
Pagi yang cerah, burung berkicau bersahut- sahutan meramaikan suasana pagi hari. Lissa dan Satria menjenguk Siska yang sedang dirawat di rumah sakit tempat dimana mereka bekerja. Hari ini Lissa mendapatkan jadwal sift siang dan Satria lepas dinas setelah masuk sift tadi malam.
Tok tok tok
Lissa mengetuk pintu sebuah kamar VVIP di rumah sakit tersebut. Sebelumnya Lissa dan Satria telah mengetahui diagnosa sahabat karibnya.
'' Hay Lis, kak Satria'' ucap Siska
'' Hay bestie,, selamat ya mau jadi ibu uwuww" ucap Lissa setengah berlari memeluk Siska
'' iya alhamdulillah , seneng banget gue Lis'' ucap Siska tersenyum sambil mengusap perutnya
''Selamat ya ibu Siska'' ucap Satria tersenyum
'' iya kak Satria, terimakasih. Semoga kalian segera menyusul ya hehe'' ucap Siska
''aamiin '' jawab Lissa dan Satria bersamaan
'' Lo sendirian Sis? kak Tama mana?'' tanya Satria
'' Dia pulang dulu kak ngambil pakaianku, bentar lagi paling sampai. Nitip bubur ayam juga tadi, dedek utun pengen makan bubur ayam yang mangkal di depan perumahan gue. Kalian mau nggak biar sekalian '' ucap Siska
'' Enggak kita udah sarapan beb'' ucap Lissa
'' oh yaudah hehe''
Merekapun berbincang- bincang seputar keluhan yang dialami Siska.
...****************...
Kantor mamah Nita
__ADS_1
Bu Nita terlihat sibuk dengan pekerjaanya, tiba- tiba pak Danar datang menghampiri anak perempuanya.
'' Nita" ucap pak Danar
''Ayah, sejak kapan ayah datang?'' tanya bu Nita terkejut karena terlalu fokus dengan pekerjaanya
''baru saja nak''
'' oh , duduk yah, ayah mau minum apa?''
'' sudah ayah sedang tidak ingin minum, nak sini duduk ayah ingin bicara''
'' iya yah'' ucap bu Nita dan duduk dihadapan pak Danar
'' nak apa kamu tidak ingin menikah lagi? agar ada yang mendampingi dan melindungimu nak, ayah lihat kamu bekerja keras setiap hari. Setidaknya kalau kamu menikah lagi, suamimu bisa mengurangi rasa penatmu setelah bekerja." Ucap pak Danar
'' Nita belum siap yah, Nita takut peristiwa masa lalu terulang lagi. Nita enggak capek yah, Nita bahagia bekerja keras untuk anak- anak Nita''
'' Sayang, enggak semua orang sama dengan Alfian. Kamu masih muda, belajarlah mengikhlaskan masa lalu dan buka hati untuk orang lain. Ayah sudah tua nak, jika Allah berkehendak kapanpun ayah bisa meninggalkanmu. Ayah ingin melihat anak ayah hidup bahagia dengan pasanganya"
"Baiklah yah jika itu keinginan ayah, Nita akan berusaha membuka hati untuk orang lain'' ucap bu Nita mengusap air mata yang jatuh di pipinya
''terimakasih nak'' ucap pak Danar
'' Sama- sama ayah'' ucap bu Nita memeluk pak Danar
...****************...
Ceklek, bunyi suara daun pintu terbuka
'' sayanggg ini bubur ayamnya'' ucap Tama
__ADS_1
'' eh ada bu bidan dan pak mantri heheh'' imbuh Tama tersenyum
'' eh pak dokter '' ucap Satria menghampiri Tama dan membantu membawakan barang bawaan Tama
'' makasih bro'' ucap Tama
'' sama- sama kak Tama'' jawab Satria
Iya ketika di tempat kerja, Satria memanggil Tama dengan sebutan Dokter Tama. Namun saat di luar jam kerja mereka layaknya teman dekat, bahkan begitu akrabnya sampai sudah seperti kakak dan adik.
'' udah lama bro?'' ucap Tama
'' barusan kak" jawab Satria
''oh baru, sorry bro gue sambil nyuapin istri gue yang lagi ngidam bubur ayam ya hehe'' ucap Tama
''haha iya kak santai aja''
'' Lama amat kak, dedek utun udah laper'' ucap Siska
'' iya sayang tadi macet dikit noh di jalan raya, yang laper anaku apa kamu nih hmmm'' ucap Tama ngeledek
''hahahaha emaknya lah kak, mau aja di kerjain Siska hahah'' ucap Lissa cekikikan
merekapun tertawa dengan celetukan Lissa
'' Jangan dikasih tau beb, haha. Tapi kan emang iya, yang aku makan nantinya sampai ke dedek utun juga'' jawab Siska tertawa
'' iya iya iya deh '' ucap Lissa
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.