Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Untukmu Pencuri Hatiku


__ADS_3

Pak alfian , Yani dan Nafa tiba di rumah duka. Prosesi pemakaman segera dilangsungkan.


''Maafin papah nak, papah telah menyakiti hatimu. Tak disangka kamu terlebih dulu mendahului kami'' ucap pak Alfian menitikan air mata


''Sabar mas, yang ikhlas ya agar anakmu tenang di sana'' ucap Yani mengusap bahu pak Alfian


Vania dan Lissa menahan tubuh bu Nita yang terlihat sangat lemas, matanya sembab dan perutnya belum terisi makanan apapun.


Doa dan Sholawat di panjatkan untuk alm Satria, bunga warna- warni ditaburkan ke makam Satria.


Bu Nita menjatuhkan tubuhnya di atas pusara anak sulungya itu. Bruggg... '' mamah'' teriak Vania


Pak Danar yang sudah berusia lanjut menopang tubuh Nita anak perempuanya, dan hampir saja tersungkur.


Alfian bergegas membantu pak Danar untuk mengangkat tubuh bu Nita ke dalam mobil.


''Nita, bangun nak'' ucap pak Danar


Lissa dan Siska masuk ke dalam mobil, membantu menyadarkan bu Nita yang sedang pingsan.


Tak lama bu Nita telah sadar, '' anaku, Satria. Kenapa bukan mama duluan yang diambil . Kenapa harus kamu nak hiks hiks hiks'' ucap bu Nita


'' Tante Nita yang sabar, semua sudah menjadi ketentuan Allah. Kehidupan dan kematian sudah di gariskan tante,mungkin ini yang terbaik untuk keluarga tante'' ucap Lissa berusaha tegar, menahan air matanya yang ingin keluar dari sumber.


'' iya nak, iya ini terbaik untuk keluarga saya '' ucap bu Nita mengusap air mata


'' mama'' ucap Vania dari luar mobil

__ADS_1


''sayang'' jawab bu Nita


'' mama baik- baik saja kan ma'' ucap Vania khawatir


'' Vania takut mama kenapa- kenapa, cukup papa dan kakak yang pergi'' imbuh Vania


'' iya sayang mama baik- baik saja'' ucap bu Nita memeluk Vania


...****************...


Usai pemakaman Satria, Lissa terus merenung dan merasa bersalah kepada Satria. Lissa juga masih belum menyangka Satria akan meninggalkanya secepat itu. Satria meninggalkanya sangat jauh hingga ia tak bisa mencapainya.


Siska mengajak Lissa tidur dirumahnya untuk sementara, karena Siska tahu bestie-nya itu sedang tidak baik- baik saja.


Malam sudah larut, Lissa masih saja tidak bisa memejamkan matanya.


'' enggak, kamu di sini saja. Kamu juga sedang tidak baik- baik saja, gue nggak ngijinin lo buat ke rumah tante Nita. Yang ada lo semakin sedih melihat semua barang- barang kak Satria di rumah itu'' ucap Siska


'' huhh, '' kali ini Lissa terdiam, tak tahu apa yang harus dia perbuat. Tubuhnya lemas, sedari pagi belum terisi makanan apapun.


Lissa mengambil secarik kertas dan meluapkan perasaanya melalui tulisanya.


Untukmu Pencuri hatiku


Aku ingin terus bersamamu


Dalam suka dan duka

__ADS_1


Namun Kini aku tak bisa melihatmu


Aku ingin berdua denganmu


Di tengah malam diantara bintang - bintang


Aku ingin berdua denganmu


Tapi aku tak bisa melihatmu


Kau telah pergi jauh sangat jauh


aku tak bisa merasakan


hangatnya genggamanmu


aku merindukanmu


Lissa tersadar dari lamunanya, ia melihat ke arah Siska yang sudah terlelap dalam tidurnya.


" huh sunyi sekali" gumamnya


Lissa baru sempat membuka ponselnya, Angga berkali-kali menelfon dan mengirim chat kepada Lissa untuk menanyakan kabarnya.


" huh kak Angga" gumamnya sambil meletakan kembali ponselnya tanpa membalas pesan Angga


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati. Terus ikuti kelanjutanya , author mengucapkan terimakasih atas dukungannya dan terimakasih yang sudah memberi gift untuk karya ini😊 πŸ’™


__ADS_2