
Kediaman Satria
"Kamu tentu ingat Nita dulu kita dijodohkan oleh orang tua kita?" ucap pak Alfian
Bu Nita masih terdiam.
"Maafkan aku Nita jika ini menyakitimu, tetapi aku harus mengatakanya kepadamu. Aku menikahimu karena aku tidak enak hati jika menolak keinginan kedua orang tua kita masing- masing. Mereka berhubungan baik sejak muda hingga sama-sama mempunyai bisnis yang sukses.
Hmmm setelah kita saling kenal, kamu sangat baik terhadapku. Kamu wanita yang baik , jadi aku berfikir mengapa tidak , toh nanti perasaan akan tumbuh dengan sendirinya. Namun maafkan aku Nita , dari awal aku mengenalmu , meskipun aku coba berbagai cara untuk mencintaimu sepenuh hati rasanya sulit sekali. Sekali lagi maafkan aku Nita , ini semua salahku. Kamu sudah menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk anak- anak" ucap pak Alfian
Deg hati bu Nita seperti di sayat pisau tajam berkali- kali
selama 22 tahun hidup bersama laki- laki yang tidak pernah mencintainya.
"Kamu kuat Nita pliss jangan buang air matamu didepannya" gumam bu Nita
"papah keterlaluan,, papah jahat" ucap Vania menangis memeluk bu Nita.
Vania yang kini telah duduk dibangku kelas X SMA, mengerti bagaimana hancurnya hati wanita yang ia panggil mamah.
"Apakah masih pantas anda kami panggil papah?! setelah sekian lama mengkhianati kami. Anda bisa mengatakan ini sejak dulu bukan? sejak anda dan bu Yani baru saling kenal? " ucap Satria
" papah tidak ingin mengatakan semuanya sebelum kalian menyelesaikan perguruan tinggi karena papah anggap kalian belum cukup dewasa untuk mengetahuinya dan tidak akan mengerti perasaan papah. Namun takdir berkata lain" ucap pak Alfian
"hmm .. sekarang apa maumu Alfian" ucap bu Nita menahan air mata yang ingin mengalir dari sumbernya.
__ADS_1
"Aku ingin kamu bisa menerima Yani sebagai istri keduaku dan mengakui Nafa sebagai anakmu juga. Tapi semua keputusan ada ditanganmu Nita" ucap pak Alfian
Vania dan Satria terdiam, dalam hati mereka ingin sekali mengusir jauh-jauh dua orang yang ada dihadapanya yang telah menghancurkan hatinya. Namun mereka ingat mamah Nita selalu berkata untuk sabar dan berhati baik karena bagaimanapun pak Alfian adalah papah yang sudah merawat mereka.
"Apakah aku pantas bertahan dengan laki- laki yang tidak pernah mencintaiku? maaf aku tidak akan terus- menerus membuat lubang dihatiku dengan memilih bertahan denganmu Alfian" ucap bu Nita
"maafan aku Nita tapi aku sudah berusaha mencintaimu spenuhnya. Yani sudah bersedia menjadi yang kedua Nit, tolong pikirkan lagi bagaimana masa depan anak kita kalau kita berpisah?" ucap pak Alfian
Yani terdiam dengan mata berkaca- kaca. Karena dia, wanita dan kedua anak dihadapanya tersakiti.
"Keputusanku sudah bulat dan sudah aku fikirkan. Anak- anak akan ikut denganku" ucap bu Nita
"baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu. Aku akan urus perceraian kita. Aku juga akan berikan rumah beserta isinya untuk kamu, Satria dan Vania. Serta tabungan untuk Vania menempuh perguruan tinggi nanti.Tiap bulan aku akan kirim uang untuk kalian" ucap pak Alfian
"Tidak usah kirim uang tiap bulan, aku akan bekerja di perusahaan ayahku" ucap bu Nita
"aku akan mengambil beberapa pakaian di kamar" imbuh pak Alfian
"silahkan'' ucap bu Nita
Pak alfian menaiki tangga dan menuju kekamar untuk mengemasi barang- barangnya.
Sementara Yani tidak berkata sepatahpun karena takut akan memperkeruh masalah. Sebetulnya ia ingin sekali meminta maaf kepada bu Nita dan anak- anaknya,,namun Yani pikir saat ini bukan waktu yang tepat.
"Boleh kita bicara empat mata?" ucap bu Nia kepada Yani
__ADS_1
"oh em iya" ucap Yani gugup
Mereka berjalan menjauh dari anak- anak mereka dan duduk diteras rumah.
"Saat kamu bertemu Alfian, kamu tau dia sudah berkeluarga?" tanya bu Nia
"Tau kak, saya menjaga jarak denganya tapi semakin aku menjauh darinya dia semakin mengejarku. Secara tidak sengaja aku sering menaiki kapal tempat mas Alfian bekerja. Dulu sewaktu aku bekerja sebagai karyawan salah satu perusahaan yang mengharuskan aku keluar kota. Hingga perasaan tumbuh diantara kita" ucap Yani
"Aku sadar perasaanku ke Alfian adalah perasaan terlarang. Untuk itu aku memintanya untuk tidak menggangguku lagi. Bahkan aku pindah dari perusahaan tempatku bekerja ke cabang perusahaan yang lain untuk menghindari mas Alfian. Namun beberapa bulan kemudian kita kembali dipertemukan di sebuah restaurant" ucap Yani
"Lalu kenapa akhirnya kamu mau menikah denganya? kamu masih muda dan belum pernah menikah bukan?" tanya bu Nita
"Iya saya gadis . Waktu itu usiaku 28 tahun, mas Alfian mengajaku untuk pergi ke pesta ulang tahun temanya di sebuah cafe, kami minum terlalu berlebihan dan hubungan terlarang itupun terjadi. Hingga aku positif hamil anak mas Alfian dan,,," belum selesai Yani menjelaskan bu Nita sudah memotongnya
"cukup,,," ucap bu Nita seakan hatinya hampir runtuh, tidak sanggup lagi mendengar cerita Yani
"Aku sangat menyayangi Alfian, tapi Alfian tidak pernah mencintai dan menyayangiku, aku mengenal Alfian sebagai laki- laki yang baik dan bertanggungjawab terhadap keluarganya. Aku harap kamu bisa membuat dia bahagia, dan menyayanginya melebihi kasih sayang yang aku berikan" imbuh bu Nita meneteskan air mata.
"Iya kak, aku akan jaga dan menyayanginya. Maafkan aku kak , karena aku rumah tangga kalian hancur hiks hiks hiks" ucap Yani sambil menundukan badan ingin mencium kaki bu Nita
"Pantas Alfian mencintainya, dia wanita baik,,, kalo saja hubungan terlarang itu tidak terjadi, mungkin tidak akan seperti ini" gumam bu Nita
"sudah, mungkin ini takdir dari Tuhan yang harus aku lewati" ucap bu Nita
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.