Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Positif Hamil


__ADS_3

Satria menjemput Lissa di rumah kos lantai dua. Lissa telah menunggunya di teras rumah kos lantai dua. Mereka akan pergi ke sebuah cafe outdoor tempat favorite Lissa. Sesampainya di cafe Lissa dan Satria memesan beberapa makanan dan minuman.


"Kak kita kan sudah bertahun- tahun menjalani hubungan, kapan kita menikah?" ucap Lissa


Satria yang sedang menikmati kentang goreng hampir tersedak mendengar pertanyaan Lissa.


"Ka kamu sudah ingin menikah sayang?" ucap Satria


"iya kak, usiaku sudah matang. Orang tuaku juga sudah menanyakan hal itu" ucap Lissa


"Sayang kamu kan tau sendiri, tabungan kakak belum cukup. Kakak nggak mau merepotkan mamah, kalau bisa biaya pernikahan pakai hasil jerih payahku sendiri." Jawab Satria


" Lalu kapan kak?? Ibu berencana menjodohkanku kalau kakak tidak segera menikahiku"


"iya sabar sayang. Kakak tidak bisa memperkirakan waktunya, doakan saja semoga kakak mendapat banyak rejeki"


Makanan yang ada di meja tidak disentuh sama sekali oleh Lissa.


" sudah dipesan kenapa tidak dimakan hmm, kamu juga belum makan kan? nanti perut kamu sakit loh"


"nggak selera makan" ucap Lissa singkat


"Hmm. Kenapa ibu tiba- tiba ingin menjodohkanmu?"


"aduhh kalo gue ngomong jujur pasti bakalan nyakitin kak Satria. Perselingkuhan bokapnya bukan kesalahanya, tapi dia harus menerima efeknya" guman Lissa


"Ehm eh yaitu ibu pengen anak bungsunya segera menikah, ibu ingin menimang cucu dariku"


"Yakin cuma itu?" ucap Satria


"i i ya cuma itu" jawab Lissa terbata


"kakak serius menjalin hubungan denganmu.Kakak sangat menyayangimu, tentu kamu tau. Tetapi kakak butuh waktu untuk mengumpulkan tabungan. Kakak ingin menjamin kebahagiaan keluarga kecil kita nanti. Terutama agar tidak ada masalah ekonomi dalam keluarga kita. Tetapi pilihan ada ditanganmu, kakak tau kamu tidak ingin menjadi anak durhaka karena tidak menuruti perintah ibu. " ucap Satria berkaca-kaca


"iya kak" ucap Lissa singkat tidak tau harus berkata apa


"yasudah habiskan makananmu, setelah itu kita pulang" ucap Satria


Lissa menyeka air mata di pipinya dengan tisue dan memakan makananya dengan terpaksa.

__ADS_1


...****************...


Huek huek


Siska berkali- kali harus bolak - balik kamar mandi untuk memuntahkan isi dalam perutnya. Tubuhnya mulai terasa lemas dan kepalanya terasa pening. Siska berusaha meraih ponselnya yang ia letakan diatas meja.


"haduh handphone gue jauh banget" ucap Siska


Tangan Siska hampir mendapatkan handphone-nya, tetapi ia sudah tersungkur ke lantai. Bibi yang mendengar suara seperti benda jatuh segera berlari ke sumber suara. Bibi segera menolong Siska yang tergeletak di lantai.


"Ya Tuhan non Siska" ucap bibi panik


" bibi call tuan Tama saja" imbuh bibi


Bibi segera menelfon majikanya, tak butuh waktu lama Tama segera mengangkat telephone bibi.


Tama yang mendengar kabar dari bibi, segera melajukan mobilnya ke kediamanya.


" Bibi, tolong terus pantau istri saya. Jika terjadi apa- apa bilang ya bi"


" baik tuan, non Siska masih belum sadar tuan" ucap bibi


Sesampainya di rumah, Tama dan bibi mengangkat Siska ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat yaitu rumah sakit tempat Tama bekerja.


Siska masih belum sadarkan diri ketika di ruang IGD.


Pemeriksaan lengkap telah dilakukan, mulai cek darah lengkap, cek urin bahkan rekam jantung. Tama mulai panik menunggu hasil pemeriksaan.


Perawat melaporkan hasil pemeriksaan jantung dan tanda vital. Hasil menunjukan Siska dalam keadaan normal.


Kemudian seorang analis memberikan hasil pemeriksaan laboratorium. Tama membaca dengan seksama, semua hasil dalam batas normal. Namun di akhir format hasil laboratorium tertera hasil pemeriksaan test urin Siska dinyatakan positip hamil. Tama meneteskan air mata haru, benih yang ia tabur berhasil tumbuh.


'' Selamat ya dok'' ucap seorang analis tersenyum


'' iya terimakasih" jawab Tama


Tama menghampiri Siska dan mencium kening Siska.


'' Terimakasih sayang, maaf sampai membuatmu seperti ini'' ucap Tama lirih sambil meneteskan air mata

__ADS_1


Tetesan air mata Tama jatuh ke kening Siska, Siska pun tersadar.


''Huekk" Siska merasa sangat mual


''aku dimana , kak Tama ini dimana'' tanya Siska


'' di rumah sakit, tadi kamu pingsan"


'' oh iya Siska ingat, tadi Siska berkali- kali muntah dan kepala terasa pusing serta badan lemas. Mau ambil handphone malah gelap semua dan entah Siska nggak inget lagi''


'' iya sayang, untung bibi nolongin kamu tadi"


'' nih minum teh manis dulu sayang" ucap Tama


Siska menyeruput sedikit teh manis.


''Terimakasih kak" ucap Siska


''aku yang terimakasih sayang"


'' ko kak Tama, kan Siska nggak ngelakuin apa- apa kak"


" dasar bu bidan, kamu nggak sadar akan perubahan dirimu? kamu nggak sadar kamu telat datang bulan? kamu nggak sadar akan tanda- tanda kehamilan?'' ucap Tama terkekeh


'' hehe emang sih Siska telat datang bulan kak, tapi itu kan biasa. Mungkin karena hormon, jadi Siska hamil kak??? "


'' iya sayang, kamu positif hamil ini hasilnya. Jaga baik- baik anak kita ya sayang" ucap Tama mencium kening Siska


'' pasti kak''


merekapun berpelukan


Siska dirawat di rumah sakit beberapa hari untuk mengatasi mual muntah berlebihanya. Hingga kondisinya stabil Siska baru diperbolehkan pulang.


Bersambung.


Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.


Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.

__ADS_1


__ADS_2