
2 tahun berlalu, Ekonomi keluarga Yani dan Alfian sudah mulai membaik. Alfian kembali menjadi Nahkoda kapal antar negara. Nafa sudah mulai remaja, mereka hidup bahagia. Di sisi lain di keluarga bu Nita, Vania sudah menikah dengan kekasihnya. Kini dia telah di karuniai bayi yang sangat tampan dan menggemaskan.
'' mirip kak Satria ya mah'' ucap Vania
''iya nak sangat mirip dengan kakakmu'' sahut bu Nita tersenyum lebar sambil memainkan jemari kecil cucunya itu
Hingga saat ini bu Nita belum ingin mencari atau menerima pendamping hidup. Bu Nita merasa nyaman dan bahagia dengan status janda, ibu , dan nenek bagi keluarganya sekarang.
Sementara Lissa dan Angga. Kandungan Lissa mengalami keguguran saat usia janin 4 bulan. Lissa sangat terpukul, ia merasa tidak bisa menjaga anaknya dengan baik. Angga terus memberikan nasehat positif kepada Lissa, meskipun sebenarnya hati Angga serasa runtuh untuk menerima kenyataan bayinya telah tiada.
Hingga saat ini Lissa belum di beri keturunan lagi. Namun Angga tetap sabar dan sangat menyayangi Lissa.
Saat ini Lissa dan Angga sedang intens menjalani program hamil.
Keluarga bu Herni dan pak Imam
Handa kakak kandung Lissa sudah menikah satu tahun yang lalu. Handa menikahi polisi wanita cantik teman SMA nya dulu. Handa di karuniai seorang bayi cantik yang sangat mirip dengan Lissa adik Handa.
''bu mengapa anaku malah mirip sekali dengan adik, bukan mirip denganku'' ucap Handa tersenyum
''iya kan anakmu perempuan jadi mirip sama adikmu. Kamu juga memiliki kemiripan wajah dengan adikmu'' ujar bu Herni
'' ih ya jelas bagusan aku donk bu wajahnya'' ucap Handa cekikikan
pak Imam dan Rima istri Handa ikut tertawa mendengar obrolan ibu dan anak.
__ADS_1
...****************...
Kring kring kring
Suara handphone Lissa berbunyi nyaring.
Lissa yang sedang menulis laporan hasil pemeriksaan tanda vital semua pasien, berhenti sejenak.
''hallo'' ucap Lissa
''hallo Lissa'' ucap orang yang menelpon
''Lissa ini mamah Nita, kamu sedang sibuk nak? Boleh mama ngobrol sebentar?'' ujar bu Nita
''oh mama, boleh ma..kebetulan pekerjaan Lissa sudah selesai'' jawab Lissa
''wah benarkah ma? Lissa ingin sekali berkunjung ke rumah mama untuk melihat anak Vania ma. Mungkin nanti jika ada waktu luang Lissa akan ke rumah mama'' ujar Lissa
'' iya sayang, tetapi mintalah izin kepada suamimu terlebih dahulu ya'' ucap bu Nita
''iya ma, oh iya ma. Lissa juga baru mempunyai keponakan cantik. Anak kak Handa ma. Kata ibu si wajahnya persis denganku hehe'' ujar Lissa
'' benarkah? Mungkin jika sudah besar nanti mereka akan tumbuh bersama, seperti kamu dan Satria hehe'' ucap bu Nita terkekeh
''iya ma kalau bisa akan aku jodohkan keponakanku dengan keponakan kak Satria hehe'' ujar Lissa cekikikan
__ADS_1
''kamu itu bisa saja, mama juga setuju si dengan ide kamu hahaha'' ucap bu Nita
''ma Vania titip Adit sebentar, Vania ingin ke kamar mandi'' ucap Vania terburu- buru menahan kencing
''iya sayang, utututut cucu eyang ganteng sekali''
'' halo Lissa, nak terimakasih ya sudah meluangkan waktu untuk berbicara dengan mama. Mama tutup dulu ya telfonya, mama jagain cucu mama dulu'' ujar bu Nita
'' iya ma sama- sama'' jawab Lissa
''yasudah Assalamualaikum'' ucap bu Nita
''waalaikumsalam''
Lissa kembali melanjutkan pekerjaanya, ia duduk di meja nurse.
'' Adit namanya. Wajahnya mirip kak Satria..'' gumam Lissa
'' Naina wajahnya mirip denganku'' gumamnya
''Seru juga jika dewasa nanti mereka jadi sepasang kekasih, jadi seperti melihat diriku sendiri bersama kak Satria tetapi di kehidupan dan masa yang berbeda'' ucap Lissa lirih
Selesai
Terimakasih yang sudah menyempatkan membaca kisah perawat si pencuri hati.
__ADS_1
Kisah random yang ditulis dari cerita nyata dari orang- orang dikehidupan author. Kisah yang jauh dari kata bagus dan menarik. Silahkan dibaca dan tinggalkan like jika anda suka😊 Silahkan di skip jika anda kurang suka
Salam💙