali dengan anak perempuanya itu.
Banyak pengusaha kaya berstatus duda, ingin mendekati bu Nita. Namun bu Nita masih menutup hati untuk laki- laki.
'' masih nyaman sendiri nak?'' ucap pak Danar
''iya ayah, Nita bahagia hidup bersama anak- anak'' ucap bu Nita
''yasudah. '' ucap pak Danar yang tiba- tiba merasa lemas dan segera duduk di sebuah sova.
Pak Danar akhir- akhir ini sering sakit- sakitan. Dia di diagnosa mempunyai penyakit diabetes melitus atau penyakit gula.
__ADS_1
''Ayah, ayah baik- baik saja?'' ucap bu Nita
''Ayah sering tiba- tiba merasa lemas badanya'' ucap pak Danar
''yasudah Nita panggilkan dokter untuk segera kerumah ya yah'' ucap bu Nita
''iya nak'' jawab pak Danar
'' Sementara waktu Nita, Satria dan Vania tinggal bersama Ayah saja disini, sampai keadaan ayah membaik'' ucap bu Nita
''terimakasih nak,'' ucap pak Danar tersenyum
'' Nak apakah kamu sudah tau kalau perusahaan tempat Alfian bekerja sedang rugi, karena berkurangnya pemasukan.'' ucap pak Danar
''belum yah, ayah tau dari siapa?'' tanya bu Nita
''dari Dimas sahabat Alfian, tadi ayah tidak sengaja bertemu saat bermain golf'' ucap pak Danar
'' Alfian dan kru kapal sedang di rumahkan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan'' ucap pak Danar
'' kasihan mas alfian, bagaimana dengan keluarga barunya'' ucap bu Nita
''iya seharusnya menjadi pelajaran untuk Alfian, kehidupan itu seperti roda. Tidak selamanya diatas dan hidup berkecukupan.'' ucap pak Danar
'' iya yah''
''Assalamualaikum'' ucap Satria
''waalaikumsalam, cucu kakek datang'' ucap pak Danar bahagia
__ADS_1
Satria mencium punggung tangan pak Danar dan memeluk pak Danar.
'' Kakek , bagaiamana keadaan kakek?'' tanya Satria dengan wajah khawatir
''kakek baik- baik saja ..hanya lemas'' ucap pak Danar
''dimana Vania?'' imbuh pak Danar
''sedang menuju kemari kek, mungkin sebentar lagi tiba'' jawab Satria
'' dengan siapa dia nak'' tanya pak Danar
'' sama supir kek'' jawab Satria
''sini nak duduk, kakek mau bicara'' ucap kakek
''iya kek''
''nak kamu cucu kakek paling besar, dan kamu laki- laki sendiri. Nak kalau suatu saat tiba ajal kakek, tolong jaga mamah dan adik kamu dengan baik nak. Jangan sakiti mereka, jangan buat mereka kecewa. Apa yang terjadi dengan papah mu jadikan pelajaran, ambil sisi baiknya buang sisi buruknya. Sekarang papahmu sedang di uji sama Tuhan nak, perusahaan papahmu bekerja sedang rugi. Dan perusahaan tersebut menonaktifkan karyawanya sementara'' ucap pak Danar
'' kakek , iya kek Satria akan jaga mama dan Vania dengan baik. Itu kan akibat perbuatan papa sendiri kek'' ucap Satria
'' Jangan seperti itu nak, bagaimanapun juga dia adalah papahmu. Doakan yang terbaik untuknya, tetap jadi anak berbakti dan soleh nak'' ucap pak Danar
''baik kek'' ucap Satria memeluk kakeknya
Tak lama kemudian dokter yang akan memeriksa pak Danar datang. Dari arah bersamaan terlihat Vania datang bersama supir pribadinya.
...****************...
__ADS_1
Bersambung.
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati. Terus ikuti kelanjutanya , author mengucapkan terimakasih atas dukungannya dan terimakasih yang sudah memberi gift untuk karya iniπ π